Lettu. Inf. Guntur (kiri menggunakan batik)

            Menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), bukanlah perkara mudah. Tetapi, melalui sejumlah tahapan proses yang sangat ketat. Menjadi Paspampres bukan saja karena soal fisik. tetapi, juga bicara soal kemampuan dan kecerdasan.

            Orang Bima khususnya, kini harus bangga dan bersyukur. Sebab, satu-satunya putra Bima asal Dusun Gusu, Desa Bugis, Kecamatan Sape-Kabupaten Bima Lettu Inf. Guntur yang masih nyangkut di Istana Negara. Sebut saja, sebagai Paspampres. “Ya, sekarang tnggal saya satu-satunya orang Bima yang menjadi Paspampres,” tandas Lettu Inf. Guntur saat dijabani awak media usai Presiden Jokowi meresmikan pasar Tradisional Modern Amahami, Jum’at (29/4/2016).

            Suami dari Diang Lugut Asmarani ini (Lettu Inf. Guntur) mengaku, mengandi sebagai Paspampres sejak masa transisi Presiden SBY ke Presiden Jokowi. Artinya, sudah tiga tahun dengan sekarang ayah dari M. Iqbal Fahriansyah, M. Akbar Fitriansyah dan Indah Anggriani ini mengabdi sebagai Paspampres.

            “Suka-cita selama menjadi Pasmpampres jelas ada. Demikian pun halnya dengan dengan kebanggaan selama tiga tahun dengan sekarang mengabdi sebagai Paspampres. Saya selalu mengikuti setiap kunjugan kerja Presiden RI baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dan dimanapun Presiden RI berada, saya selalu mendampinginya,” tandasnya.

            Saat Presiden Jokowi kunjungan kerja di Pulau Sumbawa, sudah dua kali dia ikutserta. Yakni, saat Tambora Menyapa Dunia (TMD) tahun 2015 di Doroncanga-kabupaten Dompu ndan ketika Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan pasar Tradisional Modern Amahami-Kota Bima. “Saya lolos menjadi Paspampres, salah satunya karena doa dari seluruh masyarakat Bima. Dan, saya bangga menjadi orang Bima. Dan, menjadi orang Bima satu-satunya yang masih dipercaya sebagai Paspampres,” tuturnya.

            Selain bahagia dan bangga sebagai orang Bima yang satu-satunya menjadi Paspampres, pria supel dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan ini ternyata memiliki cita-cita besar. Yakni, suatu saatnya nanti akan maju mencalonkan diri sebagai Bupati Bima. “Jika Allah mengizinkan, saya akan mencalonkan diri sebagai Bupati Bima. Itulah cita-cita terbesar saya. Doakan saja semoga impian ini akan terwujud. Saya kira, anda juga salah satunya yang akan berdoa dan berjuang ketika saya maju mencalonkan diri sebagai Bupati Bima,” harapnya.  

            Lepas dari itu, dia kemudian menjelaskan kehadiran Presiden Jokowi ke Bima mendapat sambutan yang luat biasa dari masyarakat Bima baik Kota maupun Kabupaten. Keramaian yang sama bukan saja terjadi di Bima, tetapi juga di daerah lain ketika Presiden Jokowi melaksanakan kegiatan kunjungan kerja.

“Dari sisi keamanan, kehadiran Presiden Jokowi di Bima sangat aman. Ini mencerminkan bahwa masyarakat Bima mampu memberi rasa aman dan nyaman bagi kehadiran Presiden Jokowi. Karenanya, sebagai warga Bima yang kebetulan berada di Paspamres pun merasa sangat bangga,” terangnya.

            Selama menjadi Paspampres, dirinya selalu ditanya oleh Presiden Jokowi tentang bagaimana situasi Bima dan masyarakatnya. “Saya menjawabnya, orang Bima semuanya sangat solid dan baik. Dan selama menjadi Paspampres hingga sekarang, yang Presiden tahu kalau Bima itu sangat aman. Dan yang Presiden Jokowi tahu, sesungguhnya masyarakat Bima ini pun sangat ramah, baik, religius dan tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai luhur. Maka sebagai orang Bima, kita harus bersyukur dan bangga. Semoga hal-hal penting tersebut akan tetap terjaga selamanya,” harapnya lagi.

            Dari arena presmian pasar Tradisional Modern Amahami-Kota Bima, sejumlah awak media selalu mengintip kegatan pria yang juga dikenal dengan dekat wartawan ini. Terlihat nyata dia mengatur ketertiban pelaksanaan acara mulai dari sebelum Presiden Jokowi hadir di panggung acara hingga pelaksanaan kegiatan itu selesai. “Bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir, tolong tertib ya. Ikuti saran dan masukan dari kami. Karena sesaat lagi Pak Presiden RI akan hadir ditengah-tengah kita,” imbuh Lettu Inf. Guntur.

            Wartawan pun sebelumnya sangat penasaran tentang kapasitas pria jangkung berulit sawo matang ini (Lettu Inf. Guntur). Usut punya usut, ternyata pria asal Satuan Komando pasukan Khusus (Kopasus) ini diberi kepercayaan sebagai Komandan Pelaksana (Danplek) pada kegiatan kunjungan resmi Presiden Jokowi ke Kota dan Kabupaten Bima.

“Saya berasal sari Kopasus. Saat rekrut menjadi menjadi Paspampres, kebetulan hanya saya sendiri orang Bima yang lulus. Pada kegiatan kunjungan kerja Presiden Jokowi kali ini, saya saya dipercaya sebagai Danplek,” katanya.

            Usai kegiatan peresmian pasar Tradisional Modern Amahami, Guntur terlihat berkumpul dengan puluhan personil TNI yang bertugas di Bima dengan menggunakan seragam batik. Ruapanya dia sedang berbicacara santai sambil makan bakso. “Ya, sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah lain, sangat afdol rasanya saya berkumpul dengan teman-teman yang ada di Bima. Rasanya, ini moment yang sangat tepat buat saya untuk bersenda-gurau juga dengan orang Bima juga,” pungkasnya. (Rizal)