Camat Rasanae Barat, Lalu Sukarsana

Visioner Berita Kota Bima-Fenomena yang diduga teerjadi di kantor Camat Rasanae Barat Kota Bima, bukan saja terkait sinyelemen Oknum Lurah darDara Bukhari HME menyebar fitnah terkait Calon Walikota Bima HM. Lutfi Iskandar, SE yang akan ditangkap KPK dalam kasus dugaan korupsi Alqur’an. Tetapi, juga muncul isu adanya dugaan “instruksi” mengumpulkan kepada seluruh Kepala Kelurahan di wilayah Rasanae Barat dengan angka Rp5 juta untuk Camat, dan untuk masing-masing Lurah Rp2 juta. Dugaan tersebut, diungkap oleh seorang sumber terpercaya, Kamis sore (4/1/2018).

Sumber mengungkap, dugaan instruksi pengumpulan uang masing-masing jutaan rupiah kepada Camat dan seluruh Kepala Kelurahan di wilayah Kecamatan Rasanae Barat tersebut, ditengarai akan disetorkan kepada Pasangan Calon (Paslon) tertentu pada Pilkada Kota Bima periode 2018-2023. “Dugaannya setelah uang tersebut dikumpulkan semua maka akan disetor langsung oleh Camat kepada Paslonn tertetu yang akan bertarung pada Pilkada Kota Bima periode 2018-2023,” duga sumber yang mewanti-wanti identitasnya dirahasiakan, Kamis sore (4/1/2018).

Masih menurut dugaan sumber, instruksi pengumpulan uang kepada sluruh Kepala Kelurahan tersebut ditengarai datang dari oknum tertentu. Dugaan uang yang dikumpulkan dimaksud, disinyalir akan dipergunakan untuk ongkos Pilkada Kota Bima periode 2018-2023. “Angkanya memang tidaklah besar, jika itu benar maka kesannya sangat sangat lucu jika Camat dan Lurah dibebankan untuk biaya Pilkada. Semoga saja isu ini tidak benar,” papar sumber.

Sementara itu, Camat Rasanae Barat-Kota Bima, Lalu sukarsana yang dimintai komentarnya, membenarkan bahwa pada Kamis (4/1/2018) sekitar pukul 15.10 Wita menggelar rapat dengan seluruh Kepala Kelurahan yang ada di Kecamatan Rasanae Barat. Namun, dalam rapat resemi tersebut hanya membahas tentang pelaksanaan anggaran tahun 2018, dan bagaimana pola penyaluran anggaran kepada masing-masing Lurah. “Rapat tadi, hanya membahas tentang itu saja,” ujar Sukarsana.

Dan pada rapat tersebut kata Sukarsana, sama sekali tidak membahas tentang Pilkada Kota Bima periode 2018-2023. Sementara isu tentang adanya instruksi mengumpulkan uang yang diduga diisntruksikan oleh oknum tertentu yang kemudian diserahkan kepada salah satu Paslon untuk biaya Pilkada, praktis saja dibantah secara tegas oleh Sukarsana. “Ah yang benar saja, yang jelas kami membantah kera isu tersebut. Sekali lagi, kami8 tegaskan tidak ada instruksi mengumpulkan uang untuk biaya Pilkada yang dibebankan kepada Camat dan Kepala Kelurahan sebagaimana informasi yang anda terima itu,” tangkis Sukarsana.

Sukarsana malah menanyakan kepada visioner tentang siapa sumber berita yang menyampaikan isu dimaksud. “Siapa sumber yang memberikan informasi itu kepada visioner, beritahukan ke saya, tidak apa-apa biar nanti kita ketemu. Tapi yang jelas, isu itu tidaklah benar. Dan tidak ada orang yang menginstruksikan kepada kami mengumpulkan uang untuk biaya Pilkada Kota Bima periode 2018-2023,” tegas mantan Kabag Humas Setda Kota Bima ini. (TIM VISIONER)