Hj. Indah Dhmayanti Putri (kedua dari kanan) saat tampil sebagai salah satu pembicara utama di Unpad-Jabar

Kabupaten Bima diklaim oleh negara sebagai daerah rawan konflik (zona merah). Mulai dari pertikaian yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa di sejumlah wilayah dan kasus pembakaran jadi indikatornya. Akibatnya, Kabupaten Bima juga dianggap sebagai hantu paling menakutkan bagi iklim keamanan dan investasi.

            Pilkada Kabupaten Bima periode 2015-2020, mencatat sebuah sejarah baru dan bersifat spektakuler. Tertanggal 9 Desember 2015, Hj. Indah Dhamayanti Putri-Drs. Dachlan M. Noer-sukses mencatat sejarah fatastic dan bersifat spektakuler. Maksudnya, sukses sebagai terpilih menjadi Bupati-Wakil Bupati Bima periode 2016-2021. Detailnya, wanita yang akrab disapa Dinda (Hj. Indah Dhamayanti Putri) sukses tampil sebagai wanita pertama yang menjadi Bupati di Indonesia bagian timur.

            Media memiliki catatan penting sepanjag sejarah Pilkada kali ini. Dengan kekuatan magnet (daya tarik) personil yang dimiliki oleh Dinda-Dachlan, Kabupaten Bima diakui sebagai salah satu daerah yang sukses melaksanakan Pilkada dengan aman, kondusif dan bermartabat. Tak ada konflik horizontal yang terjadi sepanjang Pilkada hingga keduanya dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Bima.

            Semua pihak termasuk Negara memberikan apresiasi atas kondisi kondisi Pilkada dimaksud. Ketua KPUD Kabupaten Bima, Nur Susilawati S.IP, MM.SIP pun mengakuinya. Pun, Nur Susilawati menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Bima periode 2015-2020 berlangsung aman, damai, kondusif, sukses dan bermartabat.

 “Ya, keduanya kini telah menjadi Bupati-Wakil Bupati Bima periode 2016-2020. Sukses keduanya, mencerminkan keberhasilannya memenangkan pertarungan di daerah yang dianggap rawan konflik. Tapi, sesungguhnya tak ada konflik yang berlebihan sepanjang proses Pilkada berlangsung hingga keduanya dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Bima,” katanya, saat itu.

            Kesukses pasangan tersebut, tanpaknya membuka mata dan telinga lembaga-lembaga penting di Indonesia. Salah satunya, sebuah Universitas ternama di Bandung-Jabar yakni Universitas Padjajaran (Unpad), mengundang Dinda sebagai salah satu pembicara pada acara seminar bertemakan “evaluasi Pilkada serentak 2015 menghadapi Pilkada serentak 2017.

             Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Bima Drs. H Supratman AS. M.Si menyatakan, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri tampil sebagai salah satu pembicara utama pada momentum yang diselenggarakan oleh KPU RI yang bekerjasama dengan Unpad tersebut.

Hadir juga dua orang pembicara lain pada moment tersebut. Yakni, ketua KPU Jabar Endun Abdul Haq M.Pd dan Dr.Dra Dedensri Kartini M.Si dari Unpad. “Apreasiasi seluruh mahasiswa Unpad mapun Dosen Unpad atas pembicaraan Bupati Bima tersebut, luar biasa,” tandasnya kepada Tabloid Visioner-Visioner Online, Rabu (23/3/2016).

            Pria yang sebut-sebut sebagai kandidat terkuat Sekda Kabupaten Bima ini (Drs. H Supratman AS M.Si, Red) menejelaskan, pada moment tersebut Bupati Bima kesempatan untuk berbicara dalam durasi sekitar 30 menit. “Ada juga sesi tanya-jawab. Semua pertanyaan dari mahasiswa Unpad, dijawab dengan sempurna oleh Bupati Bima. Untuk itu, mulai dari dosen hingga Mahasiswa Unpad memberikan apresiasi yang luar biasa. Tema pembicaraannya seputar evaluasi Pilkada serentak 2015 menuju Pilkada serentak 2017,” terangnya.

            Selain itu katanya, ada juga pertanyaan soal Undang-Undang Patahana yang membicarakan soal dinasti saat Pilkada berlangsung. Namun diakuinya, Bupati Bima menjawabnya dengan sikap yang sangat santai. “Kemenangan dalam Pilkada merupakan keputusan rakyat, bukan nepotisme dan lainnya. Kesuksesan tersebut dicapai dengan cara demokratis dan bermartabat. Demikian Bupati Bima menjawabnya,” paparnya.

            Moment tersebut dianggapnya sebagai sejarah perdana sepanjang sejara Bupati-Wakil Bupati khususnya di Kabupaten Bima. pada acara seminar itu pula Bupati Bima menyatakan bahwa kemenangan yang diraihnya itu juga dipicuoleh aspek sosiologis dan prisokologis yang sudah terbanguin sejak lama. “Jawaban itu, praktis saja mendapat aplusan yang luar biasa dari undangan yang hadir pada acara seminar dimaksud,” ujarnya.

            Pertanyaan lain juga muncul terkait pelaksanaan Pilkada kabupaten Bima yang berlangsung sukses, aman, damai, kondusif dan bermartabat padahal Bima diklaim sebagai salah daerah yang rawan kondlik. “Bupati menjawab, semuanya karena atas dasar sentuhan komunikasi yang berkwalitas, pendekatan budaya, agama dan nilai-nilai penting lainnya.  

            Singkatnya, terdengar jelas tentang pengakuan banyak pihak usai acara berlangsung. Yakni, masyarakat Bima harus bangga atas kehadiran gender pertama yang menjabat sebagai Bupati Bima. Bahkan menjadi wanita pertama yang menjadi Bupati di Indonesia bagian timur. “Acara tersebut merupakan sebuah kebanggaan terbesar bagi Kabupaten Bima dan masyarakatnya. Oleh karenanya, sekali lagi kita harus bangga dan memberikan apresiasi yang luar biasa pula,” pungkas Supra. (Rizal)