Dari Pribadi mereka untuk Umat

Visioner Berita Bima-Idul Adha pada setiap tahunnya, bukan saja dijadikan sebagai ajang pelaksanaan Sholat berjamaah bagi seluruh Umat Islam di seluruh dunia. Tetapi, juga lebih kepada penjewantahan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan anak kandungnya yakni Nabi Ismail AS (tentang pentingnya makna berqurban bagi hamba yang beriman kepada Sang Pencipta).

            Menarik dari kisah Nabi Ibrahim AS dengan anak kandungnya yakni Nabi Ismail AS tersebut, Umat Islam di seluruh dunia memaknainya dengan mengorbankan sebahagian hartanya untuk mereka-mereka yang membutuhkannya, salah satunya pemotongan hewan qurban baik sapi maupun kambing yang kemudian dagingnya diberikan kepada pihak-pihak yang berhak menerimanya.

            Tradisi-tradisi leluhur Muslim tersebut, juga akan berlaku sepanjang zaman. Tak terkecuali di Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu dan seluruh daerah-daerah di Indonesia. Di Kabupaten Bima misalnya, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri-Idul Adha tahun ini (1438 H) menyerahkan sebanyak 18 ekor pribadinya. Belasan ekor ternak yang bersumber dari kalangan Istana Kesultanan Bima ini, telah dibagikan kepada 18 Kecamatan di Kabuaten Bima.

        “Masing-masing hewan qurban berupa sapi, diserahkan langsung oleh Hj. Indah Dhamayanti kepada masing-masing camatnya dan selanjutnya dagingnya diserakan kepada warga yang berhak menerimanya,” jelas Kabag Humas Setda Kabupaten Bima, Armin Farid SIP.

            Pada idul Adha sebelumnya, secara pribadi Hj. Indah Dhamayanti Putri juga menyerahkan jumlah hewan qurban yang sama dengan Idul Adha tahun ini. “Sementara atas nama Pemkab Bima, tahun ini juga disumbangkan 18 ekor sapi qurban kepada 18 Kecamatan di Kabupaten Bima. Demikian juga pada tahun sebelumnya, Bupati-Wakil Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri-Drs. H.Dahlan M. Noer.  Tahun ini, Pak Wakil Bupati menyerahkan 4 ekor dan 1 ekor kambing qurban kepada pihak yang berhak menerimanya. Pun Idul Adha tahun sebelumnya, Wakil Bupati Bima juga melakukan hal yang sama,” ungkapnya.

            Tak hanya itu, Sekda Kabupaten Bima Drs. HM. Taufik H. AK juga menyerahkan hewan qurban kepada masyarakat yang berkewajiban menerimanya. Hal itu, juga dilakukan tiap hari Hari Raya Idul Adha oleh Sekda. “Pak Sekda juga berbagi hewan qurban kepada masyarakat untuk tiap tahunnya,” tandas Armin.

            Kewajiban menyerahkan membagikan hewan qurban kepada pihak yang berhak menerimanya, bukan saja dilakukan oleh Bupati-Wakil Bupati Bima, tetapi juga oleh sejumlah Pejabat termasuk pihak Dewan di Kabupaten Bima pula. Ketua DPRD Kabupaten Bima Murni Suciyanti, tahun ini menyerahkan 1 ekor sapi qurban kepada masyarakat. Tahun ini, satu ekor sapi qurban diserahkan kepada warga Desa Tonggorisa-Kabupaten Bima.

Dan tahun sebelumnya, yang bersangkutan melakukan hal yang sama, tetapi pada wilayah yang lain. Di Kabupaten Bima. “Tiap tahun, kami tetap melaksanakan hal itu,” ungkap Ady Mahyudi SE selaku suami Ketua Dewan tersebut menjawab visioner.co.id.

            Liputan langsung sejumlah wartan melaporkan, di seuruh wilayah di Kabupaten dan Kota Bima khususnya di Desa-Desa, pihak yang memiliki kelebihan rezeki juga memotong hewan qurban dan kemudian dagingnya diserahkan kepada pihak yang berkewajiban menerimanya. Tradisi Islam tersebut, juga dilakukan oleh kalangan masyarakat biasa, termasuk kalangan Pengusaha baik di Kota maupun di Kabupaten Bima. Yang tak kalah uniknya, tahun ini kalangan non Muslim di Kota Bima (komunitas Tiong Hoa juga menyerahkan dagung korban kepada warga Muslim (bentuk toleransi antar umat).

            Masih liputan langsung visioner.co.id juga melaporkan, di Kota Bima tahun ini, total hewan qurban yang dipotong dan di serahkan kepada pihak yang berkewajiban menerimanya adalah berjumlah 100 lebih ekor (sapi maupun kambing). “Itu jumlah heran qurban yang masuk melalui PHBI. Jumlah yang sama, juga terjadi pada Idul Adha sebelumnya,” Walikota Bima melalui Plt Kabag Humas setempat Syahrial Nuryadin SIP, MM.

            Kendati tidak menghafal jumlahnya, Mutasi pada BKD Kota Bima ini, juga menjelaskan, secara Walikota-Wakil Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin-H.  A.Rahman H. Abidin SE-juga menyerahkan hewan korban kepada masyarakat yang berkewajiban menerimanya.

“Tak hanya Walikota-Wakil Walikota yang menyerahkan hewan qurban atas nama pribadi kepada masyarakat pada tiap tahunnya, tetapi juga hal yang sama dilakukan oleh pihak-pihak lain di Kota Bima. Secara pribadi, saya juga menyerahkan 1 ekor kambing korban kepada warga. Kewajiban yang sama dengan tahun ini, juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” terangnya.

            Sementara pelaksanaan Sholat Idul Adhan 1438 H (2017), Bupati Bima memusatkan kegiatan Ibadah tersebut di Kecamatan Wawo. Ribuan masyarakat termasuk dari kalangan Pemerintah, juga hadir pada kegiataan Kesilaman ini. Sementara Walikota-Wakil Walikota Bima, memusatkan kegiatan Sholat Idul Adha di dua tempat. Yakni di lapangan Sera Suba dan di halaman Kantor Walikota Bima. Ribuan manusia, juga memadati dua tempat dimaksud.

            Bertepatan dengan moment idul Adhan 1438 H ini, Bupati-Wakil Bupati, Sekda, Walikota-Wakil Walikota Bima dan Plt Sekda setempat-juga melaksanakan kegiatan open house untuk masyarakatnya. Kegiatan yang dilakukan oleh Pemimpin-Pemimpin di dua wilayah tersebut, lebih kepada diisi dengan cara silaturrahmi dan acara makan-makan. Hingga berita ini di tulis, Bupato-Wakil Bupati Bima masih melaksanakan kegiatan mengisi moment Idul Adha 1438 H di berbagai wilayah. Kegiatan tersebut, lebih kepada melakukan berbagai hal penting termasuk bersilatrrahmi dengan masyarakat.

            Masih soal Idul Adha 1438 H, tak hanya warga Bima yang berdomisili di Bima baik Kota maupun Kabupaten yang menyisihkan sebahagian hartanya untuk membeli hewan qurban dan kemudian diserahkan kepada masyarakat yang berkewajiban untuk menerimanya. Tetapi, juga dilakukan oleh warga Bima yang berdomili di luar daerah ini.                  

            Pengusaha asal Kecamatan Donggo yang berdomisili di Jakarta yakni H. Zakariah Umar-juga melaksanakan penyerahan hewan qurban dan kemudian di bagikan kepada warga di Kecamatan Donggo, Kecamatan Soromandi. “Tahun ini, yang bersangkutan menyerahkan 6 ekor sapi qurban. Peruntukannya, 1 ekor di Kelurahan Penaraga-Kota Bima, 1 ekor di Dusun Jala-Bolo, 1 ekor di Desa Lewidewa-Soromandi, 1 ekor di Desa Mpili-Donggo, dan 2 ekor di Desa Wadukopa-Soromandi,” papar salah seorang Tokoh Donggo di Bima, H. Tafsir H. Abdul Majid.

            Tahun-tahun sebelumnya ujarnya, yang bersangkutan juga melakukan hal yang sama. Yakni, penyerahan hewan qurban di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima. “Hal mulia itu, sudah menjadi tradisi Keislaman yang bersangkutan pada tiap hari Raya Idul Adha. Itu juga sebagai pembuktian, bahwa yang bersangkutan memperhatikan pihak-pihak yang membutuhkannya. Tak hanya itu, H. Zakariah Umar juga sering memba ntu kelanjutan pembangunan Rumah Ibadah seperti Masjid dan Musholah di sejumlah wilayah di Kabupaten Bima,” terang Tafsir.

            Upaya mulia dalam bentuk membantu pihak-pihak yang membutuhkannya termasuk pada moment Idul Adha tahun ini, juga dilalukan oleh salah seorang warga Bima yang bersumikan warga Jerman-sebut saja Nurhayati Ismail. Wanita kelahiran Desa Bre, Kecamatan Palibelo ini-tahun ini menyerahkan dua ekor sapi qurban.

          “1 ekor sapi qurban, saya serahkan kepada warga Desa Bre. Dan 1 ekor sapi lagi, saya serahkan kepada warga di Kelurahan Panatoi-Kota Bima. Harapannya, ya semoga berkah saja,” jelasnya kepada visioner.co.id di Falcao, Sabtu malam (2/9/2017)."Di Tanjung-Kota Bima, kami juga membagikan daging korban dengan cara door to door kepada warga terkategori miskin," tuturnya.

            Catatan lain visioner.co.id menyebutkan, pada Ramadhan 1438 H (2017), Pengusaha Properti ini, juga terungkap secara diam-dia menyerahkan bantuan kepada dua Panti Asuhan yang ada di Kota Bima. Namun, penyerahan bantuan tersebut didelegasikan kepada keluarganya.

         “Sebenarnya, itu tak patut untuk dipublikasikan melalui media massa. Sebab, masalah ini bersifat hubungan manusia dengan Allah. Intinya, berbagi adalah kewajiban pihak yang punya kelebihan untuk mereka yang membutuhkan sentuhan kita semua. Sebab, dalam diri kita juga terdapat hak mereka. Demikian Islam menegaskannya,” terang Nurhayati yang bersumikan warga Muslim Jerman yang berekspaktasi besar ingin membuka usaha wisata di Bima ini. “Kami ingin membuka usaha wisata di Bima, tapi syaratnya daerah ini harus aman dong,” tambahnya. (Rizal//Must//Buyung//Wildan)