Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (Kiri), Drs. H. Abdul Hafid (Kanan)

Golkar Putuskan IDP Jadi Calon Tunggal Bupati Bima

Visioner Berita Kabupaten Bima-Konstalasi jelang Pilkada Kabupaten Bima khususnya di tibu Partai Golkar, dinilai kian menarik saja. Kendati Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE (IDP yang kini masih menjabat sebagai Bupati Bima belum memastikan siapa pasanganya (Calon Wakil Bupati Bima), namun ia mengaku bahwa hubunganya dengan Drs. H. Dahlan HM. Noer hingga sampai sekarang masih sangat baik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh IDP kepada Wartawan di tengah pelaksanakaan kegiatan rapat pleno memutuskan Calon Bupati Bima periode 2020-2025 di Hotel Mutmainah Jalan Gajah Mada Kota Bima, Kamis (13/2/2020). “Sampai sejauh ini {artao Golkar Kabupaten Bima belum memutuskan siapa Calon Wakil Bupati Bima periode 2020-2025 yang berpasangan saya. Pertanyaan tentang seperti apa hubungan saya dengan Dahlan, tentu sejak dulu sampai sekarang masih sangat baik,” tegas IDP.

Pada rapat pleno tersebut, Partai Golkar Kabupaten Bima telah memutuskan IDP sebagai Calon Tunggal Bupati Bima periode 2020-2025. Sementara siapa yang akan menjadi pasangan IDP (Calon Wakil Bupati Bima), tentu saja akan kembali kepada keputusan Partai. “Alhamdulillah, saya diusung tunggal oleh Prtai Golkar sebagai Calon Bupati Bima periode 2020-2025. Sementara nama-nama Calon Wakil Bupati Bima yang berpasangan dengan saya nantinya, sedang dibahas dalam rapat pleno. Rapat pleno tersebut masih berjalan sampai sekarang,” jelasnya.

Diakuinya, Partai Golkar memberikan kesempatan dan kebebasan kepada peserta pleno agar tidak merasa terbebani. “Makanya saya minta yang di usung dan mendaftar sebagai Calon bupati dan Calon Wakil bupati untuk tidak ikut di dalamnya. Sementara itu, saya masih di ruang pelno tadi hanya dalam rangka memberikan sambutan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bima,” urainya.

Sedangkan gambaran awal tentang nama-nama Calon Wakil Bupati yang berpasangan denganya, IDP menyatakan bahwa hal itu tergantuhn dari putusan pleno yang sedang berlangsung. Nama-nama Calon Wakil Bupati Bima yang lahir dari hasil pleno tersebut, diakuinya akan dikirim ke DPD 1 Partai Golkar NTB untuk dilakukan penyaringan. “Nantinya akan disaring oleh pihak DPD I Partai Golkar NTB sesuai dengan ketentuan yangtertera pada AD/ART Partai. Soal berapa nama Calon Wakil Bupati Bima yang akan dikirim ke DPD I Partai Golkar NTb untuk disaring, ya semuanya berpullan kepada hasil pleno,” paparnya.

Politis wanita pertama yang menjadi Bupati di belahan Indonesia bagian Timur ini (IDP) kemudian menerangkan, syarat penting bagi Calon Wakil Bupati Bima yang akan berpasangan denganya tentu saja tergantung kepada hasil survey dengan angka tertinggi yang dilakukan oleh internal Partai Golkar. “Hal itu bukan saja berlaku pada internal Partai Golkar. Tetapi partai partai lainya pun melakukan hal yang sama. Dan hasil survey tersebut juga sangat menentukan,” terang Politisi yang dikenal kaya akan kesolehan sosial ini.

Menjawab adanya kriteria khusus Calon Wakil Bupati Bima periode 2020-2025 yang jadi pasanganya, IDP menyatakan sebaliknya (tidak ada). “Tidak ada syarat khusus untuk Calon wakil Bupati yang akan berpasangan dengan saya. Sebab, ia adalah patner sekaligus orang yang sekiranya bekerja sama, saling membantu dan mendukung satu sama lain. Saya percaya, pada pleno yang sedang berlangsung-hasilnya tidak mungkin mengirim satu nama. Kita juga tidak bisa menyebut apakah orang baru atau lama. Tapi yang pasti, pleno sepertinya akan mengirim lebih dari satu nama ke DPD I Partai Golkar NTB,” pungkasnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Penjaringan Calon Bupati-Wakil Bupati Bima periode 2020-2025 dari Partai Golkar NTB yakni Drs. H. Abdul Hafid menyatakan bahwa pelaksanaan pleno hari ini berlangsung dengan aman, sukses dan lancar.

“Alhamdulillah pelaksanaan pleno hari ini berlangsung sesuai harapan kita semua. Hasil pelno Partai Golkar ini memutuskan IDP sebagai Calon tunggal Bupati Bima periode 2020-2025. Tentang nama-nama Calon Wakilnya, ada 4 nama yang akan segera dikirim ke DPD I Partai Golkar NTB untuk dilakukan penyaringan. Nama-nama tersebut, yakni Drs. H. Dahlan M. Noer, H. Herman Alfa Edison (HAE), Ir. Suryadi, dan H. Abdullah (H. Ola). Sejumlah nama ini akan dilakukan penyaringan di Provinsi. Selanjutnya dari hasil penyaringan tersebut, tentu saja akan ada nama-nama yang dikirim ke DPP Partai Golkar,” terangnya usai rapat pleno.

Politisi senior Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTB ini menegaskan, hasil survey tentang Calon Wakil Bupati Bima yang akan berpasangan dengan IDP merupakan salah satu alat ukur dalam pengambilan keputusan politik. “Kita yang harus melihat tentang elektabilitas, integritas, punya logistik untuk memenangkan dirinya, punya jaringan yang kuat, dukungan yang luas, dan itulah yang menjadi bagian-bagian dan syarat untuk menjadi bahan pertimbangan,” urainya.

Tentang siapa nantinya yang akan diputuskan untuk berpasangan dengan IDP pada Pilkada Kabupaten Bima periode 2020-2025, diakuinya akan kembali kepada keputusan pihak DPP Partai Golkar. “Di tingkat Kabupaten Kota ini sifatnya hanya penjaringan. Dari hasil penjaringan ini, selanjutnya akan disaring di Provisni dan hasilnya nanti akan diputuskan oleh DPP partai Golkar bersama dengan Calon Kepala Daerah,” tuturnya.

Hafid kemudian menjelaskan, keputusan Partai Golkar dalam memutuskan nama Calon Bupati Bima sudah clear and clean. Sementara untuk nama Calon Wakilnya IDP, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penelusuran biodatanya, dan lainya. “Semementara soal survey tentang elektabilitas mereka akan kita lakukan setelah menggelar rapat koordinasi dengan DPD I Partai Golkar NTB. Sekali lagi, hasil survey ini merupakan salah satu faktor penting bagi Calon Wakil Bupati Bima berpasangan dengan IDP. Unsur-unsur penilaianya kan banyak. Golkar ini kan sifatnya terbuka, demokrtais, dan dalam kajian itu kan harus ada kalkulasi-kalkulasi yang rasional serta terukur,” pungkasnya.

Liputan langsung sejumlah awak media pada moment tersebut melaporkan, rapat pleno dimaksud melibatkan 18 PK Partai Golkar Kabupaten Bima. Dan di dalamnya juga terlibat poihak DPD I partai Golkar NTB, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bima, Pendiri, dan Penasehat Partai Golkar. Hasil pleno ini memutuskan IDP sebagai calon tunggal Bupati Bima periode 2020-2025. Dan hasil pleno ini pula mengusulkan 4 nama bakal Calon Wakil Bupati Bima yang berpasangan dengan IDP untuk dilakukan penyaringan oleh DPD I Partai Golkar NTB. (TIM VISIONER)