AKP Afrizal (kanan) saat memperlihatkan surat tugas kepada Latif sebelum pembongkaran gudang

Visioner Berita Kota Bima-Usai Sholat Jum’at (6/9/2017), pihak Polres Bima Kota melalui Sat Reskrim dibawah kendali Kasat AKP Afrizal SIK menerima sebuah informasi penting dari masyarakat. Laporan tersebut, menyangkut ancaman bagi anak bangsa. Karenanya, Afrizal yang didampingi Kanit Pidum Ipda Rejoice Manalu S.Tr.K dan kanit Tipiter serta Tim Opsnal dan Tim Identifikasi-langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

            Tiba di TKP di depan penggilingan padi di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota-Kota Bima, Polisi langsung membongkar gudang UD Bima Sakti Persada. Liputan langsung sejumlah Wartawan baik Online, Cetak maupun elektronik melaporkan, gudang tersebut dibongkar karena didalamnya terdapat barang-barang expire dengan jumlah yang tidak sedikit. Maksudnya, jumlah barang-barang yang expire tersebut hampir setengah gudang.

            Barang-barang yang sudah kadaluarsa tersebut, yakni makanan ringan, minuman anak-anak yang salah satunya Teh Kita, bedak bayi, mie instant, biskuit, minyak goreng, minuman segar dan lainnya. Anehnya, barang-barang yang sudah kadaluarsa tersebut, disimpan bersamaan dengan barang-barang yang yang belum memasuki masa kadaluarsa.

            Sebelum gudang dibongkar, terjadi ketegangan antara Polisi dengan Manager UD Bima Sakti Perkssa yakni Abd Latif. Pemicunya, Latif meminta surat tugas kepada Polisi sebelum pembongkaran gudang berlangsung. “Tidak bisa maen bongkar begitu. Saya laporkan dulu ke Bos di Mataram. Dan mana surat tugas anda,” pinta Latif kepada Kasat Reskrim AKP Afrizal.

            Namun Afrizal menanggapinya secara dingin, usai surat tugas ditunjukan-spontan saja Latif tak bisa berbuat banyak dan kemudian mempersilahkan polisi melakukan pengecekan seluruh isi gudang tergolong besar itu. Lucunya, Latif hanya mengaku bahwa barang yang sudah kadaluarsa, hanya ada disamping pintu masuk sebelah kanan. “Hanya itu saja barang yang kadaluarsa, pak. Barang-barang kadaluarsa tersebut, kami sudah laporkan kepada pabriknya. Bukti laporan ke pabrik juga ada di tangan kami,” katanya.

            Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata bukan saja di bagian kanan pintu masuk gudang saja yang kadaluarsa. Tetapi, hampir separoh di lantai satu dan di lantai duanya juga terdapat barang-barang yang sudah kadaluarsa. “Barang-barang kadaluarsa tersebut, hampir setengah gudang. Ada yang kadaluarsa sejak tahun 2015, 2016 dan sebelum September 2017,” ungkap Afrizal.

            Upaya pengecekan barang-barang yang sudah kadaluarsa tersebut, tercatat berlangsung berjam-jam lamanya. Selain mendokumentasikan barang-barang kadaluarsa tersebut, Polisi juga melakukan pemasangan police lain.

        “Manager Perusahaan tersebut, terkesan plintat-plintut. Katanya barang yang kadaluarsa hanya disamping kanan pintu masuk. Nyatanya, hampir setengah dari barang-barang yang ada di lantai satu dan lantai dua sudah kadaluarsa. Lucunya, penyimpanan barang kadaluarsa dengan yang belum memasuki masa expire justeru disatukan. Mestinya, yang kadaluar dan sebaliknya harus dipisahkan. Karenanya, diduga barang kadaluarsa itu sudah ada yang dipasarkan,” duganya.

            Barang-barang kadaluarsa tersebut, hingga sekarang masih dihitung jumlanya oleh Polisi. Setelah itu,  langsung diangkut ke Mapolres Bima Kota untuk diamankan. Tugas Polisi yang dibantu oleh sejumlah karyawan Perusahaan tersebut, bukan hanya menghitung jumlah barang yang kadaluarsa. Tetapi, juga membantu mengangkutnya di atas mobil box yang kemudian dibawa ke Mapolres Bima Kota.

“Suasana gudangnya sangat panas, anak-anak buah saya sudah keringatan semua. Itu semua kami lakukan demi menyelamatkan anak bangsa dari ancaman barang yang sudah kadaluarsa ini,” tegas Kasat Reskrim.

            Sementara alasan Latif meyantukan penyimpanan barang-barang yang sudah kadaluarsa dengan yang belum memasuki masa expire itu karena alasan tempat yang tak memungkinkan, justeru ditanggapi dingin oleh Kasat Reskrim. “Itu kan menurut dia, tetapi laporan Polisi terkait kasus ini ada ditangan kami. Untuk membuktikan pernyataan Latif apakah barang kadaluarsa tersebut belum diedarkan atau sebaliknya, tentu saja kita akan tahu pada tahapan pemeriksaannya nanti,” paparnya.  

            Masih dalam liputan langsung sejumlah awak media, proses pembongkaran barang kadaluarsa tersebut, juga melibatkan Lurah Jatiwangi Kecamatan Asakota Muhammad Saleh S.Sos. Menyatukan penyimpanan barang kadaluarsa dengan yang belum memasuki masa expirenya itu kata Sale, diduga sebahagian yang kadaluarsa sudah diedarkan di sejumlah wilayah.

“Perusahaan tersebut memiliki pasar di tiga wilayah di Pulau Sumbawa. Yakni, Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Sementara jumlah barang yang sudah kadaluarsa, itu hampir setengah kudang. Kalau semuanya diedarkan, tentu saja akan menjadi racun bagi masyarakat termasuk di Kota Bima,” tegasnya.

         Dia mengaku mendengar adanya ninformasi yang menyebutkan adanya barang-barang kadaluarsa yang telah dimusnahkan oleh Perusahaan tersebut. Proses pemusnahannya, dilakukan beberapa bulan lalu. Hanya saja, proses pemusnahannya, tidak pernah melibatkan pihak Lurah setempat. “Perusahaan ini, memang memiliki kelengkapan izin. Namun, tak memiliki papan nama. Kami sudah mendesaknya untuk memasang papan nama, namun mereka tak melakukannya sampai sekarang,” ujarnya.

            Dia kemudian menegaskan, pihak terkait termasuk Kepolisian harus bertindak tegas terkait kasus barang kadaluarsa dimaksud. “Atas nama Lurah Jatiwangi, hukum harus ditegakkan dalam kasus ini. Sungguh tidak bisa kita bayangkan akan seperti apa masyarakat yang mengkonsumsinya, jika semua barang-barang yang sudah kadaluarsa itu habis terjual,” tanyanya.  

            Hingga berita ini ditulis, Polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Saat pembongkaran barang kadaluarsa tersebut, juga disaksikan oleh Babinsa Jatiwangi, Bhabinkamtibmas Jatiwangi dan pihak Dinas Koperindag Kota Bima. Sekedar catatan, pihak Dinas Koperindag Kota Bima, datang ke TKP sekitar pukul 19.30 Wita-tepatnya usai Polisi melakukan pembongkaran gudang UD Bimas Saksi Persada.

         Informasi lain yang diterima awak media menjelaskan, upaya pemanggilan sekaligus pemeriksaan terhadap pihak Perusahaan dimaksud, dijadwalkan setelah penyidik Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Bima menuntaskan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi-saksinya. (TIM VISIONER)