Dandi 1608 Bima di MTSN Kota Bima/kiri (2/1/2017)

 

Visioner Berita Kobi-Nama Tentara Nasional Indonesia (TNI), sangat harum di Kota Bima, baik pada kejadian bencana pertama (21/12/2016), bencana banjir bandang kedua (23/12/2016) yang menimpa Kota Bima dan masyarakatnya, hingga saat ini. Peran TNI juga terlihat dalam penyampaian informasi menggunakan tenaga Babinsa, evakuasi korban bencana, penyerahan bantuan berupa beras, pakaian layak pakai, obat-obatan dan tenaga medis, hingga terlibat aktif pada konteks membersihkan lingkungan pasca bencana banjir bandang.

            Ratusan personil TNI baik angkatan Darat, Angkatan Udara maupun angkatan laut, juga juga hadir untuk dan atas nama peduli terhadap bencana banjir yang menimpa Kota Bima dan masyarakatnya. Kini TNI, masih terus bergerak berkinerja untuk dan atas nama pengabdian nyata pada seluruh wilayah untuk membersihkan lingkungan, termasuk di dunia pendidikan.  

            Senin (2/1/2017), selain di sejumlah wilayah, wartawan baik cetak maupun elektronik, menemukan puluhan anggota TNI dan Dandim 1608 Bima Letkol Yudi L. H, sedang melakukan pembersihan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) Kota Bima yang dihajar bencana banjir bandang.

            Dunia pendidikan dibawah payung Kementerian Agama (Kemenag) tersebut, telah dipenuhi lumpur. Di lantai satunya, dipenuhi lumpur setebal sekitar 30 CM, seluruh barang berharga hingga arsipnya juga lenyap terendam banjir. Pihak sekolah setempat mengaku, puluhan miliar rupiah kerugian yang dialaminya atas bencana banjir bandang tersebut.

            Dandim 1608 Bima Letkol Yudi L. H yang dimintai komentarnya menjelaskan, pihaknya terus bergerak membantu korban banjir bandang di Kota Bima. Selain pembersihan lingkungan warga, jalan raya, seluruh sekolah di Kota Bima juga terus disentuh oleh pihaknya dengan menggunakan ratusan personil yang diterjunkan dan tersebar di seluruh wilayah di Kota Bima.

            “Selain di tempat lainnya, semua sekolah juga sentuh dengan upaya kebersihan. Prinsip utamanya, semua wilayah kami sentuh. Demikian pula halnya dengan seluruh sekolah yang terkena banjir bandang. Semua sekolah kita sentuh walaupu belum sepenuhnya bersih supaya ada itikad baik dari pemerintah untuk pembersihan sekolah,” jelasnya di MTSN Kota Bima, Senin (2/1/2017).

            Dari sekian kegiatan tersebut, diakuinya bahwa pihaknya membagi-bagi tugas. “Kalau pembersihan di tempat lain sudah selesai, kami alihkan kegiatan ke tempat yang belum dibersihkan. Sepertinya dari kegiatan ini, sekitar empat hari lagi, semuanya bisa diselesaikan dengan seluruh personil yang dikerahkan,” ujarnya.

            Perihal pembersihan dunia pendidikan yang dilakukan oleh pihak, Yudi mengaku adanya kekurangan air bersih. “Karenanya, kalau bisa di setiap sekolah itu sudah harus ada sumur airnya. Itu akan lebih mudah untuk membersikan sekolah-sekolah. Kalau memang tidak ada, kita bisa minta bantuan kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan menggunakan mobil tangkinya,” terangnya.

            Pasca adanya permintaan Mendikbud saat mengunjungi Kota Bima pasca banjir bandang agar TNI membantu secara aktif membersihkan dunia pendidikan yang dihantam banjir, Yudi kemudian menyatakan, target pembersihan tersebut akan dilakukan sampai dengan (3/1/2017). “Tagertnya sampai dengan tanggal 3 Januari 2017. Tapi, kita lihat dulu siatuasinya. Tetapi, rata-rata hampir 80 porsen sekolah sudah dibersihkan dan bisa digunakan. Itu khususnya di ruang kelasnya,” tandasnya

            Yudi kemudian menjelaskan, jumlah anggota yang diterjunkan dan tersebar di seluruh dunia pendidikan di Kota Bima terkait pembersihan sekitar 500 orang. “Namun karena dampak bencana ini sangat luas, jadi mohon dimaklumi. Orang Bima bilang, ya kalembo ade (sabar). Ratusan anggota TNI yang terlibat pasca bencana ini, ada yang dari Mataram hinga Bali-Nusra. TNI bukan saja terlibat pada tahapan pembersihan, tetapi juga sejumlah hal penting lainnya pasca bencana banjir bandang di Kota Bima,” terangnya.

            Anggota TNI yang dari Mataram katanya, semuanya dilibatkan untuk pembersihan seluruh dunia pendidikan di Kota Bima. “Karena itu adalah pelayanan untuk anak-anak kita agar segera kembali masuk sekolah setelah beberapa hari diliburkan secara total lantara bencana bannjir bandang. Untuk di Bataliyon Kesehatan (Yonkes) yang ada Rumah Sakit Lapangan (YSL), mereka bekerja melakukan penyemprotan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan,” tuturnya.

            Selama melakukan upaya pembersihan tersebut, Yud mengaku banyak menemukan hambatan dan tantantang. Antara lain, jumlah truk pengangkut sama yang dirasakan masih sangat kurang. “Tantangannya banyak sekali, terutama soal truk pengangkut sampah. Sekarang, kan agak lebih udah dbandingkan sebelumnyan bahwa kegiatan kita belum stabil. Maksudnya, rata-rata tidak stabil, pemerintah juga berhenti, kita juga harus mencari sumber logistik dan lainnya,” ungkapnya.

            Soal bantuan truk pengangkut sampah yang dianggap masih sangat kurang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima diakuinya sudah membangun koordinasi dan perminta bantuan kepada sejumlah daerah di Pulau Sumbawa. Antara lain, Kabupaten Dompu dan ada juga yang dari Sumbawa. “Itu dikoorfdinir langsung oleh Pemkot Bima daam hal mensuprting (membantu). Sebab, Pemkot Bima juga masing-masing punya terget,” katanya.

            Terkait upaya yang dilakukan oleh pihak TNI terkait bencana yang melanda Kota Bima dan masyarakatnya, dari awal berada di seluruh lingkungan masyarakat di daerah ini pula. “Ya, itu memang benar adanya. Namun, sekarang kita sudah bagi-bagi tugas. Untuk kegiatan yang sifatnya berat, TNI yang jadi target utamanya adalah sekolah-sekolah. Sedangkan pihak Kepolisian, tergetnya adalah Puskesmas, pembersihan tu targetnya Dinas Kebersihan dan nantinya kita suport juga. Semua lini kita suport apa saja yang bisa kita bantu,” pungkasnya. (Rizal)