Lutfi-Feri terlihat sangat akrab

Visioner Berita Kota Bima-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bima periode 2018-2023, telah ditetapkan oleh Pemerintah pada Juni 2018. Jelang pertarungan menuju EA 1-EA (kursi Walikota-Wakil Wawalikota) itu, sejumlah nama sudah dan sedang muncul di atas permukaan.

            Dan, bahkan telah memperkenalkan diri di tengah-tengah masyarakat di seluruh wilayah di Kota Bima.Diantaranya H. A.Rahman H.Abidin SE (Wakil Walikota Bima sekarang alias incumben), Drs. HM. Lutfi Iskandar SE (Anggota Komisi VIII DPR-RI), La Tafi Bima (pegiatan Lingkungan Hidup) lewat jalur independen, Hj. Fera Amelia SE, MM (mantan Ketua DPRD Kota Bima) yang dikabarkan berpaketan dengan H. Iskandar Zulkarnain (Anang), H. Sutarman, dan Subahan HM. Nur SH (mantan Ketua DPRD Kota Bima) yang sudah menyatakan berpasangan dengan Hasan.

            Catatan Visioner yang terus mengiringi irama konstalasi politik tersebut mengungkap, sejumlah nama tersebut bahkan telah membentuk tim kecil. Tujuanya, lebih kepada melakukan ekspansi dengan beragam cara termasuk membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat. Hanya saja, dari sejumlah nama tersebut, terungkap belum memastikan Partai Politik (Parpol) pengusungnya. Kecuali, masih membangun intensitas lobi dengan Parpol.

            Namun secara defacto, ada juga Bakal Calon (Balon) Walikota-Wakil Walikota yang dikabarkan telah membangun koalisi Parpol, terutama beberapa Parpol yang keanggotannaya masing-masing hanya satu di gedung Parlemen (dewan). Seperti Hanura, PKPI, Nasdem dan PBB. Konon keempat Parpol ini, telah membulatkan tekadnya untuk mengusung satu nama Balon Walikota-Wakil Walikota.

            Seiring dengan kian hangatnya dinamikan politik jelang pesta demokrasi tersebut, kini terkuak sebuah fenomena menarik dengan Balon Walikota yang sudah hampir mendekati kepastian soal siapa pendampingnya (Balon Wakil Walikota). Yakni, Drs. HM. Lutfi Iskandar yang sebelumnya dikabarkan berpaketan dengan Ir. H. Muhammad Rum (mantan Sekda Kota Bima), kini terkuak kabar telah menemukan pasangan yang pas yakni dengan Feri Sofiyan SH (ketua DPRD Kota Bima sekaligus Ketua DPD II PAN Kota Bima).

            Tentang informasi yang menyebutkan Lutfi-Feri akan berpaketan, mencuat sejak beberapa minggu terakhir. Keduanya diinformasi telah membangun beberapa kali pertemuan mulai di Jakarta hingga di Kota Bima. Ketua Umum PAN, juga diinformasikan telah menyatakan wellcome bagi pasangan ini. Demikian juga DPW PAN NTB dengan kloasi Parpol koalisinya yang disebut-sebut sebagai “poros tengah” sekaligus penentu paketan menuju Pilkada setempat.

            Keyakinan publik bahwa kedua figur ini akan menyatu (berpaketan) pada pesta pilkada, juga tercum oleh media massa melalui beberapa kali melakukan pertemuan baik secara tertutup maupun terbuka di Kota Bima. Bahkan, pasangan ini, juga disebut-sebut telah membangun tim yang sudah, sedang dan sangat siap untuk melakukan ekspansi merebut hati publik untuk memenangkan pertarungan demokrasi melalui Pilkada.

            Minggu (11/6/2017), sejumlah wartawan juga menangkap adanya fenomena politik yang seolah nyata berkaitn dengan Pilkada Kota Bima terkait isu berpaketan bagi keduanya. Yakni, pelaksanaan acara buka puasa bersama yang diselenggarakan di Rumah PAN Kota Bima yang berlokasi di jalan datuk Dibanta. Moment penting ini juga dihadiri oleh sejumlah Tokoh penting.

            Yakni, Muhammad Kasman Ilmanegara (Ketua DPC Hanura Kota Bima), Nazamudin (Ketua PKPI Kota Bima/ anggota DPRD setempat), Andi Alfian (anggota DPRD kota Bima dari Golkar), seluruh pengurus PAN Kota Bima hingga ranting pada tingkat paling bawah, ratusan personil Sahabat Lutfi (Salut), seluruh anggota DPRD Kota Bima dari PAN, Tokoh Masyarakat, tokoh Pemuda hingga Tokoh Agama, serta kalangan perempuan (Gender).

            Moment buka puasa bersama tersebut, merupakan pertemuan yang kesekian kali bagi keduanya yang tentu saja sangat eratkaitannya dengan berpaketan menuju pesta Pilkada. Suara sesumbar pada moment tersebut yang berhasil dihendus oleh awak media menyebutkan, Lutfi-Feri telah menemukan kecocokan. Hal tersebut, ditengarai sebagai indikator bahwa Feri tak lagi berpaketan dengan H. A.Rahman H. Abidin sebagaimana kabar yang digelindingkan sebelumnya.

            Usai acara bukan bersama tersebut, Lutfi mennjelaskann beberpa hal penting kepada sejumlah Wartawan. Penjelasan tersebut, sangat erat kaitannya dengan isu bepoaketan dengan Feri. “Ini momentum buka puasa bersama. Disampingi itu, juga tidak bisa dipungkiri ada agenda-agenda politik yang kita lakukan. Kalau kita katakan bahwa pertemuan ini tidak ada agenda politik, itu bohonglah-tetapi semuanya pasti ada keinginan,” tegasnya.

            Artinya, pertemuan tersebut lebih kepada menjajaki potensi-potensi dasar. “Kalau saya tidak memiliki potensi dasar dengan Bang Feri (feri Sofiyan), itu adalah anggapan yang salah. “Bang Feri punya Partai, dan kita juga punya hal yang sama,” terangnya.

            Tentang keyakinan publik bahwa dirinya dengan Feri telah nmemiliki kecocokan sebagai pasangan menuju Pilkada, Lufi pun tidak membantahnya.

“Kalau dikatakan ada ada kecocokan, jelas itu ada. Tidak mungkin orang bisa membangun silaturrahmi jika tak ada kecocokan. Sementara tentang anggapa publik bahwa kami berpasangan, semuanya diserahkan kepada mekanisme. Mekanisme tersebut, antara lain tahapan-tahapan Partai dan tahapan Kolaisi partai. Dan kita sudah katakan kepada Partai yang kita dekati bahwa, bursa Bang Feri ada di dalamnya,” terangnya.

            Tentang apakah DPP PAN maupun Golkar sudah mengetahui sekaligus mengamini paketan bagi dirinya dengan Feri, Lutfi menyatakan bahwa pusat sangat tergantung kepada daerah. “Sebenarnya kalau di pusat, yang tergantung kepada kita,” kata Lutfi.

“Urusan pusat, kan hanya memberikan selembar surat kepada kader terbaiknya. Lagi-lagi soal Pusat, semuanya sudah cair, dan diserahkan kepada tingkat bawah. Kalau dibawah ada kecocokan (kesamaan) tentu saja pusat akan mengamininya,” urainya. “Masalah apakah saya bisa ketemu dengan Bang Feri, ya untuk apa kita bertemu,”tanyanya.

            Lutfi kemudian menjelaskan tentang menjajaki Partai jelang pelaksanaan Pilkada. “Kita kan menjajakinya begini, ada Partai koalisi kita yang bersama. Dia mengusulkan melalui mekanisme dimana pasangan merasa ada kecocokan. Ini realitas politik yang tak bisa dipungkiri, sebab Partai ini tanpa konsesi-konsesi politik yang jelas, tak mungkin dia mau mengalir,” tandasnya.

            Tentang beberapa nama sebelumnya yang sudah mendaftarkan diri sebagai pasangannya, Lutfi menegaskan tidak bisa menyatakan siapa diantaranya yang lebih unggul. “Kita tidak bisa mengatakan siapa yang lebih unggul. Kalau saya ketemu, berarti saya punya keinginan.  Tetapi kalau saya tdak bertemu, nah itu berarti tidak (menutup diri). Sebab, ada dari awal memang ada beberapa Calon yang memilih yang lain, tapi tiba-tiba suing ke saya. Itu disebabkan, karena saya menutup diri,” ungkap Lutfi.

            Tentang modal yang harus dibawa-serta menuju Pilkada oleh pasangannya, Lutfi menyatakan bahwa yang demikian adalah urusan berikutnya. Namun yang terpenting baginya, lebih kepada memperkokoh kecocokan. Jadi, jangan membangun demokrasi dengan ukuran-ukuran yang sulit diraih. Ya sederhana saja, yang terpenting adalah niat kita membangun yang lebih baik lagi. Tentang berapa lama lagi saya menjajaki pasangan, jawabannya adalah lebih cepat lebih baik. Hanya saja kehendak Patai, kan beda-beda,” tuturnya.

            Sementara itu. Pada moment yang sama-Feri Sofiyan SH menegaskan, PAN telah menyatakan wellcome terhadap Lutfi. “Pembuktian itu bisa anda lihat sendiri, terutama kader-kader PAN. Sekali lagi, kami dan PAN menyatakan sangat wellcome terhadap Lutfi,” tegasnya.

            Namun langkah selanjutnya, pihaknya harus mengikuti mekanisme Partai. “Soal ini, sudah kami sampaikan ke wilayah hingga ke DPP PAN. Sebab sebagai kader partai, saya punya kewajiban untuk menyampaikan sampai ke tingkat atas. Intnya, lampu hijau sudah mulai dinyalakan. Tinggal kedepan, adalah melakukan langkah-langkah konstruktif kearah yang lebih baik sesuai harapan kita semua. Sementara kabar tentang pertemuan dengan figur lain sebelumnya dengan Ketua Umum PAN, itu hanya slaturrahmi biasa,” terangnya. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)