Hj. Ellya H. Muhammad Lutfi

Visioner Berita Kota Bima-Hj. Ellya Alwainy adalah istri dari Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE. Di dalam dirinya melekat sejumlah jabatan penting. Yakni Ketua TP-PKK Kota Bima, Ketua Dekranasda Kota Bima, Ketua LASQI Kota Bima, Bunda PAUD Kota Bima dan Ketua Majelis Taklim Kota Bima.

Tokoh wanita berdarah Arab ini, dikenal humoris, ramah, santun, murah senyum, kaya akan kesolehan sosial (suka memberi tanpa pamrih), enggan dilayani secara berlebihan alias terkadang menyediakan sendiri makanan-minuman terhadap tamu yang datang ke rumahnya. Catatan Visioner mengungkap, sejak suaminya menjabat sebagai Walikota Bima-wanita tangguh yang akrab disapa Umi Elly ini dihadapkan tugas dan tanggungjawab yang dinilai sangat berat sebagaimana sejumlah amanat yang melekat dalam dirinya.

Sebagai Ketua TP-PKK Kota Bima, tercatat telah banyak tugas dan tanggungjawab yang Ellya laksanakan dengan baik. Berbagai kegiatanj PKK hingga ke Kecamatan pun diakui berjalan dengan lancar. Beberapa hari lalu, Ellya sebagai Keetua TP-PKK Kota Bima melantik secara resmi Ketua PKK Kecamatan di Kota Bima. Tujuanya, agar berbagai program kegiatan yang berkaitan dengan PKK berjalan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Sebagai Ketua Dewan

Sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bima, Ellya telah membuktikan sejumlah kiprah terbaiknya. Kota Bima berhasil memperoleh Rekor Musem Dunia Indonesia atas kesukses pawai rimpu dari lapangan Sera Suba Kota Bima hingga ke Pantai Lawata dengan jumlah lebih dari 20 ribu peserta-salah satunya berangkat dari ide dan gagasanya. Dan atas dasar itulah, Ellya bersama pasukan Dekranasda Kota Bima terus mengembangkan sekaligus mempertahankan kain tenuna khas Bima.

Wacana tentang Kelurahan Ntobo sebagai Desa Wisata karena kaya akan kerajinan tenunan yang melibatkan kalangan remaja hingga orang tua, salah satunya bersumber dari gagasanya yang kemudian direncanakan akan ditumbuh-kembangkan dengan Dinas Koperindag serta PLUT Kota Bima. Bantuan alat tenun yang dilengkapi dengan benang, bukan saja difokuskan pada Kelurahan Ntobo, tetapi juga berkembang ke sejumlah wilayah lain.

Sebut saja Kelurahan Rabadompu Barat dan Rabadompu Timur, penana’e dan di sejumlah Kelurahan lain yang masih bergerak dibidang tentunan untuk tujuan membuktikan bahwa Kota Bima sejak dulu hingga kapanpun masih kaya dengan potensi tenunan Bima. Beberapa hari lalu, Ellya menyusuri salah satu Kelurahan di wilayah Kecamatan Rasanae Timur Kota, tujuanya membagikan benang sebagai bahan untuk kerajinan tenunan bagi warganya.

Upaya pembangian benang dan alat tenunan kepada masyarakat, tercatat tak berhenti sampai di situ. Wilayah Kelurahan Lelamase Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima, juga menjadi salah satu wilayah yang hadi target pengembangan kerajinan tenunan khas Bima dalam berbagai corak dan warna. Kegiatan yang dilakukan oleh dekranasda ini, juga berkaitan dengan pengembangan wisata di Kota Bima. Pekan Tri Athlon tingkat Nasional yang berlangsung selama dua kali di pantai Lawata Kota Bima (2018-2019), salah satunya lahir dari ide dan gagasan istri orang nomor 1 di Kota Bima ini.

Sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bima, Ellya juga tak tinggal diam. Beragam bantuan pun diserahkan kepada sejumlah PAUD yanga da di Kota Bima. Hal ini selain sebnagai tugas dan tanggungjawabnya sebagai Bunda PAUD Kota Bima, juga diakui kebenaranya oleh pihak penerima manfaat. Sementara sebagai Ketua Majelis Taklim Kota Bima, bukan saja rutinitas pengajian yang digelar oleh Ellya baik di kediamanya maupun di tempat-tempat lainya. Misi utama pada konten yang satu ini, salah satunya lebih kepada peningkatan nilai-nilai keagamaan di berbagai level dan lingkungan di Kota Bima.

Catatan penting lainya, Ellya bukanlah sosok Wanita yang sombong apalagi angkuh kendati menjadi berposisi sebagai istri orang nomor 1 di Kota Bima. Santun dalam menyapa, pelan dalam berbicara, saling tegur-sapa kepada sesama tanpa membedakan strata kehidupan sosial-nampaknya telah menjadi karakteristik dasarnya terlepas daqri adanya suntikan nilai-nilai kemanusiaan dari sang suaminya yang juga politisi handal (Golkar) yang kini masih masih menjabat sebagai Walikota Bima (H. Muhammad Lutfi, SE).

Ellya boleh saja berdarah Arab, namun jiwa dan nilai yang melekat dalam dirinya adalah tak beda dengan orang Bima asli. Perhatianya terhadap sesama terutama membantu warga yang sakit dan membutuhkan bantuan lainya, nampaknya Ellya memiliki kesamaan dengan Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE. Wajar saja, sebab persahabatan antar keduanya dibangun sejak dulu dan masih berlangsung sampai sekarang ini. Ikatan persahabatan keduanya, tercatat bukan karena Lutfi dan Dinda adalah sama-sama berstatus sebagai Politisi kawakan di Partai Golkar. Tetapi menurut catatan menyebutkan, hubungan Elya dan Hj. Indah Dhamayanti Putri terbangun jauh sebelum itu.

Lepas dari itu, salah seorang warga Kota Bima yakni Mardiansyah Hijo menulis khusus pada akun Facebooknya tentang kiprah Hj. Ellya. Dan inilah kupasan Mardiansyah Hijo melalui aku Facebooknya bertemakan "GEBRAKAN IBU WALIKOTA BIMA"

***Saya pribadi tertarik untuk memainkan jari-jemari mencoba membangun opini dan narasi perihal yang dilakukan oleh Ketua Tim PKK Kota Bima, Ketua Dekranasda Kota Bima, Ketua LASQI Kota Bima, Bunda PAUD Kota Bima dan Ketua Majlis Taklim Kota Bima, serta seabrek Amanat yang di Amanati kepada seorang isteri Walikota Bima hari ini..

Sudah 2 pekan secara rutin, terus menerus menyapa seluruh lapisan masyarakat di berbagai Kecamatan dan Kelurahan dikunjungi sesuai dengan jadwal yang telah disusun secara tersistematis bersama dengan rombongan yang tergabung dalam Organisasi didalamnya.

Naik turun gunung, berkunjung dan mengunjungi tanpa mengenal lelah sebagai bentuk menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi sebagai Ibu Walikota Bima, ibu bagi seluruh masyarakat di Kota Bima tercinta ini, dengan di awali ucapan salam, dibarengi senyum manis yang penuh tulus, tegur dan sapa, bersalaman serta cipika dan cipiki tanpa harus memandang strata sosial pada masyarakat nya.

Beliau begitu Ramah, santun dan sederhana menjadi karakter dan ciri khas nya tanpa di buat-buat apalagi mengikuti keprotokoleran sebagai isteri pejabat pada umumnya. Cara beliau berkomunikasi santun dan menempatkan diri, apa adanya menjadi daya tarik yang luar biasa khususnya kepada ibu-ibu yang pernah di salamin oleh beliau, Umumnya bapak-bapak bila disapa oleh Umi Elly Alwaini, pada umumnya mereka sangat terkesan dengan sikap rendah hati nya.

Ada berbagai macam Respon positive dan negative, dengan seringnya Ketua Dekranasda Kota Bima ini, ketika turun langsung di lapangan memberikan berbagai bantuan-bantuan kepada masyarakatnya di Kota Bima antara lain :

  1. Bantuan Benang Tenun kepada pengrajin dalam bentuk kelompok. Dengan tujuan agar Kota Bima Maju dengan industri Tenunannya yang mendunia seperti acara "RIMPU yang mendapatkan Rekor MURI ditahun 2019 ini.

Apalagi ada rencana Walikota Bima ingin membuatkan dalam bentuk PERWALI yang mengatur seluruh ASN di Kota Bima 1 hari menggunkan Rimpu dan Sambolo sebagai tindak lanjut dari itu semua. (Dekranasda)

  1. Bantuan Alat Musik Marawis kepada ibu² Majlis Taklim di Kota Bima dengan tujuan agar ibu² dapat mengembangkan minat dan bakatnya dengan adanya bantuan alat tersebut serta kedepannya akan di lombakan secara berjenjang dari tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota Bima, Propinsi dan Nasional. Dan sekarang LASQI Kota Bima akan ikut serta ditingkat Nasional. Semoga mendapatkan hasil yang maksimal meskipun baru ikut serta tahun ini.

Maka wajar hari ini menjadi buah bibir terutama oleh Netizen di dunia Maya, berbagai tanggapan muncul. Banyak positive nya ketimbang negative nya, hal itu wajar karena cara pandang dan pemikiran yang berbeda-beda, lain kepala lain pula isi nya, bahkan ada yang berkata seperti ini.

Sisi positive nya :

  1. Sepanjang sejarah hanya Ibu Walikota Bima ini yang Rajin turun Memberikan bantuan kepada masyarakat nya, sebelumnya memang ada tapi tidak sesering ini.
  2. Kami menunggu dan merindukan sosok Ibu Walikota Bima yang Ramah, Santun dan Sederhana ini, mau menyapa kami Rakyat miskin.
  3. Semoga diberikan kesehatan yang sehat dan Umur yang panjang buat Ibu Walikota Bima. Agar terus mengunjungi kami meskipun sekedar datang menyapa apalagi diberikan bantuan.
  4. Semoga Kuat dalam menghadapi berbagai macam ujian, dicaci, dimaki-maki, dibilang ini dan itu serta seabrek ujian "CINTA" lain nya.

Sisi Negative nya :

Wajar saja seorang ibu Walikota Bima memberikan bantuan kepada rakyatnya, bukan saja menikmati sebagai isteri pejabat.

  1. Wajar saja turun mengunjungi kami Masyarakat nya, agar kedepannya tidak datang pas ada mau nya.
  2. Mungkin ingin mengikuti jejak Walikota Bima, meskipun tidak ada niat dalam hati nya. Sebab background nya sebagai Pedagang. Hehehe.

Dari berbagai macam urain diatas, penulis hanya ingin lihat sisi-sisi baiknya yaitu Teruslah semangat berbuat baik kepada masyarakat Kota Bima tanpa pandang bulu terutama kepada yang suka "NYINYIR" bila perlu do'akan kepada Allah SWT dengan do'a² terbaik, semoga dibukakan hatinya.

Jangan dengarkan kata-kata dari yang lain nya. Sebab kalau mendengarkan itu, apa yang menjadi VISI MISI Pemerintahan LUTFI-FERI 4 tahun kedepan tidak bisa tercapai..

Semoga Allah SWT memberikan Kesehatan yang sehat, Umur yang panjang. Aamiin Yaa robbal'aalamiin. (TIM VISIONER)