Kuasa Hukum Pelapor, Bambang Purwanto SH, MH

Visioner Berita Kota Bima-Peristiwa terungkapnya video esek-esek antara isteri Ardiansyah yakni berinisial ERN (21), warga asal Kelurahan Jatibaru-Kota Bima dengan duda satu anak asal salah satu Desa di Kecamatan Hu’u, memang diakui bersifat kasuistis. Namun setidaknya, kasus ini juga dinilai “menampar” wajah Kota Bima, khususnya Kelurahanh Jatibaru sebagai tempat berdomisilinya ERN. Yang tak kalah dahsyatnya, Video bokep keduanya ini, berkapasitas 1,45 Giga Bait (GB) dengan durasi 16 menit lebih. Video ini, juga tercatat sebagai yang terpanjang dalam kasus video esek-esek yang terjadi di Bima.

            Untuk mendapatkan video yang terlihat cara prakteknya tak jauh beda dengan film blue, visioner.co.id harus melalui perjuangan yang amat panjang. Yakni sejak Sabtu (30/9/2017), harus sabar menunggu Bambang Purwanto SH, MH sebagai pengacaranya Sumai Erna hingga menyerahkanya pada Selasa (2/10/2017). “Maaf, saya agak telat menyerahkan video ini, karena harus menyelesaikan berkas pelaporan di Polsek Asakota-Kota Bima,” ujar Bambang kepada visioner.co.id, Selasa (2/10/2017).

        Bambang kemudian bercerita tentang informasi yang dikumpulnya dari kliennya dan keluarga Erna, yakni terkait kepulangan yang bersangkutan dari Brunai Darussalam-Kota Bima hingga sukses mendapatkan video bokep berdurasi panjang serta beberapa lembar foto setengah bugil mesra antara ERN dengan IRF.

        “Dari Brunai Darussalam, ERN tak langsung ke Kota Bima. Tetapi, dia mampir dulu ke Lombok, dan kemudian ke Hu’u serta selanjutnya ke Bali. ERN tiba-tiba nongol di Kota Bima sebulan silam, justeru mengagetkan suaminya.  Sebab, suaminya masih menganggap bahwa ERN masih berada di Brunai Darussalam. Artinya, kepulangan ERN ke Kota Bima, sama sekali tidak diberitahukan terlebih dahulu kepada suami dan keluarganya. Dan dari Brunai Darussalam ke Lombok, Hu’u dan Bali-kami mencurigai bahwa ERN bersama IRF,” duganya.

            Dari iformasi yang diperolehnya dari suami ERN, Bambang kemudian mengungkap modus operandi yang dimainkan oleh IRF untuk kemudian menjalin cinta-kasih dengan ERN hingga adanya video bokep dengan durasi dalam kategori sangat panjang itu.

          “Selama satu setengah menjadi TKI di Brunai Darussalam, ERN sering menelephone suaminya, memberitahukan bahwa IRF sering menasehatrinya. Dan saat telephone itu, Ardiansyah juga sering berbicara dengan IRF. Kebetulan saat itu, IRF berada di dekat ERN. Atas nasehat IRF terhadap isterinya itu, Ardiansyah justeru berterimakasih. Demikian pengakuan Ardiansyah kepada saya,” tandas Bambang.  

            Namun pada kenyataannya, IRF bukanlah pelindung atau pansehat ERN selama satu setengah tahun menjadi TKI di Brunai Darussalam. Tetapi pengakuan sebagai penasehat ERN oleh IRF, hanyalah modus untuk memuluskan tujuan bejatnya. “Yakni, menjalin hubungan dengan isteri orang hingga perbuatan bejat keduanya direkam dengan HP android dengan durasi 16 menit lebih (1,45 GB),” ungkpanya lagi.

            Sepulangnya dari Brunai Darussalam, IRF sering datang ke kediaman ERN di Kelurahan Jatibaru-Kota Bima. Tak hanya IRF yang datang ke kediaman ERN, tetapi juga saudara perempuannya.

          “Yang tak kalah mirisnya lagi, sejak kembali ke Kota Bima dari Brunai darussalam, ERN menolak untuk berhubungan dengan suaminya. Dan, juga tak ingin mengenal lagi putri semata wayangnya. Atas hal itu, Ardiansyah melaporkan kepada orang tua dan keluarganya ERN. Karenanya, orang tua dan keluarganya ERN marah. Hasilnya, ERN pun berjanji akan berubah. Namun, perubahan tersebut hanya dalam waktu dua hari. Dan dalam waktu dua hari itu, ERN tidak pernah memberikan pelayanan terhadap suaminya,” papar Bambang.

            Dari kaenahan sikap ERN, akhirnya Ardiansyah melacak apa sesungguhnya yang terjadi. Darib berbagai informasi yang diperolehnya dari berbagai pihak di Jatibaru, terungkap adanya hubungan cinta kasih hingga video bokep antara ERN dengan IRF. “Dari informasi yang dikumpulkan itu, akhirnya HP milik ERN di sita. Dari HP itulah ditemukan adanya video bokep keduanya. Tak hanya itu, di HP itu juga berisikan foto-foto setengah bugil keduanya hingga SMS mesra layaknya sepasang kekasih,” tutur Bambang.

            Setelah menemukan barang bukti (BB) atas hubungann isterinya dengan IRF, Ardiansyah kemudian kembali melaporkan kepada orang tua dan keluarga ERN. Video bokep dan foto setengah bugil keduanya juga ditonton oleh orang tua dan keluarga ERN pula. “Setelah menonton video bokep dan meliihat foto-foto dimaksud, orang tua dan keluarga ERN kembali marah besar. Akibatnya, ERN kabur dari rumah dan hingga detik ini dikabarkan masih berada di Hu’u-Dompu,” sebut Bambang.

            Atas perilaku bejat isterinya dengan IRF, Ardiansyah diakuinya tak melakukan tindakan main hakim sendiri. Kecuali, melaporkannya untuk diseelsaikan melalui jalur hukum.

         “Sebagai Kuasa Hukumnya, saya sudah mewanti-wanti agar Ardiansyah tidak main hakim sendiri. Dia pun nunut, dan kemjudian menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Keluarga ERN pun mendukung Ardiansyah untuk menuntaskan kasus ini melalui jalur hukum. Dukungan tersebut terjadi, yakni setelah orang tua dan keluarga Erna menonton video bokep serta foto-foto setengah bugil di maksud,” ucap Bambang.

            Bambang kemudian menegaskan, warga Kelurahan Jatibaru juga marah besar terhadap ERN. Kemarahan warga, terjadi setelah mengetahui hubungan intim hingga adanya video bokep antara ERN dengan IRF. “Kalau ERN kembali ke Jatibaru, jelas akan diusir keluar oleh warga di sana. Sebab, kasus ini juga telah menodai wilayah dan warga Jatibaru pula. Dan kasus ERN dengan IRF ini, merupakan sejarah kelam perdana yang terjadi di Kelurahan Jatibaru,” kata Bambang.

            Dalam kasus ini, pelapor dan sejumlah saksi diakuinya telah dimintai keterangan oleh pihak Penyidik Polsek Asakota-Polres Bima Kota. Selain itu, pihaknya juga sudah menyerahkan sejumlah BB kepada penyidik. Yakni, Video bokep dan beberapa lembar foto setengah bugil keduanya. Berdasakan informasi yang diterimanya, ERN dan IRF akan dipanggil oleh penyidik pada (4/10/2017).

           “Ada dua video bokep antara ERN degan IRF. Satu video berdurasi belasan detik, dan satunya lagi berdurasi 16 menit lebih. Video itu, juga diduga kuat direkam sendiri oleh ERN. Selanjutnya, kita berikan kesempatan kepada penyidik untuk bekerja. Dan kami percaya, hukum akan diterapkan seadil-adilnya dalam kasus ini,” akunya.

            Sekedar catatan singkat, ERN adalah warga kelhiran Jati Baru. Menikah dengan Ardiansyah (warga asal Kelurahan Rite). Setelah keduanya menikah, berdomisili di Jatibaru dan telah memiliki seorang anak perempuan. Dalam video bokep berdurasi 16 menit lebih itu, terlihat adanya adegan keduanya yang dinilai tak kalah profesional dengan video-video yang ada di sejumlah situs porno. (TIM VISIONER)