Bupati Bima, IDP

Kalau dulu saat Bupati pria, soal kinerja banyak oknum pejabat yang memberikan laporan asal bapak senang (ABS). Padahal, laporan terkait pelayanan publik oleh oknum pejabat tersebut, diakui kontradiktif dengan kenyataan yang sesungguhnya. Bahkan hal tersebut, dulu terkesan telah menjadi tradisi sejumlah oknum pejabat di Pemkab Bima.            

            Periode 2016-2021, jabatan sebagai Bupati Bima jatuh ditangan seorang perempuan cantik dan tangguh. Sebut saja, Hj Indah Damayanti Putri (IDP) dan Drs H Dachlan Noer menjabat sebagai wakil Bupati (Wabup) Bima. Ada hal menarik yang dilantunkan oleh IDP saat memimpin apel pagi di halaman kantor Bupati Bima, Rabu (24/2/2016).

“Kinerja profesional sebagai pelayan publik oleh seluuruh PNS mulai dari Sekda hingga jabatan yang paling rendah di seluruh SKPD, mutlak untuk dilaksanakan. Jadi, tak ada lagi laporan yang bersifat ABS atau asal ibu senang (AIS). Apa yang dilaporkan soal kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) harus sesuai dengan aturan dan fakta sesungguhnya di lapangan,” imbuhnya.

            Abdi negara khususnya yang mengabdi di lingkup Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Bima diakuinya, merupakan figur-figur pilihan yang memiliki kelebihan dan kesempatan untuk menunjukan pengabdian terbaiknya.  Oleh karena itu, harus mampu menunjukkan kinerja profesional sehingga antara pihak yang melayani dengan yang dilayani dapat berjalan sleiring. 

           “Tinggalkan isu-isu politik yang terjadi berkaitan dengan Pilkada beberapa waktu lalu. Tugas PNS,  bekerja sesuai dengan Tupoks. Sebab, hal itu penting dan mutlak dalam berkinerja. Mohon dijaga disiplin dan pelayanan sehingga dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat,” desaknya.

         Pada apel yang juga dihadiri Wakil Bupati Bima Drs Dahlan M Noer dan sekda setempat, Drs HM Taufik HAK serta seluruh asisten dan PNS dilingkup Sekda tersebut, IDP mengajak aparatur untuk mendukung kepemimpinannya. “Tanpa dukungan seluruh perangkat yang ada, Mustahil saya dengan Wakil Bupati sukses memimpin daerah. Untuk itu, mari kerja sama, nyata dengan penuh ikhtiar. Kami juga  akan memimpin dan selalu siap menerima masukan. Tetapi, berilah saran dan masukan dengan cara yang santun untuk memperbaiki keadaan,” imbuhnya lagi.

Peningkatan kinerja bagi seluruh PNS yang ada di Kabupaten Bima, juga mutlak untuk dilaksanakan. Hal tersebut diakuinya akan memberikan jaminan kebaikan bagi PNS baik di dunia maupun di akhirat nanti. “Jangan hanya takut karena absensi, tetapi takutlah karena pada hari Akhirat karena akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Yang pasti, kami akan terus mendorong disiplin pegawai,” paparnya.

Untuk selanjutnya, Bupati Bupati dan wakil Bupati akan terus mendorong peningkatan disiplin pegawai ini dan akan berupaya untuk hadir dan memimpin apel". Ingat Bupati.

Bagi seluruh PNS yang ada di Kabupaten Bima ditegaskannya agar tetap fokus bekerja dan tidak terpengaruh dengan isu mutasi atau rotasi. “Jangan terbebani oleh isu mutasi, tetap  bekerja dan tunjukkan kemampuan sesuai kompetensi. Dan, bekerjalah sesuai Tupoksi serta terus berkarya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan daerah ini,” sarannya.

 

Terkait tata kelola pemerintahan,  jika ada hal-hal baik yang berasal dari kepemimpinan sebelumnya maka itu akan dilanjutkan. Namun, jika ditemukan adanya kekeliruan, tentu saja akan  menjadi kewajiban untuk melakukan perubahan. “Bagi pejabat pada tingkat, ditegasnya agar mampu memberikan keteladanan dalam hal kedisplinan  kepada seluruh bawahannya,” pungkasnya. (Rizal)