H. A.Rahman H. Abidin SE (Petahana)

Visioner Berita Kota Bima-Dinamika politik jelang Pilkada Kota Bima periode 2018-2023 tak seksi, begitu kata sebahagian orang. Indikasi itu, ditemukan melalui tak adanya gerakan politik yang dahsyat dan mampu membangkitkan gairah lawannya dari incumben alias Petahanan yang sudah menyatakan diri maju sebagai Calon Walikota Bima-sebut saja H. A.Rahman H. Abidin, SE (Petahana).

            Catatan penting visioner.co.id mengungkap, justeru pasangan HM. Lutfi HM. Nor, SE-Feri Sofiyan SH yang sudah matang dan disebut-sebut siap melakukan deklrasi dalam waktu yang tak terlalu lama. Dan informasi meyakinkan juga menyatakan, Lutfi-Feri sangat enhoy dengan keadaan, karena telah mengantongi sebahagian besar Parpol pendukungnya.            Masih dalam catatan terkini visioner.co.id, sementara Petahana-hingga detik ini hanya menyatakan maju sebagai Calon Walikota. Namun yang terungkap, belum jelas Parpol pendukungnya. Dan, belum jelas pula siapa Calon Wakilnya. Sebab, PDIP yang diagung-agungkan untuk mendukungnya, sampai sekarang belum memberikan kepastian. Kecuali, akan membuka kembali proses penjaringan Calon Walikota Bima dengan sistem terbuka untuk umum.  

            Pun Partai Demokrat yang disebut-sebut mendukung Petahana, hingga kini belum memberikan kepastian. Dan Partai tersebut, hingga kini belum membuka pendaftaran penjaringan Bakal Calon (Balon) Walikota-Wakil Walikota Bima. Soal Demokrat, terkuak sejumlah persoalan menarik. Diantaranya, ada informasi yang menyebutkan bahwa Ketua Demokrat Kota Bima sekaligus Walikota setempat yakni HM. Qurais H. Abidin, tetap berkeinginan memaketkan Petahana dengan Hj. Yani Marlina (isteri Walikota setempat).

            Dan ada pula yang menyebutkan, akan kemana arah dukungan Demokrat, tetap berpulang pada keputusan Qurais, baik untuk Calon Walikota maupun Calon Wakil Walikotanya. Selasa (19/9/2017), visioner.co.id mendapatkan informasi yang menduga, Petahana terpaksa akan nunut kepada keinginan kakakntya (HM. Qurais H. Abidin).

           “Saya dengar begitu, tapi mudah-mudahan salah. Kehadiran Petahana dengan Hj. Yani Marlina di RSUD Bima dalam rangka memberikan santunan kepada korban penembakan belum lama ini, bisa jadi bahwa keduanya akan berpasangan menuju Pilkada Kota Bima periode 2018-2023,” ujar sumber yang mewanti-wanti namanya dirahasiakan ini.

            Dan sumber ini juga mengungkap, pada satu ini ada yang menyebutkan bahwa Petahana sudah membangun komitmen untuk berpasangan dengan Drs. H. Muhammad Irfan MM (Ketua LPMP NTB).

          “Kabarnya, Irfan memiliki posisi yang kuat pada DPD I Demokrat NTB. Informasi lain juga menyebutkan, Ir. H. Muhammad Rum juga akan punya peluang untuk diusung oleh Demokrat sebagai Calon Wakil Walikota Bima. Sebab, Rum merupakan Ketua NW Kota Bima. Sementara dominasi pengurus DPD I Demokrat NTB, adalah orang-orang NW,” papar sumber.

            Jika demikian kontalasai politik terjadi di internal Demokrat ujarnya, tentu saja menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk menebak siapa figur Balon Walikota-Wakil Walikota Bima yang akan diusung oleh Demokrat.  Masih menurut sumber, ketika keinginan DPC dengan  DPD I berbeda soal Calon Wakilnya, tentu saja akan kembali kepada keputusan DPPnya.

          “Lantas apakah Hj. Yani Marlina, Rum atau Irfan yang akan menjadi Calon Wakil Walikota Bima pilihan Demokrat, ya kita lihat saja nanti. Tetapi, sepertinya ada diantara tiga nama itu,” demikian sumber mengamatinya. “Pun saya menduga, Rum dan Irfan bukanlah yang dikehendaki oleh Qurais. Sebab, Qurais punya alasan dan pertimbangan yang kuat,” duganya.

            Informasi penting lain yang disadur oleh Media Online ini mengungkap, tampaknya Rum makin percaya diri. Kendati keinginannya untuk berpasangan dengan Lutfi, Rum telah membagikan ratusan ribu stiker dan baligo kepada banyak orang. Hal itu, dipahami sebagai indikasi bahwa adanya “sesuatu” antara Demokrat dengan Rum.

            Untuk mengetahui apakah Rum masih ngotot maju ke Pilkada Kota walau sebagai Calon Wakil, visioner.co.id pun mencoba mewawancarainya. “Saya tidak begitu tahu bagaimana perkembangan terkini konstalasi politik ini. Soal nama saya sudah dikantongi oleh DPP, itu juga saya tidak tahu. Sebab, DPC Demokrat Kota Bima belum membuka penjaringan,” tangkis Rum, Selasa (19/9/2017).

            Rum juga menepis kabar bahwa dirinya sudah deal berpasangan dengan Petahana dengan adanya dugaan bahwa isterinya jalan berduaan dengan isterinya Petahana (Hj. Badra) pada salah satu wilayah di Kota Bima. “Gak ada isteri saya yang jalan berduaan dengan Hj. Badra. Isteri saya, setiap hari jaga apotik saja,” tepisnya.

            Sementara bangunan komunikasi dengan Petanana, sejauh ini diakuinya sangat jarang. Tetapi, pernah bertemu dengan yang bersangkutan pada acara-acara tertentu. “Misalnya kalau di acara pesta pernikahan warga, kami bersalaman dan saling menyapa. Hanya itu saja,” tandasnya.

            Rum kemudian menyatakan, jika Demokrat membguka penjaringan Calon Walikota-Wakil Walikota, tentu saja akan mendaftar. “Kita masih menunggu, kapan Demokrat akan membuka penaringan. Jika dibuka, Insya Allah saya akan mendaftar,” ujarnya.

            Menjawab pertanyaan ketika Demokrat pada akhirnya akan memaketkan dirinya dengan Petahana, Rum mengaku tidak akan pernah bisa membantah keputusan induk organisasi. “Sebagai Pengurus NW, kemanapun induk organisasi mengarahkannya, yang jelas saya sangat siap. Itu Tidak ada masalah, dan saya tidak bisa melangkahi kewenangan induk organisasi. Kalau orang senang sama saya, jelas saya akan ikut,” pungkas Rum. (TIM VISIONER)