Siti Hawa (tengah) didampingi Ardiansyah (kanan) dan Firdaus (paling kiri)

Visioner Berita Kota Bima-Di salah satu Lingkungan di Kelurahan Rite Kecamatan Raba-Kota Bima, terdapat sebuah rumah batu yang belum selesai dibangun. Namun, rumah itu sudah bisa ditempati. Rumah dengan ukuran sekitar 10x10 Meter itu, memiliki empat kamar. Mulai dari kamar tamu, keluarga, tidur hingga ke dapur. Rumah itu, sudah memiliki atap tetapi lantainya sudah diplur. Di rumah itu, juga sudah memiliki sekitar dua buah bohlam (lampu), listeriknya sudah terpasang dan juga terdapat kasur serta bantal seadanya.

            Rumah itu adalah miliki Ardiansyah, berprofesi sebagai tukang ojek sekaligus buruh pupuk. Rumah itu dibangun dari hasil keringatnya sendiri, dan diakui juga dibantu oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Rabu pagi (4/10/2017) sekitar pukul 10.00 Wita, visioner.co.id sengaja datang ke rumah yang berlokasi di RT 01/01. Tampaknya kedatangan visioner.co.id sudah diketahui terlebih dahulu oleh sejumlah warga sekitar.

        Sambutan hangat mereka, pun sangat terasa. Disamping rumah itu, berdiri seorang ibu bernama Siti Hawa dengan seorang bocah wanita mungil nan cantik. Siti Hawa adalah berstatus janda yang juga orang tua kandungnya Ardiansyah. Sedangkan bocah wanita mungil itu, adalah anak semata wayang hasil pernikahan Adriansyah dengan ERN. “Oh, Mas Rizal dari visioner.co.id ya. Silahkan duduk sambil menunggu kopi yang sedang diseduh itu. Kalembo ade (sabar) ya Nak, seperti inilah kehidupan kami di sini ,” sapa Siti Hawa dengan nada lembut.

        Perbincangan dengan seorang ibu ini, semakin menarik ketika memasuki tema wawancara tentang fakta memalukan dalam bentuk video bokep menantunya bernama ERN dengan pria lain, sebut saja IRF asal salah satu Desa di Kecamatan Hu’u-Kabupaten Dompu. Topik tentang itu, spontan saja memicu airmatanya bercucuran.

      “Astaghfirullahal Adzim, saya tahu tentang video dan foto-foto mesra setengah bugil menantu saya dengan pria lain itu. Tetapi, saya tidak pernah diperlihatkan oleh Ardiansyah. Dan, Ardiansyah sengaja menyembunyikan hal itu kepada saya,” jelas Janda yang setiap hari berprofesi sebagai tukang tenun ini.

       Atas kejadian tak senonoh sekaligus peristiwa memalukan sepanjang sejarah tersebut, dia mengaku bahwa dirinya merasa kaget, terpukul, hatinya teriris dan bahkan terluka. “Padahal yang saya tahu, ERN adalah menantu yang sangat baik terhadap saya dan keluarga yang ada. Sebelum ke Brunai Darussalam, dia sering datang ke rumah, mudah bergaul dengan tetangga dan sering memberikan sesuatu untuk warga di sekitar rumah di Rite. Tetapi, saya tidak menyangka ERN melakukan perbuatan tak lazim dengan seorang pria yang bukan suaminya. Itulah yang membuat saya tak berhenti menangis sampai sekarang,” paparnya sambil mengusap airmatanya.

        Selama Adriansyah menikah dengan ERN hingga lahir seorang anak perempuan semata wayangnya, diakuinya tak pernah ada pertengkaran dalam rumah tangganya. Ardiansyah, dikenalnya sebagai anak yang taat beragama, patuh terhadap orang tua, ulet bekerja sebagai tukang ojek dan buruh pupuk.

          “Dari hasil jerih-payahnya, dia berhasil membangun rumah ini. Jujur, tak seperakpun kontribusi dari ERN untuk bangunan rumah ini. Dan selama menjadi TKI di Brunai Darussalam hingga kembali ke Kota Bima, ERN tak pernah memberikan uang kepada suami dan anaknya. Sementara gajinya sebagai TKI telah digunakan untuk apa, kami tidak tahu,” terangnya.

         Wanita mungil nanj cantik yang merupakan putri sematang wayang Adriansyah bersama ERN, sejak bisa berbicara diakui lebih dekat dengan Bapaknya (Ardiansyah). Kemana-mana, selalu berduaan dengan ayahnya, tidak dengan ibunya. “Setelah kejadian memalukan itu, bocah mungil ini selalu menyatakan bahwa ibunya sudah menikah dengan lelaki lain. Oleh karenanya, dia sudah tidak ingin lagi berbicara tentang ibunya,” tandasnya.

        Janji ERN untuk menjadi TKI di Brunai Darusalam yakni bertujuan menafkahi keluarga, suami dan anaknya justeru tak berbanding lurus dengan fakta sesungguhnya. “Harusnya, setiap bulan ERN mengirimkan uang untuk suami dan anaknya. Namun faktanya, justeru Adriansyah yang mengirim uang untuk kebutuhan ERN di Brunai Darussalam. Bahkan terakhir, Ardiansyah mengirimkan uang Rp700 ribu untuk kepulangan ERN dari Brunai ke Kota Bima,” sebutnya.

         Kisah memalukan yang ditorehkan oleh sang menantunya dengan pria lain, juga diakuinya sudah sangat ramai dibicarakan oleh publik, tak terkecuali warga Rite. “Kendati ERN mengakui perbuatannya, memintaaf maaf dan berjanji tak akan mengulangi kembali perbuatannya-terasa sangat sulit bagi saya untuk menyatukannya kembali dengan anak saya (Ardiansyah). Sebab video dan foto-foto tak senonoh itu adalah sesuatu yang bersifat keterlaluan. Atas nama manusia dan Agama, kami memaafkannya. Tetapi, tidak untuk menerimanya kembali seperti sediakala,” tegas Siti Hawa.

          Ketika ERN kembali ke Kota Bima, pernah datang menemuinya. Dan saat itu, menantu dan mertuanya ini saling berpelukan sambil menangis. Namun sebelumnya, Siti Hawa mengaku kaget ketika ERN tiba-tiba ada di Kota Bima. Sebab, kepulangannya tidak pernah diberitahukan terlebih dahulu kepada pihaknya. Pasalnya, yang dia tahu ERN masih berada di Brunai Darussalam. Dan saat menangis dalam pelukan saya, ERN tidak pernah menceritakan apa-apa. Dan tidak pernah pula menceritakan tentang video dan foto-foto tak senonoh itu kepada saya,” tandasnya lagi.

     Sejak peristiwa memalukan itu diketahuinya hingga Ardiansyah dengan Pengacaranya melaporkan masalah itu ke Polsek Asakota-Polres Bima Kota, dia menyatakan tak pernah lagi berkomunikasi dengan ERN.

        “Saya juga tidak tahu lagi kemana dia menghilang. Tetapi, Ardiansyah sempat cerita bahwa isterinya pernah menelephone kakak iparnya. Kepada kakak iparnya, ERN sempat menangis, mengakui perbuatannya, meminta maaf dan kemudian berjanji tak akan mengulanginya lagi perbuatannya. Dan kepada kakak iparnya itu, ERN mengaku bahwa sekarang berposisi di Kota Bima. Namun cerita lain, menyebutkan bahwa beberapa hari lalu ERN dengan IRF berada di Bus angkutan umum dari Sila menuju Dompu,” katanya.

        Singkatnya, sebagai ibu kandungnya Ardiansyah sekaligus mertuanya ERN, Siti Hawa menitip dua harapan besar terkait kasus tak terpuji antara ERN dengan IRF. Yakni memproses kedua pelaku sesuatu aturan yang berlaku dan Ardiansyah harus menceraikan isterinya setelah adanya keputusan hukum yang ingkrah dalam kasus itu.

         “Komunikasi sebagai manusia dan atas perintah Agama, tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sementara ruang negosiasi yang mengarah kepada toleransi atas kasus itu, sesungguhnya sudah tidak ada. Kami tak ingin bermain hakim sendiri, kecuali tunduk, patuh dan taat pada hukum yang berlaku. Dan saya tegaskan lagi, untuk putri semata wayangnya ini biarkan tetap hidup di Rite bersama saya dan babaknya,” pungkasnya. (Rizal/Must/Buyung/Wildan/IK/FHM)