PD KAMMI Bima gelar aksi galang Petisi

Visioner Berita Bima-Sikap Kepala Kejaksaan Agung (Kejagung) RI HM. Prasetyo yang meletakan hukuman satu setengah tahun penjara dan hukuman percobaan dua tahun penjara kepada mantan Gubernur DKI Basuki Tjahyadi alias Ahok dalam kasus penistaan agama, praktis saja membuat geram pihak Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesi (KAMMI). Oleh karena, KAMMI mendesak Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, segera mencopot HM. Prasetyo dari jabatannya sebagai Kejagung RI.

            Sebagai bentuk perlawanannya terhadap kebijakan Kejagung RI tersebut, KAMMI yang melibatkan belasan ribu masyarakat di seluruh Indonesia, Senin (1/5/2017), secara serentak melakukan aksi galang petisi offline. Hal yang sama, juga dilakukan oleh Pengurus Daerah (PD) KAMMI Bima, dibawah kendali Kasrina Nursyahraini.

            PD KAMMI Bima dengan jumlah belasan orang yang juga disaksikan oleh sekitar 70an orang warga Kota Bima, juga ikut menandatangani petisi bermuarakan desakan kepada Presiden Jokowi agar segera mencopot Kejagung RI dimaksud. Bukan saja pendantanganan petisi yang dilakukan oleh KAMMI Bima dan puluhan warga tersebut, tetapi juga membentangkan spandung bertuliskan “segera copot HM. Prasetyo” dari jabatannya. “Intisari dari penandatanganan petisi tersebut, lebih kepada mendesak agar yang bersangkutan segera dicopot,” tegas Kasrina Nursyahraini.

            Aksi pembentangan spanduk dan penandatangan petisi tersebut, dilaksanakan sejak pukulo 17.00-18.00 Wita. Tak hanya itu, PD KAMMI Bima, juga melakukan orasi bergantian dengan tuntutan yang sama. Yakni, mendesak agar HM. Prasetyo segera dicopot dari jabatannya. “Tuntutan kami hanya itu, dasarnya jelas karena kebijakan Kejagung tersebut yang sangat kontroversial,” timpalnya.

          Tak hanya itu, PD KAMMI Bima juga menyampaikan sejumlah pointer pernyataan sikapnya. Diantaranya, pencopotan Jaksa Agung HM. Prasetyo yang telah menyalahgunakan jabatannya dan merusak tatanan hukum dengan tidak tegas dan juga tidak memberikan hukuman semestinya kpd Ahok sebagai penista agama.

Kedua, KAMMI mengajak seluruh element masyarakat Indonesia khususnya di Kota dan Kabupaten Bima untunk menyatakan dukungan pncopotan HM. Prasetyo dari jabatannya. “Kami mendesak Presiden Jokowi agar segera menurunkan HM. Prasetyo dari jabatannya,” desaknya lagi.

           Ketiga, dan warga Kota Bima sangat antusias mndukung petisi ini. Aksi ini juga dilakukan oleh seluruh personil  KAMMI di brbagai Kota/Kabupaten di Indonesia sejak jumat Minggu lalu setelah menyebarkan petisi online yg telah ditandatangani oleh 13 ribu lebih warga Indonesia. “KAMMI tegaskan, Presiden Jokowi harus sgera memenuhi tuntutan ini. Jika tidak, maka Presiden Jokowi juga terindikasi melindungi si penista agama itu (Ahok),” tudingnya. (TIM VISIONER).