NU (kerudung biru) sedang diperiksa oleh penyidik PPA Polres Bima Kota

 

Visioner Berita Kobi-Kasus pembuangan bayi yang organnya hampr sempurna namun ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan di tumpukan sampah di kali di RT 11 Kelurahan Pennaraga-Kota Bima pada Kamis (2/2/2017), hingga kini masih sangat segar dalam ingatan publik. Publikpun marah atas kejadian biadab tersebut, dan kemudian mendesak Polisi agar segera menangkap pelakunya.

            Kinerja Polisi, tanpaknya tak membutuhkan waktu lama. Maksdunya, hanya membutuhkan waktu 20 jam sejak bayi itu ditemukan, pelaku yang diketahui berinisial NU (25) warga asal RT 08/03 Kelurahan Penaraga (wiraswasta)-berhasil dibekuk.Terduga pelaku, dibekuk di rumah kekasihnya di Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota-Kota Bima, Jum’at (3/2/2017), sekitar ukul 15.30 Wita.

            Terduga pelaku dibekuk oleh sejumlah personil pasukan Polsek Rasanae Timur (Rastim) dibawah kendali Kasat Reskrim AKP Kanit Afrizal S.IK, Kapolsek Rastim Iptu Rusdin S.S.Sos melalui Kanit Reskrim Polsek setempat Bripka Jaya di rumah pacarnya yang berinisial AM (27). Terduga pelaku dibekuk, ketika mendatangi rumah kekasihnya dimaksud. “Tak ada perlawanan saat oleh pelaku,” ungkap Bripka Jaya.

            Namun sebelumnya, pelaku sempat berkomunikasi dengan Babinkamtibmas Penaraga Bripka Arif Yulianto. Tujuannya, pelaku meminta Babinkamtibmas Penaraga untuk menjemputnya di Jatiwangi. “Karena permintaan tersebut, akhirnya kami menjemput NU di Jatiwangi,” tandas Jaya.

Saat NU dijemput di rumah kekasihnya itu, kondisi juga dalam keadaan sepi. Maksudnya, tak ada warga yang ikut menyaksikannya. “Setelah dijemput, kami langsung membawa NU ke Unit PPA untuk diintrogasi lebih lanjut. Kini, NU asih diperiksa secara intensif oleh penydik PPA. Untuk keterangan lebih detailnya, silahkan hubungi Kapolres atau Kasat Resktim,”harap Jaya.

            Kepada sejumlah anggota tersebut, NU mengaku bahwa dirinya mengakui perbuatannya. Dari keterangan yang diperoleh pihaknya, NU mengaku bahwa sebelum kejadian membuang bayi itu dilakukan, terlebih dahulu dia meminum obat penggemukan badan. “Menurutnya juga, sekitar jam 2.10 malam sebelum kejadian pembuangan bayi, dia mengaku merasakan sakit dan kemudian melahirkan sendiri. Dan saat melahirkan itu kata NU, bayi dalam kondisi meninggal. Karenanya, dia mengaku, malam itu juga dia membuang bayinya ke kali,” urai Jaya.

            Kepada Polisi, NU mengaku membuang bayi tersebut dengan sengaja dengan tujuan untuk menghindari rasa malu. Karena, bayi tersebut dakuinya atas hubungan terlarangnya dengan kekasihnya itu. “Atas perbuatannya itu, NU hanya bisa pasrah. Tetapi meminta kepada Polisi untuk tidak menghukumnya,” terangnya.

            Hingga berita ini ditulis, NU masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh penyidik PPA Polres Bima Kota. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku tersebut, berlangsung tertutup. Wartawan yang berada di luar ruangan PPA, dilarang tegas oleh petugas untuk melakukan peliputan. “Masih diintrogasi Pak, jadi belum bisa diliput,” tegas sejumlah penyidik PPA.

            Kasat Resrim Polres Bima Kota melalui Kanit Reskrim Ipda AA Wongso, juga membenarkan bahwa terduga pelaku pembuang bayi tersebut telah dibekuk. Kini NU tengah diperiksa secara intensif oleh penyidik PPA. “Ya, dia sudah ditangkap dan mengakui perbuatannya. Dengan pengakuannya tersebut, artinya tidak ada hambatan dan tantangan bagi penyidik terkait penanganan kasus ini. Karena perbuatannya, NU diancam dengan UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya diatas 15 tahun penjara,” jelas Wongso.

            Awalnya, pihaknya melakukan olah TKP dan kemudian berkoordinasi dengan babinsa dan Kelurahan setempat dan kemudian menyerahkan bayi. Setelah dilakukan oleh TKP dan kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan, akhirnya pihaknya mendapatkan informasi tentang identtas pelakunya, dan juga mengetahui dimana pelaku berada (di Jatiwangi).

            Penanganan kasus ini akan dilaksanakan dalam waktu yang sangat cepat. Sebab, pelakunya sudah mengakui perbuatannya. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi. “Kasus ini masih juga kita dalami untuk memastikan adanya keterlibatan pihak-pihak lain terkait pembuangan bayi tersebut. Ya, tunggu saja penanganan selanjutnya, dan biarkan kami bekerja dulu,” harapnya. (Rizal)