Bahas Peningkatan Kualitas Instalasi
Visioner Berita, Bima.-

Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Teknik Universitas Hasanuddin (PW IKATEK Unhas) Bali-Nusra, melakukan audiensi dengan jajaran Pejabat PT PLN (Persero) Wilayah Provinsi NTB. Kegiatan ini berlangsung di ruang kerja Manager PT PLN (Persero) Cabang Bima, Kamis (18/05/2017).

Audiensi diterima langsung oleh General Manager (GM) PT PLN (Persero) Wilayah NTB, Ir. Mukhtar. Didampingi Kepala Area Sektor Tambora (Pulau Sumbawa), Ardhi Tartahardi, ST, M.Eng dan Manager Area Bima, Jefri Husni, ST. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PW IKATEK Unhas, Hadi Santoso, ST, MM, bersama Anwar, ST, MT (Dewan Pembina) dan Herdiyanto Ladjatang, ST (Devisi Investasi dan Kewirausahaan).  

Salah satu tema yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah fenomena kerap terjadinya kebakaran di wilayah provinsi NTB. Termasuk yang terjadi beberapa hari lalu di Kabupaten dan Kota Bima. Dan sering kali, divonis oleh sejumlah pihak diakibatkan adanya hubungan arus pendek.

“Sudah menjadi pengetahuan umum, setiap terjadi kebakaran. PLN seolah-olah menjadi sasaran empuk untuk dikambing hitamkan. Dengan dalih penyebab kebakaran akibat hubungan arus pendek atau konsleting listrik. Padahal, pembuktian terjadinya konsleting listrik hampir mustahil dibuktikan paska kebakaran,” ujar Hadi Santoso

 Selain itu, dari pengamatan dilapangan. Pihaknya masih menemukan adanya pemasangan instalasi yang dilakukan bukan oleh instalatir profesional bersertifat. Dan adanya, prosedur yang dilewati oleh konsumen dalam melakukan pengajuan pemasangan baru listrik.

“Instalasi rumah tangga, bahkan dilakukan oleh tukang bangunan yang sama sekali tidak paham teknik pemasangan intalasi. Sehingga, seharusnya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas pemasangan baru dari pihak PLN. Masalah, biasanya pemilik bangunan tidak mau tahu. Dan memaksa pihak rekanan PT PLN untuk tetap memasang jaringan listrik ditempatnya,” lanjut Direktur Sentral Muslim Group ini.

Di sisi lain, pihak IKATEK Unhas Bali-Nusra mengaku salut dengan gebrakan-gebrakan Ir Mukhtar selaku GM PT PLN (Persero) Wilayah NTB. Yang intens melakukan sosialisasi baik pada pihak pemerintah daerah, sektor swasta, maupun langsung pada masyarakat. Terkait peningkatan kualitas pelayanan. Terutama penyambungan baru listrik, yang diharuskan memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO).

GM PT PLN (Persero), Ir. Mukhtar, mengapresiasi kepedulian IKATEK Unhas terhadap kinerja PT PLN. Dan menyatakan sangat terbuka pada semua pihak, yang ingin berkontribusi. Serta berperan aktif dalam peningkatan kualitas layanan perusahaan milik Negara tersebut.

“Saat ini, kami (PT PLN, red) terus mengoptimalkan kerja. Baik dari sisi penambahan pembangkit baru di NTB. Termasuk peningkatan standarisi pemasangan baru. Di mana setiap calon pelanggan, wajib memiliki SLO, baru bisa dilakukan penyambungan listrik,” jelas Mukhtar

Namun, sering kali, banyak pihak yang salah paham. Yang beranggapan bahwa instalatir dan penerbit SLO adalah pihak PT PLN (Persero). Padahal, semua itu dikerjakan oleh pihak ketiga/rekanan PT PLN (persero).

“Nah, ini harus dipahami. Banyak sekali pekerjaan di PT PLN yang melibatkan pihak ketiga. Mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi, sampai instalasi bangunan/rumah. Termasuk penerbit SLO, bukan pihak PT PLN. Penerbit SLO sendiri adalah lembaga independen di bawah Dirjen Ketenagalistrikan,”  pungkas pria ramah ini.