AKP Andri Nugroho S

            Operasi Patuh Gatarin, secara nasional sejak 16-29 Mei 2016.  Tujuannya, leih pada meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua. Seperti SIM, STNK, Helm dalinnya. Operasi tersebut juga mengarah kepada penindakan terhadap pelanggarabn arus lalu-lintas dan rambu-rambu lain yang sudah ditetapkan.

            Sat Lantas Polres Bima Kota Bima misalnya, masih terus intens melakukan operasi Patuha Gatarin di sejumlah titik strategis yang dianggap rentan terhadap terjadi pelanggaran oleh pengendara. “Operasi sudah dimulai dan akan berakhir pada 29 Mei 2016. Terdapat banyak pelanggaran yang terjadi oleh pihakj pengendara baik roda dua maupun roda empat.  Yang terbanyak adalah soal SIM dan STNK,” ungkap Kasat Lantas Polres Bima Kota AKP Andri Nugroho S didamping Kabag Ops setempat Kompol H. Nurdin, Jum’at (20/5/2016)

            Banyaknya penilangan soal pengendara yang tidak menyertakan SIM dan STNK saat mengendarai sepeda motor maupun mobil tersebut, diakuinya menderminkan masih rendahnya kesadaran masyarakat. “Dari razia yang dilakukan, banyak sepeda motor tanpa STNK. Entah pengendaranya lupa bawa STNK atau STNK hilang, kami tidak tahu. Kewajiban kami adalah tilang hingga disidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Raba-Bima. Biasanya, mereka itu dikenakan denda saja,” tandasnya.          

            Selama melaksanakan operasi Patuh Gatarin ini, pihaknya menemukan pengendara yang unik maupun aneh. Misalnya, ada pengendara yang mengajak aparat gabungan (TNI-Polri) untuk berkelahi ketika dicegat saat melakukan pelanggaran.

“Itu memang benar adanya. Tetapi, kami tidak meladeninya. Kecuali, melakukan pendekatan persuasif sehingga masalahnya menjadi selesai. Tetapi, pelanggarannya tetap dikenakkan sanksi. Biasanya, yang demikian adalah mereka yang melanggar rambu-rabu saja,” ungkapnya.

            Operasi Patuh Gatarin bukan saja menilang pengendara yang tidak memiliki SIM atau STNK. Tetapi, juga menindak pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot racing. “Kalau ditemukan ada kendaraan yang menggunakan knalpot racing, pasti kami cegat, Kendarannya akan dilepas kembali ketika pengendarannya menggantikannya dengan knalpot standar,” ujarnya.

            Sampai sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya kendaraan bemotor yang bersifat bodong. Untuk memastikan adanya hal itu, ketika sejumlah kendaraan yang telah ditilang itu tak diambil oleh pemiliknya di Sat Lantas Polres Bima Kota.

“Kalau dalam jangka waktu lama setelah kendaraan tersebut diamnkan di Sat Lantas, pemiliknya nggak datang ngambil dengan menunjukkan kelengkapan surat-suratnya-itu jelas kendaraan tersebut bodong. Masalah ini jelas akan kami teruskan ke Sat Reskrim. Kalau bodong jelas macam-macam asumsinya. Bisa jadi motor hasil curian atau motor kosong yang dibeli kepada oknum tertentu,” duganya.

            “Saat operasi berlangsung, ada juga pengendara yang tak menggunakan helm yang dilang. Spal helm, sudah 126 kasus yang ditilang. Kemungkinan akan lebih banyak lagi. Karena operasi Patuh Gatarin akan berakhir pada 29 Mei 2016. Semoga setelah membaca berita ini, masyarakat juga sadar untuk menggunakan helm. Karena, itu menyangkut keselamatan juga,” imbuhnya.

            Tantangan yang dihadapinya selama operasi Patuh Gatarin, menurutnya lebih kepada rendahnya kesadaran pengendara terkait kelengkapan kendaraan bermotornya. Diharapkan dengan operasi ini juga dapat menumbuh-kembangkan kesadaran masyarakat khususnya pengendara baik roda dua maupun roda empat.  

“Jujur saja, kami sering melakukan sosialisasi di sejumlah tempat termasuk di sekolah-sekoah terkait kesadaran berlalulintas. Tetapi, juga masih ditemukan adanya palanggaran seperti yang kita saksikan sekarang itu,” ulasnya.

            Kelengkapan kendaraan bermotor tegasnya, bukan untuk kepentingan polisi. Tetapi, lebih kepada kepentingan para pengendara itu sendiri. “Kalau kena tilang kan mereka sendiri yang akan menhadapi sanksinya. Untuk itu, harusnya melengkapi semuanya sebelum berhadapan dengan sanksi. Yang pasti, kami melaksanakan operasi ini memiliki standar operasiona prosedur (SOP). Setiap pelanggaran jelas akan ditilang, tak ada lagi tawar-menawar. Untuk itu, sebaiknya sedia payung sebelum hujan. Lengkapi kendaraan anda termasuk SIM dan STNK jika tak ingin ditilang,” pungkasnya. (Rizal)