Aji Mesy Bersama Kuasa Hukumnya di Ruang Kasi Datun Kejari Raba-Bima

Keduanya Diperiksa Pada Ruangan Yang Berbeda

Visioner Berita Kota Bima-Rabu (6/11/2019) dua kasus menyangkut ITE dengan terduga pelaku Agus Mawardy atas laporan kapolres Bima Kota, AKBP Erwin Ardiansyah, S.IK dan M. Yasin, SH atas laporan Walikota Bima, H. Muhammad Lutfi, SH secara resmi di P21 oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Raba-Bima. Pada moment itu juga, pihak Reskrim Polres Bima kota melalui Unit Tipiter membawa melimpahkan berkas perkaranya sekaligus kedua terduga pelaku.

Liputan langsung Visioner pada moment tersebut, kedua terduga diperiksa pada ruangan yang berbeda. Agus Mawardy diperiksa oleh Kasi Intel Kejaksaan setempat yakni Kihwanul Faturrahman, SH di ruang mediasi. Sementara M. Yasin, SH alias Aji Mesdy diperiksa oleh Kasi Datun Kejari Raba Bima, RakaBuntasing SH, MH, Li di ruang kerjanya. Proses pemeriksaan terhadap keduanya berlangsung sekitar 2 jam lamanya.

Masih dalam liputan langsung Visioner, saat diperiksa Aji Mesy didampingi oleh Kuasa Hukumnya sekaligus Ketua IKADIN Cabang Bima yakni Muhajirin, SH. Sementara, Agus Mawardy saat diberiksa oleh Kasi Intel Kejaksaan setempat sama sekali tidak didampingi oleh seorang pun Kuasa Hukumnya. Setelah lebih dari satu jam berada pada ruangan yang berbeda, baik Mesy maupun Agus Mawardy langsung diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing alias tidak ditahan.

Keduanya tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumanya 4 tahun penjara sebagaimana tertuang dalam UU nomor 14 pasal 27 ayat 3. “Ya, berkas perkara kedyanya telah dinyatakan P21. Keduanya tidak dilakukann penahanan karena nacaman hukumnya 4 tahun penjara sebagaimana ketentuan yang tertera pada aturan dimaksud,” tegas Kasi Datun kejari Raba-Bima, Raka Buntasing, SH, MH, Li.

Lagi-lagi liputan langsung Visioner pada di ruang kasi Datun tersebut, juga terlihat adanya Kajari Raba-Bima, Suroto, SH, MH. Pada moment itu pula, Suroto yang baru saja menempati jabatan sebagai Kajari Raba Bima ini terlihat memberikan arahan kepada Aji Mesy untuk tidak mengulangi lagi perbuatanya dan meminta maaf kepada pihak pelapor.

Sementara pada ruang Mediasi, Agus Mawardy juga didampingi oleh beberapa orang rekanya. Agus Mawardy yang semula enggan melayani media online Visioner, namun pada moment tersebut terlihat berubah. Buktinya, ia mau berjasbat salam dengan crew Visioner. Pada moment itu pula, Agus Mawardy tak banyak berkomentar. “Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT. Dimaafkan ya Alhamdulillah, tidak dimaafkan ya Alhamdulillah juga,” ujarnya dengan nada singkat.

Pernyatan berbeda dan dnilai menakjubkan justeru muncul dari Aji Mesy. Anak muda yang satu ini, sikap terlihat semakin lentur. Kepada Visioner sebelum meniggalkan gedung Kejaksaan, menyatakan bahwa apa yang telah dilakukannya kepada Walikota Bima melalui Media Sosial (Medsos) merupakan sebuah kesalahan. Dan atas dasar itu, ia kembali memohon maasf dan berterimakasih kepada Walikota Bima yang telah memaafkanya.

“Sebagai hamba hukum yang hidup di NKRI ini, kita harus menunjung tinggi penegakan supremasi hukum. Sebab, hukum merupakan panglima tertinggi di NKRI ini. Ada hal penting yang ingin saja sampaikan, terimakasih tak terhingga kepada Walikota Bima yang telah memaafkan saya,” tutur Aji Mesy.

Lagi lagi dengan nada paling bijak, Aji Mesy menyatakan bahwa kesalahan yang dilakukanya kepada pihak pelapor merupakan euforia yang lahir diluar kontrolnya. Oleh karenanya, hal yang sama dijanjikanya tak akan diulanginya lagi. “Jika kemarin adalah euforia, maka hari ini adalah saya harus berbenah. Dan selanjutnya, saya tidak akan mengulangi hal yang sama. Cukuplah ini menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya. Dan dengan hal ini pula, tentu saja menjadi sarana bagi saya untuk matang dan dewasa baik dalam bersikap, perilaku maupun dalam bertutur sapa. Jika hari ini adalah masa dimana saya harus berbenah diri, maka hari esok saya harus menjadi manusia yang lebih baik di mata siapapun,” paparnya.

Berangkat dari pengalaman yang dialaminya dalam kasus ini, Mesy kemudian meminta kepada siapapun untuk bijak dalam bersosial media (Sosmed). Jika sebaliknya, justeru akan berimbaskan kepada konsekuensi hukum seperti yang sedang dijalaninya. “Dari kesalahan ini, Insya Allah saya akan belajar menjadi manusia bijak, matang dan dewasa serta saling menghargai-menghormati satu sama lainya. Melalui media online visioner ini, saya juga menghimbau agar seluruh elemen masyarakat khususnya di Bima agar senantiasa bijak menggunakan Media Sosial (Medsos),” pungkas Mesy. (TIM VISIONER)