Moment Persidangan Pembacaan Tuntutan Oleh JPU Kepada Farhan

Visioner Berita Kota Bima-Peristiwa pembunuhan terhadap Mu’amar Ramadhan oleh sahabatnya sendiri yakni Farhan Mustakim (23) pada Januari 2019, tercatat sebagai topik paling heboh se Nusa Tenggara. Korban digorok saat tidur oleh pelaku dengan menggunakan pisau kater hingga kerongkonganya terputus dan darah pun berceceran di lantai.

Kisah nyata itu amatlah tragis. Keluarga, sahabat, kerabat, teman dan kekasih korban harus berduka teramat dalam. Terkait kasus ini, keluarga korban berkali-kali menggelar aksi demonstrasi hingga memblokir jalan raya di wilayah Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Tak hanya itu, ribuan keluarga korban pun sempat menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Bima Kota. Mereka menuntut agar Farhan segera ditangkap dan kemudian dihukum seberat-beratnya.

Setelah membunuh sahabatnya itu, Fahran kemudian melarikan diri dan beberapa hari kemudian berhasil dibekuk oleh Buser Reskrim Polres Bima Kota di wilayah Kabupaten Dompu. Selanjutnya, Farhan di kerangkeng di sel tahanan Polres Bima Kota. Menariknya, selama dalam sel tahanan Polresn Bima Kota, Farhan mengaku sering didatangi oleh arwahnya korban.

Perjalanan penanganan kasus ini sedang memasuki wilayah persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Raba-Bima. Status Farhan masih sebagai tahanan Jaksa. Setelah melewati sejumlah proses persidangan, kini perkara tersebut memasuki babak penuntutan oleh pihak Kejaksaan setempat sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

persidangan pembacaan penuntutan yang dilaksanakan pada Senin (7/4/2019) itu, jaksa memberi kado kepada Farhan yakni dituntut seumur hidup. Tuntutan hukuman seumur hidup oleh JPU kepada Farhan karena terbukti melakukan pembunjuhan secara berencana terhadap korban. Tak hanya itu, Farhan dituntut hukuman seumur hidup oleh JPU karena pertimbangan bahwa peristiwa pembunuhan terhadap korban sangat meresahkan.

JPU dalam kasus menghebohkan Nusa Tenggara tersebut yakni, Syahrur Rahman, SH pun membenarkan hal itu. “Selain kasus tersebut secara berencana dan meresahkan, juga berakibatkan kepada meninggalnya korban secara tragis. Dalam kasus ini, pelaku mengakui perbuatanya dan terbukti bersalah sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karenanya, kami menuntutnya dengan hukuman seumur hidup,” tegas Sagrur.

Sidang pembacaaan tuntutan oleh JPU terkait kasus ini, dilaksanakan di ruang sidah PN Raba Bima pada Senin (7/10/2019) sekitar pukul 13.40 Wita. Moment tersebut, dipmpin oleh Ketua Majelis Hakim yakni Y. Erstanto W, SH, M.Hum yang didampingi oleh dua orang Hakim anggota (Didimus Hartanto Dendot, SH dan Horas El Cairo P, SH), JPU yakni Syahrur Rahman, SH dan Panitera Pengganti, Syahrul Alam, ST, SH.

Pada moment persidangan tersebut, Ketua Majelis Hakim, Y. Erstanto W, SH, M.Hum terlihat memberikan kesempatan kepada Kuasa Hukum Farhan untuk mengajukan Pleidoi (Pembelaan) yang akan dibacakan pada Persidangan yang akan berlangsung Senin (14/10/2019). Dalam kasus ini, Farhan dijerat dengan Pasal 340 Primair yang menjelaskan telah melakukan pembunuhan berencana dan Pasal 338 Susider pembunuhan biasa.

Catatan lainya, terdakwa telah Ditahan sejak tanggal 30 Januari 2019 sampai sekarang. Sidang selanjutnya akan digelar pekan depan yang kemudian dilanjutkan dengan agenda pembacaan pleidoi oleh Kuasa Hukumnya. Dan menurut informasi, sidang penjatuhan vonis kepada terdakwa akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2019. (TIM VISIONER)