M Ikhsan

M Ikhsan, kini sedang menginap di “hotel prodeo” (Lapas Raba-Bima). Dia dikrangkeng dalam kasus dugaan penganiayaan yang dilakukannya terhadap Jumiyati. Tak hanya itu, Ikhsan juga bakal dililit oleh persoalan lain. Yakni, pengaduan Jumiyati terkait kasus dugaan penipuan di Polres Bima Kabupaten (kasusnya sedang ditangani).

            Yang tak kalah hebohnya, Ikhsan juga mengambuil uang seorang warga asal Desa Talabiu, Kecamatan Woha-Kabupaten Bima, Muhtar. Total uang muhtar yang diambil, Rp18 juta. “Uang tersebut diambil dalam dua kali. Cash Rp15 juta dan dikirim lewat rekeningnya Rp3,5 juta. Itu terjadi pada Maret 2015. Bukti pengiriman lewat rekening bank atas nama Ikhsan itu ada ditangan saya. Sementara kwitansi pengambilan uang Rp15 juta itu belum sempat ikhsan tandatangani,” uangkap Muhtar, belum lama ini.

            Total uang yang diambil itu kata Muhtar, akan dibarter oleh Ikhsan dengan proyek fisik Tambora menyapa dunia. “Program Tambora menyapa dunia kan sudah berakhir. Sampai detik ini, gak ada proyek yang diberikan oleh Ikhsan ke kami. Yang menjadi beban buat saya, itu uang yang diambil oleh Ikhsan itu saya ambil dari keluarga saya di Tambora. Itu uang orang, bukan uang saya. Masalahnya, yang punya uang itu selalu datang menagih ke saya,” tandasnya.

            Dari total uang yang diambil oleh Ikhsan tersebut, baru Rp7 juta yang sudah dikembalikan. Pengembaliannya itu pun setelah beberapa kali ditagih. Sebelumnya, memang Ikhsan pernah memberikanya paket proyek. Namun ditolaknya karena tak memiliki SPK. “kalau tidak memiliki SPK, kan sama saja bohong. Jadi, saya tolak dan mendesak Ikhsan untuk segera mengembalikan sisa uang tersebut,” jelasnya.

            Pengambulan sejumlah uang dengan janji paket proyek tersebut, dilakukan oleh Ikhsan bersama seorang rekannya di rumah Muhtar pula. “Dilihat dari penampilannya memang meyakinkan. Tapi, faktanya justeru demikian adanya. Saya tidak mau tahu, pokoknya sisa uang tersebut harus segera dilunasi oleh Ikhsan. Masalahnya, itu uang orang, bukan uang saya. Kalau tidak, masalah ini akan saya laporkan juga ke Polisi,” ancamnya.

            Dia mengaku telah mendengar bahwa Ikhsan kini telah ditahan dalam kasus dugaan penipuan atas laporan Jumiyati. Kendati demikian, bukan alasan bagi pihaknya untyuk menagih sisa uang tersebut kepada Ikhsan.

“Saya akan coba datangi dulu keluarganya. Hasilnya, keluarganya di Tambe-Kecamatan Bolo akan menyuruh Ikhsan untuk mengembalikan sisa uang tersebut. Namun, sampai sekarang belum juga dituntaskan. Jujur, kami terlalu capek menunggunya. Maka tak tertutup kemungkinan persoalan ini akan dilaporkan ke polisi,” paparnya.

            Bagaiamana tanggapan M Ikhsan?, di ruang KPR Lapas Raba-Bima dua hari lalu dia membenarkan mengambil uang Muhtar. Namun, dia hanya mengakui mengambil Rp15 juta-bukan Rp18,5 juta. Uang tersebut pun sudah dikembalikannya sebanyak Rp7 juta. “Sisanya Rp8 juta akan saya kembalikan nanti. Sekali lagi, saya mengambil Rp15 juta saja, bukan Rp18,5 juta,” elaknya.

            Diakuinya, uang tersebut diambil untuk dibarter dengan paket proyek Tambora menyapa dunia. Namun, proyek tersebut pernah dibelrikan kepada Muhtar. Namun, Muhtar menolaknya. “Saya sudah serhkan dua paket proyek itu kepada Muhtar, kan salah dia sendiri yang menolkanya. Karena ditolak, akhirnya dua paket proyek tersebuit saya kerjakan sendiri. Lokasinya di Soripanihi Kecamatan Tambora,” katanya.

            Singkatnya, Ikhsan berjanji akan melunasi sisa uang Muhtar tersebut. Hanya saja, dia tidak menjelaskan tentang waktunya. Untuk itu, dia meminta kepada wartawan untuk tidak mengungkit-ungkit persoalan dimaksud. “Sisa uang Muhtar akan saya kembalikan. Jangan ungkit persoalan itu lagi lah,” pintanya. (Rizal)