Surat Edaran dari PemkotBima

            Isu merebaknya PKI di Indonesia menjadi topik paling trend akhir-akhir ini. Hingga pengguna baju kaos berwarna merah dengan simbol palu aritpun dicap sebagai embrio PKI di Indonesia.

            Sering dengan maraknya isu PKI tersebut, praktis saja Pemkot Bima langsung mengeluarkan surat edaran. Surat edaran nomor 001 dengan perihal waspada peredaran simbol-simbol yang bermakna komunias itu diterbitkan oleh Pemkot Bima dengan menindaklanjuti edaran Mendagri nomor 338/1771/53 tertanggal 13 Mei 2016.

            Dalam surat edaran tersebut terdapat tiga point penting untuk ditujukan kepada masyarakat agar tetap waspada. Pertama, mewaspadai semakin maraknya peredaran maupun penggunaan simboldan atribut yang bermakna komunis pada pakaian-aksesoris maupun media lain.

            Kedua, melakukan pengawasan terhadap penjualan produk bersimbol komunis atau atribut yang bermakna komunis di berbagai tempat dan melakukan koordinasi atau melapor kepada aparat keamanan apabila menemukan penggunaan simbol/atribut yang bermakna komunis.

            Surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemkot Bima tersebut, secara resmi ditandatangani oleh Wakil Walikota Bima H. A.Rahman H. Abidin. Walikota Bima melalui Kabag Humas Protokol setempat Ihya Ghazali S.Sos menjelaskan bahwa surat tersebut te;ahdiserahkan kepada seluruh Kepala Kelurahan, Camat dan SKPD dan elemen masyarakat lainnya di Kota Bima.

            Media massa dimintanya untuk ikut berpartisipasi untuk mempublikasikan surat edaran ini agar masyarakat tetap waspada terhadap gejala-gejala komunias yang sedang marak dibicarakan di Indonesia. “Mari kita bekerjasama melakukan pengawasan dan pemantauan secara ketat setelah surat edaran ini dikeluarkan. Terimakasih kepada media massa yang mau berpartisipasi aktif didalamnya,” pintanya. (Rizal)