Inilah IRF dan ERN dengan Video esek-eseknya

Visioner Berita Kota Bima-Bejat, itu kalimat yang pantas diarahkan kepada Irf (35), warga asal salah satu Desa di Kecamatan Hu’u-Kabupaten Dompu dengan ERN (21), warga asal salah satu Kelurahan di Jatibaru-Kota Bima. Irf diketahui berstatus sebagai duda. Sementara ERN, terungkap masih menjadi isteri sahnya seorang tukang ojek bernama Ardiansyah yang juga warga asal Jatibaru.

            Bejatnya, ada video esek-esek antara IRF dengan ER. Video tersebut, ada yang berdurasi beberapa detik dan 16 menit. Kedua pelaku bejat ini, diduga merekam video esek-eseknya di salah satu rumah warga di Jatibaru sekitar seminggu yang lalu. Atas kejadian tersebut, sang suami melalui Pengacaranya yakni Bambang Purwanto SH, MH-secara resmi melaporkannya ke Polsek Asakota-Polres Bima Kota, Sabtu (30/9/2017). “Ya, kami sudah melaporkan kedua pelaku ke Mapolsek Asakota,” ungkap Bambang Purwanto SH, MH kepada visioner.co.id, Minggu (1/10/2017).

            Selain video esek-esek, pihaknya juga memiliki foto tak wajar keduanya dengan jumlah lebih dari empat lembar. Dan foto tersebut, kini telah disimpan dan diserahkan ke piak penyidik Polsek Asakota. “Video esek-esek dan beberapa lembar foto tak wajar itu, juga sudah kami serahkan ke penyidik,” terang Bambang.

            Baik IRF maupun ERN, adalah mantan TKI di Brunai Darussalam. Keduanya menjadi TKI di sana selama sekitar satu tahun lebih. Karenanya, Bambang mencurigai bahwa keduanya melaksanakan hubungan terlarang sejak menjadi TKI di Brunai Darusaalam dan kemudian berlanjut ke Kota Bima. “Berpijak pada Video esek-esek dan foto tak wajar itu, kami mencurigai bahwa keduanya sudah berkali-kali melakukan hubungan terlarang. Tak ada kata atau kalimat yang pantas untuk diarahkan kepada keduanya, kecuali bejat,” timpal Bambang.

            Bambang kemudian mengungkap kronologis sehingga bisa mendapatkan video esek-esek dan foto tak wajar kedua pelaku. Menurut Bambang, sang suami ERN mencurigai adanya hubungan spesial kedua pelaku melalui SMS. Atas kecurigaan tersebut, sang suami akhirnya melakukan penelusuran lebih jauh.

“Selain mendengar adanya informasi dari warga, sang suami juga membongkar Handphone (HP) milik isterinya. Waktu isterinya ke pasar, akhirnya sang suami membongkar HP itu dan kemudian melihat adanya video esek-esek dan foto mesra antara isterinya dengan IRF. Dan selanjutnya, sang suami menyita HP sang isteri sampai sekarang,” terang Bambang.

            Menariknya, sejak sang suami menyita hingga mengetahui kasus tersebut, ERN sudah tiga hari dengan sekarang sudah berada di rumah IRF di Hu’u-Dompu. Kendati demikian, Bambang menegaskan, keduanya tak akan bisa lari dari jeratan hukum.

       “Oleh karenanya, kami harap Polisi segera menangkap keduanya setelah berkas pemeriksaan terhadap pelapor usai dituntaskan. Ini kasus bejat, dan keduanya telah dilaporkan sesuai pasal Perzinahan. Sekedar catatan penting, ERN adalah warga Asal Kelurahan Jatibaru-Kota Bima. Ardiansyah dengan ERN menikah sekitar dua tahun silam dan sudah memiliki seorang anak perempuan,” tandas Bambang.

            Menurut Bambang, atas kasus tersebut kedua pelaku diancam dengan dua pasal sesuai ketentuan KUHP. Yakni Perznahan dan Pornografi. “Merujuk pada Video dan foto-foto di maksud, selain perzinahan-keduanya juga melakukan pornografi. Untuk kasus pornografinya, diancam dengan hukuman lima tahun penjara. Yang perlu ditegaskan, ERN adalah isteri sahnya Ardiansyah. Dan sebelum kejadian biadab itu berlangsung, Ardiansyah sedikitpun tidak pernah berniat untuk menceraikan isterinya,” tegasnya lagi.

            Kepergian isterinya menjadi TKI di Brunai Darussalam, diakuinya atas restu Ardiansyah pula. Tujuannya, lebih kepada mencari nafkah untuk keluarganya. “Suami manapun di dunia ini, tak ada yang menghendaki isterinya untuk melakukan hal-hal biadab dengan orang lain. Tetapi faktanya, justeru berbeda dengan ERN. Maksudnya, disaat cinta kasih sang suaminya masih sangat kental, justeru dia melakukan hubungan bejat dengan pria lain. Oleh karenanya, kami berharap agar Polisi segera menangkap dan mengkrangkeng keduanya,” desak Bambang.

            Secara terpisah, Kapolres Bima Kota melalui Kapolsek Asakota Iptu Ahmad Lutfi Hidayat SH, memebnarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Laporan tersebut, daikuinya diterima oleh pihaknya pada Sabtu (30/9/2017). “Selain melaporkan kasus itu, pelapor juga sudah menyerahkan rekaman video esek-esek kedua pelaku kepada penyidik. Soal apakah ada foto mesra keduanya yang diserahkan oleh pelapor ke penyidik, akan saya tanyakan lagi ke penyidiknya,” sahut Lutfi, Minggu (1/10/2017).

            Jelas Lutfi, pihaknya belum mengetahui secara persis tentang tentang Tempat Kejadian Perkara (TKP) bagi berlangsung video esek-esek keduanya. “TKPnya belum jelas, tetapi akan kami telusuri. Mudah-mudahan saksi korban, akan mau membongkar dimana TKP itu berlangsung. Baik IRF maupun ERN, belum dilakukan pemanggilan. Sebab, kasusnya masih berstatus penyelidikan. Keduanya akan dianggil setelah kami menuntaskan laporan dari pelapor. Namun yang pasti, kasus ini akan tetap kami tangani secara serius,” janjinya.

            Untuk memastikan pasal mana dalam KUHP yang dilanggar oleh kedua terlapor, hingga detik ini, pihaknya belum bisa memastikannya. Sebab, penyidik masih bekerja secara serius menangani laporan dari pihak pelapor. “Untuk itu, semua pihak diharapkan tetap bersabar. Sebab, kami masih menangani kasus ini. Yakin saja, semuanya akan terungkap secara terang-benerang pada saatnya nanti,” papar Lutfi. (TIM VISIONER)