Dari arena Rakor TIM PORA

Visioner Berita Bima-Orang asing yang keluar-masuk Bima baik Kota maupun Bima, dari dulu hingga sekarang, jumlahnya lumayan banyak. Upaya pendataan, pun tetap dilakukan oleh berbagai pihak. Diantaranya Kepolisian hingga oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas III Bima. Hanya saja, “berbagai kegiatan” yang mereka lakukan, terkesan tak terpantai secara maksimal. Pun demikian halnya dengan sejumlah warga asing yang sudah menikah dengan warga Bima.

            Dugaan kegiatan yang luput dari pantauan oleh asing di Bima, selama ini sering terjadi di wilayah laut. Kebanyakan mereka menggunakan kapal pesiar bermodelkan kayu, bersandar di Pelabuhan Bima, melaksanakan kegiatan berenang, diving dan snookeling di perairan Kolo, Kecamatan Asakota-Kota Bima hingga ke perairan Desa Sai, Kecamatan Soromandi-Kabupaten Bima.

            Tak hanya itu, sejumlah orang asing tersebut, juga diduga melaksanakan kegiatan hingga ke Pulau Sangiang, Kecamatan Wera-Kabupaten Bima. Diduga, mereka menggelar kegiatan diving dan snookeling secara ilegal mulai dari Kolo, perairan Sai hingga ke Sangiang. Dugaan kegiatan ilegal tersebut, dianggap merugikan daerah baik Kota maupun Kabupaten Bima, sebuat saja soal Pendapatan Asli Daerah termasuk soal pajak.  

            Sejumlah dugaan tersebut, diungkap oleh sejumlah pihak pada rapat koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (PORA) yang digagas oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas III Bima di Falcao dan Family Karaoke-Kota Bima, Selasa (18/7/2017).

Pertemuan penting tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Imigrasi kelas III Bima Muhammad Irham H. Anwar SH, MH dan melibatkan Kepala Rutan Raba Bima H. Abdul halik S.Sos, Kepala Badan Nakotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bima, Kasi Intel Kejaksaan, pihak Intelkam dan Sat Reskrim Polres Bima Kota, jajaran Dandim 1608 Bima, pihak BIN, beberapa Camat di Kota Bima, Lurah di Kota Bima, Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Bima, Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Kota Bima, Dinas Pariwisata Kota Bima, Wartawan, Pelindo III (Persero) Cabang Bima, ASDP Bima dan sejumlah pihak penting lainnya.  

            Berbagai pihak yang diundang tersebut, memberikan saran dan masukan yang sama kepada pihak Imigrasi Kelas III Bima. Diantaranya, melakukan pendataan hingga pengawasan secara ketat orang asing dengan sejumlah kegiatan yang dilakukannya selama berada di Bima baik Kota maupun Kabupaten.m Tak hanya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bima maupun Kabupaten Bima melalui instansi terkait, didesak untuk melakukan pengawasan ekstra ketat sdan membuat regulasi agar kegiatan orang asing tersebut tidak merugikan daerah dari sisi retribhusi.

            Pada kegiatan yang dimulai sejak pukul 9.00 Wita dan berakhir pada pukul 11.00 Wita tersebut, muncul juga ungkapan yang menyebutkan bahwa Bima merupakan salah satu wilayah sekaligus pasar menjanjikan bagi peredaran Narkoba, Miras dan lainnya. Oleh karena itu, peserta Rakor bersepakat memberikan saran dan ketegasan kepada pihak Imigrasi agar terus melakukan pengawasan secara berkolaboratif dengan sejumlah inatansi, kendati barang-barang haram tersebut belum mengarah mengarah kepada dugaan keterlibatan orang asing yang masuk Bima.

            Masih pada moment penting tersebut, para peserta Rakor juga menegaskan agar pihak Imigrasi Bima mengintesifkan koordinasi, konsultasi hingga koordinasi dengan sejumlah pihak seperti Lurah, Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, ASDP, Pelindo hingga pihak Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Intel Kodim 1608 Bima, Polres Bima Kota guna melakukan kontrol dan pengawasan secara ketat terhadap orang asing yang masuk Bima.  

            Pada pertemuan itu juga, diungkap adanya dugaan kegiatan Diving ilegal yang ditengarai dilakukan oleh orang-otrang asing mulai dari Poja-Wera, Pantai Kelapa, Pulau Sangiang hingga ke Pulau Gilibanta (perairan Wera, Sape dan Lambu). Ditengarai, terdapat lebih dari 30 titik spot diving yang sudah beroperasi sejak beberapa bulan silam dan disinyalir masih berlaku sampai sekarang ini.  Kegiatan yang diduga tak memberikan kontribusi bagi Kabupaten Bima tersebut, seolah luput dari pengwasan instansi terkait.

            Usai menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak di Kota Bima, pihak Imigrasi Kelas III Bima melanjutkan pertemuan yang sama dengan sejumlah instansi dan pihak penting lainnya di Kabupaten Bima.     Kegiatan tersebut, berlangsung di tempat yang sama. Pembahasan Tim PORA dengan pihak Kabupaten Bima adalah sama dengan pembahasan yang dilakukannya dengan sejumlah pihak di Kota Bima.

            Sebelum pembasan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Bima Muhammad Irham H. Anwar SH, MH menyatakan terimakasih dan apresiasinya atas masukan dari berbagai pihak pada pertemuan dimaksud. Tentu saja, saran dan masukan tersebut akan dirumuskan menjadi sebuah rencana untuk memperkuat Tim PORA dalam melakukan kontrol dan pengwasan terhadap orang asing yang masuk Bima berikut sejumlah kegiatan yang dilakukannya.

            Pada akhirnya nanti (maksudnya usai pembasan dengan Kota dan Kabupaten Bima), Irham berancana mengajak semua pihak untuk terlibat dalam operasi bersama terkait orang asing yang masuk Bima beriku beragam kegiatan yang dilakukannya. 

“Setelah pertemuan dengan kedua daerah ini, kita akan rumuskan rencana dan langkah selanjutnya. Proses pendataan, selama ini tetap kami lakukan. Rata-rata dari hasil pendataan tersebut, mereka masuk Bima secara legal yang dibuktikan dengan visa kunjungan dan lainnya yang masih berlaku,” terangnya.

            Tentang sejumlah persoalan lainn yang diungkap oleh para pihak pada Rakor tersebut, diakuinya akn dijadikan sebagai bahan masukan dan saran untuk dirumuskan menjadi sebuah rencana untuk lengkah-langkah kedepannya.

             “Semua saran dan masukan tadi, itu sangat bagus. Kedepannya, kita akan rencanakan untuk turun bersama di lapangan yang juga akan melibatkan kalangan wartawan. Pada prinsipnya, kita tetap memberikan kepada orang asing untuk berinvestasi di Bima. Tetapi, mereka juga harus prosedural. Setiap kegiatan yang mereka lakukan, juga harus memberikan kontribusi buat daerah dan masyarakat Bima,” tegasnya. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)