Sebahagian kecil barang kadaluarsa milik UD Bima Sakti Perkasa yang diamankan di ruang Tipiter

Visioner Berita Kota Bima-Keberhasilan Polres Bima Kota dibawah kendali Kapolres AKBP Ida Bagus Winarta SIK melalui Sat Reskrim yang dinakhodai oleh Kasat AKP Afrizal SIK, patut diapresiasi dan diberi penghargaan. Betapa tidak, Jum’at (4/9/2017) berhasil membongkar sebuah gudang milik UD Bima Sakti Perkasa yang didalamnya terdapat barang-barang kadaluarsa dengan jumlah yang tak sedikit alias hampir setengah gudang.

            Barang-barang tersebut meliputi makanan ringan untuk orang orang dewasa-anak, minuman segar untuk anak-anak dan Dewasa, minyak goreng, barang sejenis sosis, minyak kelapa, barang sejenis kosmetik serta sejumlah makanan lainnya termasuk mie instant. Sejak Jum’at hingga Minggu (8//9/2017), Polisi harus bekerja keras untuk menghitung dan mengangkut barang-barang kadaluarsa yang berjumlah sangat besar itu dengan menggunakan kendaraan seadanya. 

            Kasat Reskrim dan puluhan anggotanya yang melibatkan Kanit Tipiter serta Kanit Pidum, terlihat harus bermandi keringat mulai dari proses pengecekan barang di dalam gundang, penghitungan hingga menaikan barang untuk diamankan di Unit Tipiter yang ruangannya sangat kecil. “Sampai sekarang, barang-barang kadaluarsa tersebut belum mampu kami angkut ke Mapolres Bima Kota. Kendalanya, lebih kepada keterbatasan anggota dan alat angkut,” jelas Kasat Reskrim AKP Afrizal SIK.

            Saat pembongkaran barang kadaluarsa Jum’at lalu, Kadis Koperindag Kota Bima melalui Sekretaris Dinasnya (Sekdis), juga hadir di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kedatangan Sekdis, tepatnya usai Polisi memasang police line di pada tumpukan barang-arang kadaluarsa di dalam gudang itu-tepatnya usai Adzan Maghrib. Kehadiran Sekdis Koperindag, diakui atas perintah Kadis Nurjanah S.Sos yang sebelumnya mengetahui adanya informasi kepada Wartawan.

            Saat di TKP, Sekdis tak banyak berkomentar. Kecuali berjanji akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP dan menyiapkan truk angkutan untuk membawa barang-barang kadaluarsa tersebut untuk diamankan di Mapolres Bima Kota.

         “Sampai sekarang, janji tersebut belum terpenuhi. Oleh karenanya, kami terpaksa mengangkut barang-barang kadalarsa itu dengan kendaraan apa adanya. Karena jumlahnya yang tidak sedikit dan kendaraan angkutan yang terbatas, masih sangat banyak barang kadaluarsa di gudang itu yang belum mampu dibawa ke Mapolres Bima Kota,” terangnya.

            Artinya, tugas dan tanggungjawab untuk menyelesaikan barang-barang kadaluarsa yang ada di gundang Bima Saksi Perkasa itu, diakuinya belum berakhir. Maka untuk sementara, pihaknya akan berkoordinasi dengan Samapta Polres Bima Kota. “Insya Allah, kami akan meminta bantuan truk operasional Samapta untuk mengangkut barang-barang yang masih tersisa di dalam gudang itu,” paparnya.

            Lepas dari soal pengangkutan barang kadaluarsa itu, penanganan kasus tersebut masih terus berjalan. Pihak pelapor, diakuinya sudah dminitai keterangannya. Selanjutnya, pihaknya akan memintai keterangan dari sejumlah saksi. Langkah selanjutnya, akan memanggil sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap pihak terlapor. “Dalam kasus ini, kami juga akan berkoordinasi dengan pihak BPOM NTB. Penanganan hukum atas kasus ini, jelas sangat serius,” janjinya.

            Afrizal kemudian menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi penting soal barang kadaluarsa tersebut. Apresiasi dan ucapan yang sama, juga sampaikannya kepada Wartawan sebagai mitra kerja yang telah ikut berpartisipasi aktif mempublikasikannya sehingga masalah ini dapat diketahui oleh publik khususnya di Bima.

          “Kepada masyarakat luas, beritahukan kepada Polisi jika menemukan adanya barang kadaluarsa baik di toko-toko maupun di tempat-tempat lain. Upaya pencegahan hingga pemberantasan barang kadaluarsa, bersifat wajib. Sebab, jika dikonsumsi tentu saja akan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat pula. Sekali lagi, masyarakat harus hindari barang kadalauarsa dan segera laporkan kepada Polisi jika menemukannya,” imbuh Kasat Reskrim yang sudah berhasil mengungkap sejumlah kasus-kasus besar di Kota Bima ini.

         Liputan langsung sejumlah Wartawan di Mapolres Bima Kota melaporkan, barang-barang kadaluarsa yang ditampung dan diamankan di Unit Tipiter, diperkirakan baru mencapai 20 porsen dari jumlah yang ada di gudang UD Bima Saksi Perkasa.

         “Ini baru sebahagian kecil saja, yang masih tersisa di gudang itu sangat banyak. Kalau semuanya ditampung di Unit Tipeter, jelas tidak muat. Sebab, ruangan ini sangat kecil. Oleh karenanya, butuh tempat yang sangat besar untuk menampung semua barang kadaluarsa yang jumlahnya hampir setengah gudang itu. Karena sekarang sudah memasuki musim hujan, barang-barang kadaluarsa tersebut masih diamankan di gudang UD Bima Sakti Perkasa,” tandas sejumlah Penyidik Tipiter Polres Bima Kota. (Rizal/Must/Buyung/Wildan/Ika/Fahmi)