Potret

Kondisi jalur utama di Desa Kala, Kecamatan Donggo-Kabupaten Bima rusak parah. Kerusakan itu terjadi sejak puluhan tahun silam. Dan, hingga kini tak kunjung diperhatikan oleh pemerintah.

Jalan penghubung dengan Kecamatan Soromandi itu, kondisinya sangat memprihatinkan. Akses jalan penghubung dua Kecamatan ini tinggal seratus meter belum diaspal. Sejak rusak, akses terdekat menuju Desa Wadukopa, Kecamatan Soromandi itu hingga saat ini belum juga mendapat perhatian dari pemerintah.

Salah seorang warga Desa Kala, Anwar mengatakan kondisi badan jalan kian hari kian memburuk. Ketika musim hujan tiba, badan hingga bahu jalan itu praktis berubah jadi danau. Dan, pada musim hujan membuat warga yang menggunakan kendaraan harus berhati-hati saat melintasi jalan tersebut.

“Apalagi di musim hujan, lumpur dan genangan air membentuk kubangan dipermukaan jalan, sehingga membuat para pengendara jatuh akibat licin,”ungkap Anawar, Sabtu (23/4/2016).

Anwar mengaku, kerusakan di jalan utama itu makin menyulitkan warga yang mengendarai sepeda motor. Lubang jalan yang mengangah dan tumpukan batu mulai ukuran kecil hingga besar menghiasi badan jalan. Kerusakan ini sejak jalan dibuka, namun hingga hari ini belum juga di perbaiki.

“Akibatnya, kendaraan roda dua dan roda empat, sangat sulit melintasi wilayah ini. Warga bahkan menghabiskan waktu hingga 20 menit untuk sampai di jalan yang sudah diaspal,” tandasnya.

Pada lintasan dengan tanjakan tajam, warga terpaksa harus turun untuk mendorong kendaraan hingga 100 meter agar bisa sampai di dijalan yang sudah diaspal. “Kita berharap jalan ini bisa diperbaiki, sehingga memudahkan kami dalam menjual hasil pertanian,”harap Anwar sambil mendorong sepeda motornya saat melintasi jalan yang rusak tersebut.

Selama ini, janji pemerintah termasuk DPRD setempat akan segera mengaspal jalan tersebut karena sudah masuk kedalam APBD, faktanya kini hanya hayalan belaka. Karenanya, dengan pemerintahan Bupati Bima Hj. Indah Damayanti Putri sekarang, terbesit sebuah harapan besar. “semoga Bupati Bima sekarang mendengar jeritan kami ini,” pintanya.

            Sementara itu. Pihak Pemkab Bima belum berhasil dikonfiramasi. Namun, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bima Drs. H. Mustahid H. Kaqo menjelaskan bahwa harapan warga tersebut akan dikerjakan tahun 2016 dengan anggaran yang sudah diketok kedalam APBD tahun 2016 senilai ratusan juta rupiah.

 

            “Jangan ribut-ribut soal itu. Kami sudah memperjuangkan untuk dikerjakan tahun ini. Demikian pula jalan raya dari Bajo ke Doridungga juga akan dikerjakan tahun ini (2016) dengan anggaran sebesar Rp1 M. Itu artinya pemerintah sudah memiliki niat baik memperhatikan nasib rakyatnya. Bersabar saja sebelum semuanya terealisasi. Saya kan wakil rakyat Dapil sana juga, selama ini terus berjuang untuk itu termasuk tuntutan rakyat di sejumlah wilayah lain di Dapil I,” sahutnya, Sabtu (23/4/2016).  (SRF)