Mayor Jendral Kustanto Widiatmoko (kedua dari kanan)

 

Visioner Berita Kobi-Partisipasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) terkait bencana banjir bandang yang terjadi di Kota Bima melalui kinerja nyata, dilaksanakan sejak awal, dan dan masih berlangsung sampai sekarang. Keterlibatan TNI tersebut, bukan saja soal penyerahan beragam jenis bantuan mulai dari makanan tanggap darurat, logistik lainnya hingga pakaian layak pakai kepada korban bencana.

            Tetapi, juga terkait pembersihan lingkungan warga, jalan raya dan dunia pendidikan yang disertai dengan bantuan alat pendukung lainnya seperti Dump truk, loader mini, Boladozer dan lainnya, pelayanan kesehatan terhadap korban bencana hingga penyemprotan lingkngan agar bebas dari penyakit yang menimpa korban bencana itu pula.

            Untuk memastikan kinerja nyata ratusan anggota TNI baik darat, udara dan laut tersebut, Kamis (5/1/2017) Pangdam IX Udayana Mayor Jendral Kustanto Widiatmoko hadir di Kota Bima. Pangdam yang didampingoi oleh Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin dan beberapa pejabat penting di kubu TNI termasuk Danrem 162/Wirabhakti Kolonel Inf. Farid Makruf, saat itu sempat mengunjungi sejumlah tempat.

            Diantaranya, pendropan logistik di kantor Wealikota Bima, Rumas Sakit Lapangan (RSL) TNI yang berlokasi di Paruganae Convention Hall dan bekas Puskesmas Rasanae Timur yang direncanakan akan dijadikan sebagai Mess pengganti pihak TNI yang terendam banjir.

            “Kehadiran saya hari ini, yang terutama adalah memastikan terus berfungsinya bantuan TNI baik dari Komando Kewilayaan, RSL yang dibangun oleh TNI maupun unsur-unsur jenik yang sejak kemarin sudah hadir dari Jawa dalam membantu kita pasca terjadinya bencana banjir bandang di Kota Bima. Intinya, saya memastikan bahwa semua bentuk bantuan mulai dari ksehatan maupun dukungan-dukungan lain di lapangan yang dilakukan oleh TNI berjalan dengan maksimal membantu masyarakat dalam mengatasi dampak dari bencana,” jelasnya.

            Pangdam enggan menjawab tentang seberapa jauh kinerja yang sudah dilakukan oleh pihak TNI pasca terjadinya bencana banjir bandang di Kota Bima. Sebab, jawaban akan hal itu tegasnya, tetap berpulang kepada penilaian Walikota Bima. “Pertanyaan itu, jangan saya yang menjawabnya. Tetapi, domaintnya Walikota Bima. Kalau saya bilang 5 KM, Pak Walikota Bima 3 KM-nanti dibilang salah. Jadi, biarkan Walikota Bima saja yang menjawabnya,” terangnya.

            Pangdam kemudian menjelaskan tantangan dan hambatan atas kinerja yang dihadapi dihadapio oleh pihaknya pasca bencana. “Tantangannya saya kira clasik ya. Penumpukan sampah yang banyak dan alatnya terbatas terutama yang mengatasi lumpur. Namun kendatang bantuan kendaraan dan kelengkapan lainnya dari pihak Batalyon Seni Tempur (Yon Sipur) dua hari yang lalu, Alhamdulillah sudah lebih baik, lebih efektif dalam membantu pembersihan-pembersihan dalam mengatasi lumpur yang menumpuk dan sebagainya,” tandasnya.

            Diluar ini, sejauh ini diakuinya belum ada masalah-masalahyang berarti. Sementara urusan normalisasi sungai selain menuntaskan urusan lumpur dimaksud, Pandam menegaskan bahwa pihaknya belum berpikir ke arah itu. “Karena tugas kami untuk sementara ini adalah membantu Walikota Bima untuk menormalisir kehidupan di Kota Bima. Program selanjutnya, tentu saja menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memikirkan bagaimana melakukan pencegahan, upaya-upaya agar bencana yang sama tidak terulang lagi,” imbuhnya.

            Bencana banjir bandang yang terjadi di Kota Bima, buykan saja mengorbankan masyarakat biasa, anggota Polri-tetapi juga menimpa ratusan anggota TNI pula. Sementara bantuan yang akan diberikan kepada anggota TNI yang menjadi korban bencana tersebut, Pangdam menyatakan sama dengan masyarakat lain. “Kami tidak membeda-bedakan antara anggota TNI dengan yang lain. Tapi tentunya, dalam kaitan itu pihak Tni juga ada yang administrasinya hancur dan lainnya oleh banjir bandang itu. Ini yang perlu segera kita recovery agar data-data penting tersebut bisa kita selamatkan,” ujarnya.

            Soal Mess anggota TNI yang terendam banjir bandang tersebut, Pangdam mengaku akan memikirkannya bersama Walikota Bima. Karena, posisi Mess tersebut berada pada titik yang sangat rendah dan tentu saja menjadi salah satu sasaran bencana banjir bandang. “Itu perlu dibuatkan saluran. Pak Walikotan Bima juga menyampaikan mengambil langkah-langkah bersama Dinas PU setempat untuk memastikan bahwa kedepan saluran yang ada di Mess itu akan diperbagus,” urainya.

            Pangdam juga menandaskan, banjir bandang yang menimpa Kota Bima tersebut, terdapat 111 personil anggota TNI yang mengalami kerugian. “Konotasi kerugian anggota, tentu saja yang berat dan ada pula yang ringan,” jelasnya lagi.

            Dia kemudian mengeaskan bahwa pihaknya tidak ingin bicara yakin dan tidak yakin untuk menyelesaikan upaya pembersihan sampah pasca banjir bandang di Kota Bima sesuai waktu 21 hari yang telah ditetapkan.

            “Ini bukan soal yakin atau tidak yakin, tetapi kami akan tetap bekerja keras untuk itu. Namun, yang sangat diharapkan juga adalah adanya partisipasi masyarakat agar bersama-sama dengan TNI untuk hal itu. Tadi kami sempat bicara soal gotong-royong, bahu membahu. Sebab, pada akhirnya yang mampu mengatasi masalah besar adalah gotong royong. Artinya, tidak bisa hanya TNI saja, masyarakat saja dan sebagainya. Kita semua yang merasa peduli dengan daerah ini, ya harus bersama-sama,” imbuhnya.

            Pangdam juga mengaku, kehadirannya kali ini juga sempat mengunjungi Masjid Raya Al-Muwahidin Bima. Dalam kaitan itu, dirinya hanya menanyakan kepada Walikota Bima tentang apa masalah yang ada di Masjid tersebut. “Hanya itu saja,” pungkasnya.

            Sementara itu, Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin berjanji bahwa kondisi Mess TNI yang terendam banjir tersebut akan sisikapi dalam waktu segera. “Nanti kita bantu, akan dicarikan solusi yang terbaik. Karena itu, salurannya harus diperbaiki secara bersama-sama. Sedangkan sekarang ini, kita akan ajak Pangdam ke bekas Puskesmas Rasanae Timur guna melihat langsung kondisinya untuk dipergunakan oleh TNI,” sahutnya.

            Menjawab pertanyaan apakah bekas Puskesmas Rasanae Timur tersebut akan dialihkan untuk Mess TNI atau bukan, Qurais menginginkan bahwa bangunan tersebut akan digunakan untuk kantor Koramil Rasanae Timur. “Tetapi, itu nanti tergantung sungguh dari Panglima TNI. Dan, Puskesmas itu, memang sudah dua tahun menganggur,” jelasnya. (Rizal)