Ade Linggiradi

Visioner Berita Bima-Keberadaan seorang warga Negara asing (WNA) berinisial Mr. M di Kabupaten Bima tepatnya di Desa Poja, Kecamatan Sape dan telah membangun sejumlah insfrastruktur seperti Hotel, Restaurant, Cotage, restaurant dan kolam renang-diduga illegal oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima.

“Dugaan ilegalnya Mr. M masuk Kabupaten Bima, karena sampai sekarang tidak datang meaporkan diri secara resmi di instansi ini.  Kami sudah melayangkan surat panggilan pertama kepada yang bersangkutan agar datang melaporkan diri ke sini. Namun, surat tersebut diabaikan. Surat panggilan kedua, juga telah kami layangkan kepada dia. Namun, dia tidak datang melaporkan diri,” ungkap Kadisnakertrans Kabupaten Bima Ade Linggiardi kepada Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (18/4/2017).

            Pihaknya mengetahui keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) tersebut, pihaknya sudah berkali-kali melakukan verifikasi di lapangan. Saat itu pula, pihaknya menemukan adanya sejumlah bangunan milik yang bersangkutan, termasuk salahsatunya Hotel. “Ada kolam renang dan Cotage juga di sana. Namanya Kalimaya Resourch yang berlokasi di Desa Poja, Kecamatan sape. Tanah seluruh bangunan yang ada di dalamnya, terdaftar atas nama isterinya, sebut saja Rini,” tandas Kadisnakertrans yang akrab disapa Papi Adel ini.

            Soal keabsahan pernikahan antara Mr. M dengan Rini, pihaknya belum memperoleh informasi yang pasti. Dan hal itu tegasnya, diluar kewenangan pihaknya. “Yang kami persoalkan hanya TKA. Untuk memastikan dia ada di Sape atau ke luar negeri, kami kembali mengutus anggota ke Sape (Mujahidin). Namun kabar yang kami terima, ia kembali tidak datang ke sini (Disnakertrans, Red), karena sedang berada di Jerman. Intinya, sepanjang dia belum datang melaporkan tentang legalitasnya di Kabupaten Bima, maka selama itu pula kami menduganya illegal,” imbuhnya.

            Karena yang bersangkutan belum melaporkan diri ke Disnakertrans Kabupaten Bima, pihaknya mengaku belum tahu apakah Visa yang digunakan yang bersangkutan bersifat kunjungan atau Visa kunjungan di Kabupaten Bima. “Bagaimana kami bisa tahu, sementara sampai detik ini dia juga belum hadir melaporkan diri ke sini. Dan, sudah dua kali dia mengabaikan surat panggilan dari kami,” tandasnya.

            Jika masih bandel (tidak memenuhi panggilan ketiga) dari Disnakertrans Kabupaten Bima, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas. Salah satunya, memperkuat koordinasi, komunikasi dan konsultasi dengan kantor Imigrasi kelas III Bima. “Akan ada koordinasi lintas sektoral untuk menyikapi masalah ini. Tentang adanya isu bahwa ada orang asing lain yang datang ke Kalimaya Restaurant itu dalam setiap minggunya, tentu saja akan kami kroscek lebih mendalam. Namun sekali lagi, kami tegaskan agar Mr. M segera hadir ke instansi ini untuk melaporkan diri secara resmi,” imbuhnya.

            Jika yang bersangkutan memiliki Visa kunjungan di Kabupaten Bima, tentu saja diperbolehkan di daerah ini. Namun, hal tersebut memiliki batas waktu sesuatu aturan yang berlaku di Indonesia. “Kalau Visa kunjungannya sudah kadaluarsa, tentu saja bisa diperpanjang. Tetapi, sampai sekarang ini, kami belum tahu legalitas yang bersangkutan,” ujarnya.

            Pegawai Dinskertrans Kabupaten Bima Mujahidin yang diutus oleh Kadis setempat untuk memantai kondisi di Kalimaya Resourch tersebut, membenarkan ada sejumlah bangunan yang berdiri megah di lokasi Kalimaya Resourh. Yakni Hotel, Restaurant, Cotage dan kolam renang.

 “Izin bangunan tersebut, menggunakan nama isterinya yang asli orang Indonesia. Tapi, kami tidak tahu apakah bangunan tersebut sudah memiliki izin atau belum. Karena, itu wilayahnya KPPT Kabupaten Bima. Soal apakah Rini ini isteri sahnya Mr. M atau tidak, kami juga tidak masuk ke wilayah itu,” ungkap Mujahidin.

            Mujahidin juga mengungkap sesuatu yang terkesan “aneh” di Kalimaya Resourch itu. Diantaranya, tidak sembarang orang bisa masuk ke sana, karena sarat dengan privatisasi. “Di pintu masuk lokasi itu, tertulis “dilarang masuk karena milik pribadi”. “Untuk Mr. M, status ketenagakerjaannya, diduga illegal. Karena sampai detik ini, yang bersangkutan belum datang melaporkan diri ke Disnakertrans Kabupaten Bima,’ duganya.

            Saat berhasil lolos masuk ke kalimaya Resourch, pihaknya juga pernah menginterview beberapa orang. Orang tersebut menyebutkan, ada banyak orang asing datang ke Kalimaya Resourch dalam setiap Minggunya. “Dan menurut orang-orang yang kami interview tersebut, ada juga kapakl pesiar yang datang ke sana. Orang-orangnya, hanya datang mampir sebentar saja ke sana dan kemudian pulang,” ungkap Mujahidin.

            Setiap orang yang masuk ke Kalimaya Resourch ujarnya, sangat selektif. Pemilik Kalimaya Resourch katanya, menggunakan warga local untuk menseleksi siapa saja yang masuk ke dalamnya.

“Ada orang khusus yang digunakannya untuk menyeleksi siapa saja yang masuk ke sana. Ini benar-benar ada sedikit keanehan. Berbeda dengan di tempat-tempat lainnya. Maksudnya, jika di sana ada Perhotelan, Restaurant, Cotage dan kolam renang-harusnya dipublikasi melalui media massa (iklan). Tetapi, selama mereka beroperasi di sana, sama sekali tidak pernah ada publikasi maupun iklan melalui media massa, khususnya di Bima,’ duga Mujahidin lagi.

            Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bima melalui Kasi Wasdakim setempat Haerun berjanji, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera turun melakukan tinjauan langsung ke Kalimaya Resourch. “Insya Allah kalau anggota saya sudah kembali ke Bima dari Mataram-NTB, kami akan turun mengecek langsung ke Kalimaya Resourch,” janjinya kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (18/4/2017).

            Sebelumnya, pihaknya juga memperoleh informasi dari pihak Polsek Sape tentang keberadaan Mr. M tersebut. Di sana disebutkan, bahwa isteri yang bersangkutan adalah warga Negara Indonesia. “Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan turun ke sana untuk melihat Visa apa yang dipakai oleh Mr. M. namun sampai hari ini, kami belum bisa memastikan apakah Mr. M ini masuk Bima legal atau sebaliknya. Karena, kami belum turun langsung ke sana. Sebelumnya, kami juga sudah melakukan pengintaian ke sana. Waktu itu, orang asing tersebut tidak ada di tempat. Informasi tersebut, kami peroleh dari Satpam setempat,’ tandasnya.

            Kendati demikian, pihaknya juga mencatat tentang bangunan apa saja yang berdiri di Kalimaya Resourch tersebut. Diantaranya Hotel, Restaurant, Cotage, Kolam renang dan Restaurant. “Kami juga sudah mengantungi satu nama orang asing di sana. Yakni Mr. M yang merupakan suami dari Rini (warga Negara Indonesia). “Informasi sementara yang kami dapatkan, Mr. M ini adalah warga asal Jerman,” paparnya.

            Pihaknya juga belum membicarakan soal deportasi terhadap Mr. M ini. “Masalahnya, isterinya kan warga Negara Indonesia. Kita juga belum lihat data resmi disana yang disebabkan oleh kurangnya personil di Kantor Imigrasi Kelas III Bima,” pungkasnya. (TIM VISIONER)