Hj Indah Damayanti Putri (kiri)-Drs H Dachlan M Noer (kanan)

Kabupaten Bima bahkan di Indinesia Bagian Timur, kini telah melahirkan sejarah baru. Yakni, menampilkan H Indah Damayanti Putri sebagai Tokoh perempuan pertama menjadi Bupati, berpasangan dengan Drs H Dachlan M Noer (Wakil Bupati) Bima untuk periode 2016-2021. Hari ini (17/2/2016), tengah dilangsungkan acara pelantikan Bupati-Wakil Bupati Bima ini. Tepatnya di Ball Room Hotel Lombok Raya, Mataram-NTB. Berikut VISIONER mengurai sekelumit rangkaian perjalanannya panjang mulai dari proses Pilkada Kabupaten Bima periode 2016-2021 hingga Hj Indah Damayanti Putri-Drs H Dachlan M Noer dilantik secara resmi.

Lebih dari setengah tahun tepatnya sebelum September 2015, H Indah Damayanti Putri berjuang untuk mewujudkan cita-cita melanjutkan tugas dan tanggungjawab suaminya (H Ferry Zulkarnain ST) yang sudah meninggal dunia sebelum mengakhiri jabatanya sebagai Bupati Bima periode 2010-2015 (Ferri meninggal satu setengah tahun sebelum mengakhiri jabatannya). maksudnya, Dinda dengan kekuatan tekadnya mencalonkan diri sebagai Bupati Bima periode 2016-2021. Spektakulernya, dia rela melepas jabatan sebagai Wakil ketua DPRD Kabupaten Bima utusan Partai Golkar.

“Dengan Bismillah, Saya maju sebagai Calon Bupati Bima. Karena, masih banyak tugas dan tanggungjawab suami saya yang belum dituntaskan. Itulah salah satu yang memotori saya untuk maju sebagai calon Bupati Bima,” tegas salah satu Tokoh Wanita terbaik di NTB yang akrab disapa Dinda ini (Hj Indah Damayanti Putri, Red), saat itu.

            Niat baiknya untuk membuat daerah dan masyarakat Kabupaten Bima agar jauh lebih baik dari sebelumnya melalui kursi Bupati, praktis mendapat pertentangan. Kontroversi itu lebih pada mempersoalkan wanita yang akrab disapa Dinda sebagai seorang wanita yang dianggap kontradiksi dengan nilai-nilai budaya dan akidah oleh mantan Bupati Bima, Drs H Zainul Arifin.

Saat itu, pada pentas Pilkada tahun 2015, Zainul merupakan salah satu Tokoh penting yang mendukung pasangan nomor 4. Yakni, Drs H Syafrudin HM Nur MPd-Drs H Maskur HMS (SYUKUR). “Reaksioner bukanlah pilihan. Tujuan saya hanya ingin membuktikan yang terbaik di mata publik dan daerah. Berbagai upaya subjektif dari kelompok tertentu, saya anggap sebagai iklan gratis. Pun, saya masih percaya dan yakin bahwa sesungguhnya Allah sudah menyiapkan siapa sesungguhnya sebagai pemenang Pilkada,” paparnya penuh ramah. 

            Upaya menghadang Dinda bukan saja terletak pada persoalan dia sebagai seorang perempuan. Tetapi, juga menyinggung soal primordialis (kesukuan), dimana Dinda berasal dari Kabupaten Dompu kendati sudah sekian lama berdomisli di Kabupaten Bima. Padahal, Dinda lahir di salah satu Desa di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima sekitar 30-an tahun silam.

“Saya lahir di Bima. Sudah puluhan tahun saya mendampingi suami saya. Yakni, sejak menikah hingga saat ini. Dan, sampai kapanpun saya akan menjadi orang Bima. KTP saya Bima, kok. Sekali lagi, Allah akan tetap berpihak pada hambanya yang didzolimi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

            Saat mendaftarkan diri di KPUD Kabupaten Bima, Dinda yang berpasangan dengan Drs H Dachlan M Noer (DINDA), pun dihadang dengan berbagai cara. Salah satunya, membenturkan kubu Golkar versi Aburizal Bakri Vs Golkar versi Agung Laksono. Ketegangan saat itu, nyaris tak bisa dihindari. Tetapi, akhirnya pasangan DINDA dinyatakan lolos sebagai peserta Pilkada oleh KPUD Kabupaten Bima. “Kepada seluruh masyarakat Bima, saya harapkan agar tetap bersabar. Pun demikian dengan pendukung kami. Kita fokus saja pada perjuangan memenangkan Pilkada,” pintanya.

            Rentang waktu kampanye dari kampanye biasa hingga kampanye rapat umum (akbar), memakan waktu lebih dari seratus hari. Pasangan DINDA didukung oleh tiga Parpol. Yakni, Golkar, Gerindra dan Hanura. Pada konteks perjuangan di masa kampanye, tak berjalan mulus. Upaya menghadang baik dengan cara fisik (bentrokan di Palibelo, perbatasan Desa renda dengan Desa Cenggu, peristiwa di Tambe dan lainnya), jadi bukti tak terhindari.

 “Tetap fokus pada intisari perjuangan. Melawan bukanlah pilihan. Kita buktikan siapa sesungguhnya yang terbaik menurut Allah dan rakyat di Kabupaten Bima,” sahut Ibu kandung dari Dae Yandi dan Dae Tama ini.

            Kekuatan terbesar Dinda, tercatat kongkriet. Yakni, lebih besar terletak pada sejumlah nilai penting dalam dirinya. Sebut saja, keramahan, kematangan emosional, komunikatif, kesolehan sosial, santun, berbudaya, agamis dan tak memiliki sekat dengan siapapun. Hadirnya Drs H Dachlan M Noer, juga kian menambah kekuatan Dinda. Sebab, Dachlan memiliki kehebatan dan kemampuan lain sebagai salah satu penopang sekaligus sarana untuk memenangkan Pilkada. Tak hanya itu, peran gender (perempuan) dan bergabungnya sebahagian besar Tokoh-Tokoh penting dari berbagai lapisan, juga menjadi kekuatan dahsyat bagi pasangan DINDA. “Kami yakin akan memenangkan pertarungan ini. Doakan saja,” tuturnya.

            Tertanggal 9 Desember 2015, tercatat sebagai moment pembuktian. Hasilnya, pasangan DINDA sukses memenagkan Pilkada. Pasangan SYUKUR (rival keras pasangan DINDA) berada di urutan kedua. Pasangan Ady Mahyudi SE-Drs Zubaer HAR Msi (Azaib) diurutan ketiga dan H Abdul Khair-H Abdul Hamid (KAHA) berada di urutan keempat. DINDA menang di hampir seluruh Kecamatan di Kabupaten Bima, kecuali di Lambu dan Ambalawi.

            Azaib hanya menang di Lambu. SYUKUR yang semula digembar-gemborkan memenangkan Pilkada, justeru hanya isapan jempol. Kecuali, Syukur hanya menang di Ambalawi. Sementara di Bolo dan Sape yang semula diklaim sebagai basis massa Syukur justeru dimenangkan oleh DINDA. KAHA menang di dua Kecamata yakni Monta dan Parado. “Alhamdulillah, akhirnya Allah telah membuktikan siapa sesungguhnya yang terbaik. Terimakasih Ya Allah. Dan terimakasih kepada seluruh rakyat Bima, khususnya para pendukung. Karena, telah membuktikan hasil perjuangan kerasnya,” ujarnya lagi.

            Pesta telah usai. 9 Desember 2015 telah memperlihatkan kepada publik soal kemenangan pasangan DINDA. KPUD kemudian merancang hingga menetapkan pasangan DINDA sebagai pemenang Pilkada periode 2016-2021. Atas kemenangan yag diraihnya, pasangan DINDA menggelar doa syukuran. Tak hanya itu, kunjungan di seluruh wilayah di Kabupaten Bima pun dilakukanya dengan tujuan menyampaikan terimakasih kepada publik.

 Tapi sebelumnya, masyarakat yang datang dari berbagai penjuru mendatangi Pendopo (kediaman Dnda) untuk memberikan apresiasi atas kemenangan pasangan DINDA. “Harusnya kami yang mendatangi rakyat. Tapi, sebahagian besar justeru datang sendiri ke Pandopo. Tapi, kami juga wajib mengunjungi rakyat di Kabupaten Bima,” terangnya.

 

Moment Yang Paling Ditunggu, Akhirnya Terwujud

17 Pebruari 2016  adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh publik, khusunya di Kabupaten Bima. Pasangan DINDA akhirnya secara resmi dilantik oleh Presiden RI melalui Gubernur NTB, Dr H Zainul Majdi MA yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB). Moment bersejarah ini (pelantikan), dilaksanakan di Ball Room Hotel Lombok Raya Mataram-NTB. Acara pelantikan serentak dengan sejumlah Bupati-Wabup dan Walikota-Wawali di NTB ini, pasangan DINDA tentu tak sendiri.

            Selain puluhan pejabat Pemkab Bima, juga hadir para pendukung pasangan DINDA. Seperti tim koordinator kecamatan (Korkec), koordinator desa (Kordes), tim gender dan simpatisan lainnya termasuk sejumlah wartawan asal Bima juga hadir menyaksikan moment penuh makna ini (pelantikan dimaksud).

            Tak hanya itu, Walikota Bima HM Qurais H Abidin dan Ketua DPRD Kota Bima, Ferry Sofyan SH juga ikut hadir pada acara penatikan tersebut. Pun demikian halnya dengan Ketua DPRD Kabupaten Bima, Murni Suciyanti dan jajarannya.

 

“Ya, acara sedang berlangsung di Hotel Lombok Raya. Untuk info lengkapnya, tunggu saja usai pelantikan berlangsung,” ujar Kabag Humas Protokol Setda Kabupaten Bima melalui Kasubag Informasi dan Pemberitaan, Suryadin SS Msi, Rabu (17/12/2016). “Acara pelantikan berlangsung aman dan kondusif. Karena, aparat keamanan melakukan siaga ketat. Soal pesan Gubernur NTB yang disampaikan pada moment tersebut, akan kita infokan lebih lanjut. Karena, acaranya masih berjalan,” janjinya. (Rizal)