ILUSTRASI

Peristiwa miris, memalukan dan tak terpuji layaknya pembuangan bayi dari hasil hubungan terlarang, tampaknya belum juga usai. Belum hilang dari ingatan publik tentang kasus penemuan bayi dalam kondisi bau busuk di Taman Kodo, Kecamatan Raba-Kota Bima pada dua minggu lalu, kini daerah ini dihebohkan oleh kasus penemuan bayi berumur sekitar 6 bulan dalam kondisi tewas. Bayi tersebut, ditemukan oleh warga Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba-Kota Bima, Kamis (28/1)

            Bayi yang terlihat masih diselimuti darah tersebut, ditemukan oleh warga Ntobo pada Kamis pagi sekitar jam 6.30 Wita. Usai ditemukan, bayi tersebut langsung diamankan di rumah, Ahmad alias Jojon-tepatnya di RT 09/03 Kelurahan Ntobo.

            Atas kejadian tersebut, warga langsung menginformasikan kepada pihak Polres Bima Kota. Tak butuh waktu lama, pihak Polres Bima Kota termasuk tim identifikasi langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP pun dilakukan saat itu juga. Setelah itu, aparat langsung membawa bayi tersebut ke RSUD Bima untuk dilakukan otopsi.

“Melihat kondisinya, bayi tersebut diperkirakan dibuang oleh pelakunya sekitar 2-3 hari lalu. Jenis kelamin bayi itu, tak terdeteksi oleh alat. Karena, umurnya baru sekitar 6 bulan,” tandas pihak medis RSUD Bima, Kamis (28/1)

            Usai di otopsi, bayi tersebut langsung dibawa oleh aparat Polres Bima Kota untuk dikuburkan. Kini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan aparat. “Kasus ini sedang ditangani. Sifatnya, masih dalam penyelidikan. Berikan kesempatan kami untuk bekerja dulu. Doakan saja agar kasus ini bisa diungkap. Partisipasi masyarakat dalam hal bekerjasama dengan polisi terkait informasi, sangat dibutuhkan,” pinta Kapolres Bima  Kota melalui Kasat Reskrim, AKP Antonius F Gea SH SIK, Kamis (28/1).

            Dalam bulan ini (Januari) 2016, terdapat dua kasus temuan bayi dalam kondisi tewas dari hasil hubungan terlarang oknum tak bertanggungjawab. Yakni, di Taman Kodo dan di Kelurahan Ntobo. Kedua kasus ini diakuinya sedang ditangani oleh pihak Polres Bima Kota. Untuk kasus temuan bayi di Taman Kodo, sampai sekarang belum terungkap pelakunya. “Sedangkan yang di Ntobo, masih dalam penyelidikan,” terangnya.

            Kasus pembuangan bayi, terlepas dari tindakan tak manusiawi, juga masuk dalam pelanggaran hukum berat. Jika pelakunya sukses diungkap, maka yang bersangkutan akan dijerat dengan ancaman hukum minimal 15 tahun penjara. “Semoga kasus ini tak lagi terjadi dikemudian hari. Sebab, resiko dari kasus tersebut sangatlah besar jika dipandang dalam prespektif hukum, agama dan kemanusiaan. Untuk itu, kita semua mesti waspada,” imbuhnya.

            Berdasarkan data dan fakta yang terjadi selama ini, kasus pembuangan bayi hingga sukses ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan, bersumber dari hubungan terlarang. Dalihnya, sangatlah klasik. Yakni, pelakunya tak mau menanggung malu. “untuk mengantisipasi agar hal tersebut tak lagi terjadi dikemudian hari, kesadaran dalam berbagai aspek mutlak dibutuhkan. Pendekatan dengan nilai-nilai pendidikan, sosial, budaya, moral dan agama juga diperlukan melalui tahapan sosialisasi. Saya kira, semua pihak memiliki peran penting dalam mengantisipasi masalah ini,” pintanya. (Rizal)