Bandar Ganja Berinisial CM (kiri berbaju cream)

Visioner Berita Kota Bima-Kasus tertangkapnya bandar ganya hampir 1 Kg berinisial CM oleh Buser Narkoba Polres Bima Kota beberapa hari lalu, hingga kini masih menjadi trend topik khususnya di Bima. Betapa tidak, peistiwa pembekukan terhadap CM merupakan yang terbesar kedua setelah pengungkapan kasus ganja lebih dari 1 Kg oleh pihak Polsek Rasanae Barat-Polres Bima Kota sebulan silam. Hanya saja, dalam kasus ini suami-istri telah dinyatakan secara resmi sebagai DPO.

Proses penangananan terhadap CM ini, diakui berjalan lancar. Kasat Narkoba Polres Bima Kota, Iptu Masdidin, SH menegaskan bahwa penanganan kasus tersebut sudah memasuki wilayah penyidikan. Sementara status CM, diakuinya pula telah dinyatakan sebagai tersangka dan berstatus ditahan. “Iya, CM telah ditetapkans ebagai tersangka dan sudah ditahan secara resmi di sel tahanan Polres Bima Kota,” tegas Masdidin kepada Visioner, Sabtu (9/11/2019).

Dalam kasus ini jelas Masdidin, CM diancam dengan hukuman penjara selama 12 tahun dan denda R800 juta sesuai ketentuan pasal 111 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009. Ditanya apakah pihak jasa penghiriman tidak akan dimintai keteranganya walau sebagai saksi dalam kasus ini, Masdidin menyatakan bahwa pelaku dibekuk di luar area jasa pengiriman dimaksud. “Bandar ganja tersebut diancam dengan hukuman pidana selama 12 tahun penjara sesuai ketentuan dalam UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba pasal 111 ayat 1. Soal pihak jasa pengiriman tersebut, bisa saja akan dimintai keteranganya sebagai saksi,” tegas Masdidin.

Pengungkapan kasus ganja hampir 1 Kg tersebut, diakuinya menambah deretan keberhasilan Sat Narkoba Polres Bima Kota selama tahun 2019. Hingga saat ini, diakuinya sudah tercatat 50 kasus Narkoba baik dalam bentuk Sabu maupun ganja yang berhasil diungkap oleh pihaknya. Artinya, keberhasilan tersebut telah jauh melampaui target yang diberikan kepada pihaknya oleh mabes Polri yakni sebanyak 4 kasus dalam setahun. “Dan angka keberhasilan tersebut telah melewati pengungkapan tahun 2018 yang hanya 48 kasus. Tahyun 2019 ini, tidak tertutup kemungkinan adanya pengungkapan kasus Narkoba di wilayah hukum Polres Bima Kota,” paparnya.

Perang melawan peredaran Narkoba baik dalam bentuk ganja maupun Sabu di daerah ini tegasnya, tak ada istilah kata berhenti apalagi menyerah. Bima diakuinya pula sebagai salah satu daerah yang dijadikan sebagai pasar menjanjikan oleh sindikat Narkoba jika merujuk pada intensitas pengungkapan yang dilakukan oleh pihaknya. “Kerjasama yang baik dengan semua pihak termasuk wartawan, merupakan hal mutlak guna memerangi peredaran Narkoba di daerah ini,” pungkasnya. (TIM VISIONER)