Nampak mobil open cup berlogo BPBD menyusuri jalan berkelok tajam, sempit dan menanjak di Teniga, Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok utara (KLU). Diiringi mobil avansa warna putih. Terlihat di atas open cup, empat orang pemuda dan seorang perempuan dengan rompi berlogo BNPB, memegangi dua ekor kambing besar warna putih.

Debu berterbangan. Di saat mobil tua itu menderu menaiki tanjakan. Seketika, dengan gesit para pemuda itu menuruni mobil, dan mulai mendorong. Sayangnya, mobil tak mampu menanjak. Mereka pun pasrah dan menuntun seekor kambing yang sesekali menyeruduk itu, menuju rumah Kepala Desa Teniga, Maswandi.

“Assalumu’alaikum Pak Kades. Tolong diterima kambing ini. Hasil dari patungan temen-temen fasilitator di Lombok Utara. Mohon disembelih untuk para korban gempa di sini pak. Jangan dilihat nilainya, tapi lihatlah usaha tulus kami, untuk memperoleh dan membawa kambing ke tempat, Pak Kades, ya!” ujar Koordinator Wilayah Fasilitator Terpadu Lombok Utara, Ziat Ulhaq, ST, Sabtu (10/8) sore.

Ziat datang ke Desa Teniga didampingi Koordinator Asistensi & Supervisi Tim Pengendali Kegiatan (TPK) BPBD Provinsi NTB, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, Ramdan Nursaman (Askorwil), Asjad , SE (Askorwil), Dede Abdul Karim, SH (Korcam Bayan), Indra Priatmono, ST (Korcam Tanjung), Baiq Jamilatul Aini, ST (Fasilitator).

 “Terima kasih banyak, adik-adik fasilitator. Tak ada yang bisa kami berikan melainkan ucapan terima kasih, semoga Allah membalas segala kebaikan temen-temen fasilitator. Alhamdulillah warga kami sebanyak 852 yang menjadi Korban gempa, 100 persen sudah dikerjakan rumahnya. Berkat dampingan temen-temen fasilitator. Insya Allah semua akan segera bisa ditempati,” ujar Kepala Desa Teniga, Maswandi, didampingi beberapa tokoh masyarakat.

Maswandi langsung meminta istrinya membuatkan kopi untuk para fasilitator itu. Namun segera ditolak oleh rombongan.

“Mohon maaf pak Kades, kami harus mengantar lagi kambing yang satunya ke desa Pemenang Barat. Tadi sudah diantar satu ekor ke Desa Bentek, Kecamatan Gangga. Sekarang tinggal ke Desa Pemenang Barat. Insya Allah, lain kali kami ke sini lagi,” tolak Asjad.

Rombongan pun melanjutkan perjalanannya, tak terasa sinar matahari mulai meredup di ufuk barat. Menciptakan semburat lembayung senja, menambah indah pemandangan Kabupaten yang terkenal di dunia dengan tiga Gili (pulau) eksotis itu. Rombongan pun bersepakat merapat ke Pelabuhan Bangsal, yang merupakan pelabuhan penghubung ke tiga Gili tersebut. Untuk menikmati sejenak indahnya suasana sunset di pelabuhan.

Saat mobil kembali menyusuri jalanan, suara adzan magrib berkumandang. Tak seberapa lama gema takbir bersahutan. Tanda telah masuknya malam Idul Adha. Nampak wajah lelah rombongan berubah menjadi sendu. Para fasilitator itu pun nampak menatap kosong. Bahkan, seorang diantaranya terlihat menyeka matanya.

Diantara mereka hanya Asjad yang asli KLU. Selebihnya, berasal dari luar Kabupaten Lombok Utara. Bahkan dari luar pulau Lombok, dan selama ini tinggal bersama warga korban bencana di rumah-rumah warga korban gempa.

Sampai di Desa Tanjung puluhan anak-anak dan orang tua menyambut rombongan. Setelah menunaikan sholat magrib, acara serah terima kambing pun dilakukan. Kambing diserahkan pada perwakilan Tokoh Agama Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kabupaten Lombok Utara, TGH Haitami didampingi warga.

“Ini atas nama siapa korban kambingnya, Pak? Agar kami niatkan saat menyembelih kambingnya besuk,”Tanya TGH Haitami.

“Atas namakan saja orang paling tidak mampu di dusun ini, yang pernah berniat berqurban namun belum terwujud, Pak,” jawab Ziat Ulhaq.

Usai acara serah terima kambing, rombongan pun, menikmati kopi dan teh di sebuah hunian sementara yang terbuat dari bedek. Sebagian nampak kaget, karena ternyata itu adalah rumah Asjad yang merupakan Asisten Korwil KLU.

“Lho kok rumahmu belum di renovasi, Adinda Asjad? Bukannya masuk dalam kriteria rusak berat?” tanya Hadi Santoso

“Biarlah warga yang lain duluan, Bang. Saya belakangan saja. Setelah seluruh rumah warga selesai dibangun” jawab Asjad lirih.

Pengadaan hewan Qurban itu merupakan hasil pengumpulan sumbangan/donasi dari para Fasilitator di KLU. Sehingga terkumpul dana lebih tujuh juta. Meski sebenernya fasilitator baru menerima gaji pada tanggal 13 Agustus 2019 nanti.

“Alhamdulillah, fasilitator di KLU kompak membelikan Qurban untuk Korban Gempa di sini. Meski hasilnya hanya tiga ekor kambing. Namun, insya Allah itu merupakan bentuk kepedulian pada warga Korban Gempa KLU yang kami dampingi. Semoga tindakan hari ini, bisa lebih menyatukan hati dan langkah kami bersama Pokmas. Sehingga Rehab Rekon di KLU bisa lebih cepat lagi,” ujar Asjad.