Kasek SDN 21 Kota Bima, Drs. H. Mustamin Ibrahim

Visioner Berita Kota Bima-SDN 21 Kota Bima, terletak di wilayah Kelurahan Sarae. Dulu, sekolah ini dikenal agak biasa-biasa saja (dari sisi infrastrukturnya). Dulu, di sekolah ini tak memiliki Perpusatakaan dan Musholah yang memadai. Namun, sekolah tersebut memiliki tampilan yang berbeda (ada perubahan signifikan).

Misalnya, Msholanya sudah bagus dan telah pula digunakan. Perpusataannya juga sudah berubah, demikian juga dengan bangunan beberapa ruangan di bagian selatannya yang kini sudah tampil sempurna. Hal tersebut, diakui sebagai bagian terbesar dari kiprahnya Drs. H. Mustamin Ibrahim selama menjadi Kepala Sekolah (Kasek) SDN 21 Kota Bima.

Ternyata sekitar 5 tahun sudah Mustamin menjadi Kasek setempat, tertanggal 31 Desember 2017 dia akan pensiun. Namun sebelum pensiun, Mustamin telah menorehkan banyak kisah keberhasilan untuk sekolah tersebut. Berikut catatan tentang sejumlah pfrestasi yang dicetak oleh SDN 21 Kota Bima selama kepemimpinan Mustamin.

Beberapa hari lalu (11/2017), bocah-bocah SDN 21 Kota Bima, sukses menggegerkan NTB dengan sebuah prestasi yang sangat gemilang. Prestasi tersebut adalah menggondol beberapa piala dan penghargaan pada event bertemakan “Genderang Merah Putih” tingkat SDN se NTB oleh pihak Universitas Mataram-NTB tahun 2017. Selama event berlangsung yang cukup ketat itu, Marchine Band Gita Nada 21 milik SDN 21 Kota Bima berhasil menjadi juara I pada mada lomba Display, juara I Favorit se NTB, juara II pada mata lomba jenderal Efek dan juara II pada mata loma kostum terbaik.

Kepada visioner.co.id di ruang kerjanya, Mustamin mengaku, prestasi yang telah diraih olehb tersebut merupakan kado akhir jabatannya sebelum penisun. “Alhamdulillah, kita semua harus beryukur atas prestasi gemilang yang diraih oleh Marchine Band Gita nada 21 ini. Ini merupakan hadiah yang kami persembahkan sebelum saya penisun,” jelas Mustamin, Senin (20/11/2017).

Prestasi yang diraih dalam kaitan itu, diakuinya sebagai bentuk adanya semangat, kerja keras para siswa yang terlibat didalamnya, termasuk adanya dorongan dari orang tuanya (wali murid) serta seluruh pelajar yang ada di SDN 21 ini. “Terdapat 70 peserta SDN 21 yang mengikuti event tersebut, 80 orang wali murid dan sisanya adalah guru-guru yang ada di SDN 21 ini. Jadi, total yang berangkat ke Mataram-NTB adalah sebanyak 150 orang. Sekali lagi, terimakasih atas doa dan dukungan semua pihak atas prestasi gemilang yang diraih oleh SDN 21 Kota Bima ini,” tutur Mustamin.

Atas prestasi yang diraih oleh anak-anak SDN 21 Kota Bima tersebut, Mustamin mengaku belum tahu tentang bentuk hadiah atau persembahan lain dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bima. Namun sebelumnya, diakuinya bahwa Wakil Walikota Bima pernah berjanji akan memberikannya. “Sebelum anak-anak mengikuti event tersebut, memang ada janji dari Pemkot Bima. Oleh karena itu, ya kita tunggu saja,” harapnya.

Mengikuti kegiatan lomba yang sama di Mataram-NTB, juga dilaksanakan oleh SDN 21 Kota Bima. Itu diakuinya, berlangsung pada 2016. Hasilnya, SDN 21 Kota Bima hanya berada pada urutan ketiga (juara III). Itu dfiakuinya sebagai event pertamakali yang diikuti oleh Marchine Band milik SDN 21 Kota Bima.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya kami terus belajar, mengasah anak-anak hinga menyewa pelatih dari Jawa yang dibiayai dana yang dikumpulkan oleh guru-guru termasuk para Wali Murid. Hasilnya, tahun 2017 ini, Alhamdulillah Marchine Band Gita Nada 21 Kota Bima berhasil meraih empat prestasi gemilan. Dua medali emas dan tiga perak, berhasil diraih oleh SDN 21 Kota bima pada event yang diselenggarakan oleh Unram tahun 2017,” terangnya.

Mustamin kemudian menjelaskan tentang apa yang menjadi motivasinya, sehingga SDN 21 Kota Bima berhasil meraih prestasi gemilang dimaksud. Diantaranya, dirinya ingin meletakan landasan terbaik di SDN 21 Kota Bima. Karena, dirinya mendapatkan pendidikkan SDN 21 yang dulu bernama Bima VI. “Kedua, saya menjadi guru selama 13 tahun. Dan menjadi Kasek buat saya, ini tahun yang ke sembilan. Sementara 31 Desember 2017 ini, saya sudah pensiun,” ujarnya.

Prestasi yang diraih tersebut, tak membuatkanya harus merasa puas, kecuali bersyukur. Sebab, dia mengaku masih ingin terus berjuang untuk SDN 21 Kota Bima ini. “Sebelum menguikuti event dimaksud, sesi latihan yang dilakukan oleh Group Marchine Band Gita nada 21 ini, hanya berlangsung tiga minggu. Selama tiga minggu tersebut, anak-anak melaksanakan latihan pada pagi, sore dan malam. Yang melatihnya, kita bayar seorang pelatih dari Jawa.  Dari perjuangan keras tersebut, Alhamdulillah kami berhasil meraih prestasi gemilan ini,” ulasnya.  

Setelah meraih prestasi gemilang tersebut, Group Marchine Band Gita Nada 21 ini, tahu depan (2018) direncanakan akan mengikuti kompetisi yang sama di Denpasar Bali (tergantung dari jadwal). Kegiatan yang direncanakan akan dilangsungkan di Denpasar-Bali tersebut, itu tingkat Nusa Tengara dengan tema yang sama,  yakni “Genderang Merah Putih”.

Pada 2016 ungkapnya, Group Marchine Band Gita nada 21 ini, juga diundang ke Bali. Hanya saja, kegiatan tersebut tidak diiuktinya. Karena, pada saat itu Kota Bima dilanda oleh banjir bandang. “Group Marchine Band Gita nada 21 ini, saat itu tidak bisa ke Bali karena semua peralatan hancur dihajar oleh banjir bandang,” tandas Mustamin.

Untuk Group Marchine Band Gita nada 21 ini, Mustamin menitipkan sejumlah pesan sebelum dirinya penisun dari Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Untuk anak-anak ini, teruslah berjuang untuk terus meraih kemenangan dan meletakan landasan untuk masa depan yang lebih baik, termasuk pada sisi akademicnya (ilmu pengetahuan). Selain itu, saya juga berterimakasih kepada seluruh guru, siswa SDN 21 Kota Bima dan para Wali Murid yang telah memberikan telah memberikan motivasi besar sehingga sekolah ini sukses meraih sejumlah prestasi gemilang,” ucapnya.

Tak hanya itu, Mustamin juga mengucapkan terimakasih kepada guru-guru SDN 21 Kota, para wali Muridn yang telah berpartisipasi memberikan sumbangan yang digunakan untuk biaya transportasi serta akomodasi saat kegiatan di Mataram NTB dimaksud.

“Biaya transportasi untuk ke Mataram, itu dari sekolah, sumbangan dari seluruh guru yang ada, dan ada pula sumbangan dari Wali Murid. Kaalau biaya dari Dinas Dikpora Kota Bima sejak berangka hingga berada di Mataram, itu tidak ada. Tetapi karena kita terlambat memasukan proposal, Pemkot Bima akan memberikan biaya pada januari 2018. Tetapi tahun lalu (2016), kami diberikan dana pembinaan sebesar Rp2 juta. Insya Allah, juga akan ada biaya pengganti selama kegiatan lomba yang diberikan oleh Pemkot Bima. Sebab, sudah ada janji untuk itu,” sebutnya.

Sementara penghargaan khusus dari Pemkot Bima untuk anak-anak yang telah menunjukkan prestasi gemilang ini, Mustamin mengaku tidak berani berharap terlalu banyak. Tetapi tegasnya, paling tidak SDN 21 Kota Bima telah menunjukkan sebuah kebanggaan besar untuk Kota Bima ini. Kemungkinan nantinya, Pemkot Bima akan memberikan yang terbaik buat anak-anak ini. Sebab, anak-anak ini sudah mengukir tinta emasnya untuk Kota Bima pula.

Kedepannya, saya berharap agar adanya insentif dari Pemkot Bima dari sisi pembiayaan untuk anak-anak yang berhasil ini. Sehingga, pembiayaan yang akan diberikan tidak sampai pada saat event berlangsung alias tiba masa tiba akal. Dan kegiatan Group Band Gita Nada 21 ini, dapat dilaksanakan secara rutin tiap bulannya-menjadi kegiatan ekstra kurikuler. Jika itu dilakukan, maka pelaksanaan kegiatannya akan berlangsung efektif. Dengan cara itu pula, maka pelatihnya pun bisa dihadirkan setiap bulan untuk membina anak-anak ini,” tegasnya.

Suportivitas Pemkot Bima pada sisi pembiayaan tersebut harapnya, bukan hanya berlaku Group Marchine Band 21, tetapi juga untuk semua prestasi yang diraih oleh seluruh sekolah yang ada di Kota Bima pula. “Dalam waktu segera, SDN 21 Kota Bima akan melaksanakan kegiatan Cerdas Cermat setelah mengalahkan seluruh SDN yang ada. Jadi, yang dibutuhkan adalah motivasi dalam bentuk kongkriet,” pungkasnya. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)