Imbas dari SMS, mobil dinas Polsek Sape di rusak

Visioner Berita Kota Bima-Kasus pengrusakan kaca nako dan kaca mobil dinas Polsek Sape-Polres Bima Kota pada Jum’at (6/10/2017), praktis mengagetkan publik. Warga Desa Oimaci Kecamapatan Sape yakni Syam, sontak saja marah besar ketika membaca SMS Kapolsek Sape AKP Arif yang masuk ke Handphone (HP) isterinya.

            Setidaknya, terdapat tidak masalah penting yang ditimbulkan oleh SMS dimaksud. Pertama, fasilitas milik Polsek Sape dirusaki oleh Massa (kaca nako dan kaca mobil Dinas Polsek), AKP Arif diperiksa oleh Paminal Polres Bima Kota dan Syam diamankan di Mapolres Bima Kota.

       Kejadian yang mengusik institusi Polri tersebut, berlangsung usai Sholat Jum’at sekitar pukul 14.00 Wita. Atas kemarahannya, Syam mengumpulkan massa dan kemudian menyerang Mapolsek Sape hiingga merusak kaca nako dan mobil dinas milik Polsek Sape. Hanya saja, ketegangan tersebut tak mengarah kepada bentrokan fisik antara Kapolsek Sape AKP Arif dengan massa. Pasalnya, saat kejadian penyerangan Mapolsek berlangsung, AKP Arif tidak ada di tempat.

            Ketegangan tersebut, diperkirakan berlangsung satu jam. Suasana ketegangan berhasil diredam atas adanya partiipasi masyarakat Sape dan Kapolres Bma Kota AKBP Ida Bagus Winarta SIK bersama sejumlah pejabatnya termasuk Kasat Reskrim AKP Afrizal SIK dan sejumlah anggotanya berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengamankan situasi hingga berlangsung kondusif.

        Kendati demikian, Syam tak tinggal diam. Usai kejadian berlangsung, Syam mendatangi Mapolres Bima Kota untuk melaporkan SMS AKP Arif yang masuk ke HP isterinya. Syam tiba di Mapolres Bima pada Jum’at sore, sekitar pukul 16.15 Wita. Usai melakukan laporan awal, Syam kemudian dimintai keterangannya oleh Penyidik. Sementara isterinya Syam, dimintai keterangannya oleh penyidik PPA Sat Reskrim setempat.

            Hingga Jum’at malam, Syam dan isterinya masih dilakukan pemeriksaan. Menariknya, Syam bukan dimintai keterangannya sebagai pelapor. Tetapi, dia juga telah dinyatakan sebagai terduga pelaku. Maksudnya, Syam diduga sebagai pelaku pengrusakan fasilitas milik Polsek Sape.

        “Dalam kasus SMS itu, mestinya Syam tidak boleh melakukan pengrusakan. Sebaliknya justeru berbeda. Oleh karenanya, Syam juga diperiksa sebagai terduga pelaku dalam kasus pengrusakan itu,” tegas Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim AKP Afrizal SIK.

       Liputan langsung visioner.co.id di Mapolres Bima Kota melaporkan, bukan saja Syam dan isterinya yang dimintai keterangannya oleh Polisi. Tetapi, cerita di Mapolres setempat menyebutkan bahwa Kapolsek Sape AKP Arif juga dilakukan pemeriksaan oleh Kasi Propam setempat Iptu Saidin SH. Hanya saja pemeriksaan terhadap Arif, dilakukan secara tertutup di ruang Kasi Propam.

            Arif diperiksa Paminal sejak Jum’at sore dan masih berlangsung hingga jelang Sholat Maghrib. Sementara Syam dan isterinya, pada Jum’at malam, juga masih dimintai keterangan oleh pihak penyidik. Pantauan langsung visioner.co.id pada Jum’at malam juga melaporkan, di depan pintu masuk Mapolres Bima Kota terlihat beberapa petugas dengan senjata lengkap yang melakukan pengamanan.

            Kasat Reskrim kembali menyatakan, Polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi dalam kaitan itu. Suasana Sape pasca kejadian pengrusakan fasilitas Polsek Sape tersebut, diakuinya sudah berlangsung kondusif.

      “Penanganan kasus-kasus itu masih terus berjalan. Dan suasana Sape setelah kejadian pengrusakan itu, juga sudah berlangsung kondusif. Ucapan terimakasih, juga kami sampaikan kepada warga Sape yang telah ikut berpartisipasi menciptakan suasana kondusif,” tuturnya. (TIM VISIONER)