HM. Lutfi Iskandar, SE

 

Visioner Berita Bima-HM. Lutfi Iskandar, SE adalah anggota DPR-RI asal partai Golkar yang juga darah asli Bima. Aktivis jalanan sebagai penentang Rezim Orde Baru (Orba) di zaman Presiden Suharto itu, sudah dua periode dengan sekarang berada di Komisi VIII DPPR-RI yang dikenal dengan “Komisi Air Mata”.

            Pria berpenampilan apa adanya, dekat dengans eluruh elemen, komunikatif dan kental dengan nilai kesolehan sosialnya ini, juga telah banyak memberikankontribusi bhagi pembangunan NTB, termasuk di Kota dan Kabupaten Bima. Antara lain, soal Embarkasi Haji dan memperjuangkan penanganan pra dan pasca bencana. Lepas dari itu, Tokoh muda Bima yang kadang kritis ini, juga seringkali melaksanakan kewajibannya dalam program Empat Pilar Kebangsaan (EPK).

            Pelaksanaan kegiatan EPK ini, sukses dilaksanakannya hingga saat ini. Selasa (14/2/2017), Lutfi kembali menggelar kegiatan EPK yang dilaksanakan di Hotel La Ila-Kota Bima. hadir pada moment tersebut, Wartawan dari berbagai media massa, LSM dan LPM. Acara tersebut          , dilaksanakan atas kerjasamanya dengan salah satu Media Online Bima.

            Menariknya, pada moment yang dihadiri oleh lebih dari seratus personil peserta tersebut, Lutfi lebih dominan menyoroti kinerja media massa, khususnya di daerah yang cenderung mengabaikan etika Jurnalistik dan profesionalisme.

            “Kadang-kadang hanya bicara biasa (kelakar) di warung-warung, langsung dijadikan sebagai berita dan kemudian dijadikanj sebagai topik utama (headline). Saat saya bilang itu off the record, akhirnya dimuat juga jadi berita. Ini yang saya alami di Bima. Makanya, kadang-kadang saya panas-dingin (meriang) kalau duduk dengan wartawan di Bima,” ungkap Lutfi.

            Media massa, pun diakuinya sebagai corong rakyat. Karenanya, dituntut harus mampu menempatkan dengan seluruh elemen bangsa. Untuk itu, Media massa tidak boleh berpihak kepada siapapun. “Keberpihakan media massa adalah kepada kebenaran dan keadilan,” terangnya Tokoh yang akan ikut daalam Pilkada Kota Bima periode 2018-2023 ini.

            Maju dan mundurnya suatu bangsa, diakuinya juga sangat ditentukan oleh peran media massa. Ketika media massa memproduksi informasi dengan baik sesuai amanat UU Pers nomor 40 tahun 1999 berikut Kodek Etik Jurnalis yang tetrtuang dalam regulasinya, tentu saja bangsa dan negara ini akan terus berkembang. Tetapi sebaliknya, justeru bangsa dan negara ini akan mengalami kemunduran di berbagai aspek. “Lantas siapa yang bilang bahwa Pers tidak memiliki peran soal maju dan mundurnya bangsa dan negara,” tanyanya.

            Seorang jurnalis, harus memberikan informasi yang akurat. Tidak boleh memberikan informasi sesat atau informasi yang akan menimbulkan konflik berkepanjangan. Karena, Informasi itu, sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

            “Maksudnya, informasi tentang peristiwa, budaya, hukum, korupsi dan kinerja-kinerja eksekutif maupun legislatif," jelasnya. Singkatnya, Lutfi kemudian mengharapkan agar pihak eksekutif dan legislatif baik di pusat maupun di daerah, tidak alergi terhadap kritikan dari para pekerja media. "Jika kritikan itu membangun, seharusnya eksekutif maupun legislatif berterimakasih kepada media massa,” desaknya. (Rizal)