Dari Bima untuk Muslim Rohingya

Visioner Berita Bima-Derita dan airmata ratusan ribun orang Muslim Rohingya-Myanmar, juga menjadi tangisan tak henti bagis Muslim di berbagai belahan dunia. Betapa tidak, Muslim Rohingya, diperlakukan secara tidak manusiawim oleh Tentara Myanmar yang juga didukung oleh para Biksunya. Ratusan nyawa mulai dari anak-anak tak berdosa hingga orang tua yang telah melayang akibat kekejaman yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan tersebut.

            Muslim di berbagai belahan dunia, secara ramai-ramai mengutuk keras kebiadaban terhadap Muslim Rohingya. Mereka bukan saja kehilangan nyawa. Tetapi, juga tempat tinggal dan lainnya. Kekejaman tersebut, juga harus membuat Muslim Rohingya mengungsi ke Banglades dan lainnya. Berbagai bantuan mulai dari makanan hingga obat-obatan, terus bergulir dari Negara-Negara yang peduli soal kemanusiaan untuk Muslim Rohingya, tak terkecuali Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden-Wakil Presiden Ir. H. Joko Widodo-H. Jusuf Kalla.

            Rasa peduli dan keprihatinan terhadap Muslim Rohingya, juga muncul dari berbagai organisasi kemanusiaan, keagamaan dan lainnya di dunia-pun tak terkecuali di ujung timur Indonesia yakni Bima. Aksi penggalan dana kemanusiaan untuk Muslim Rohingya, dilakukan oleh berbagai pihak di Bima. Pelajar mulai dari SD hingga SMA, organisasi Islam seperti Forum Umat Islam (FUI), kalangan Mahasiswa dan lainnya-terlihat terus bergera atas nama peduli terhadap saudaranya yakni Muslim Rohingya.

            Gerakan peduli Rohingya, juga dilakukan oleh kalangan non Muslim. Itu juga menjadi cerminan atas panggilan atas nama toleransi kemanusiaan terhadap Muslim Rohongya. Tak hanya itu, ada juga hal unik yang dilakukan oleh warga di NTB terkait aksi penggalangan dana yang kemudian diserahkan kepada Muslim Rohingya. Sebut saja salah satunya, aksi merelakan pemotonga kuncir rambut yang sudah dipeliharanya puluhan tahun.

            Hal itu dilakukan oleh salah seorang Wartawan senior di NTB-sebut saja Sarwon Al-Khan. Satu juta lebih uang yang sudah digalakannya melalui aksi pemotongan kuncir rambutnya yang sudah puluhan tahun dia pelihara. Panjang kuncirnya, sekitar kuran sedikit dari satu meter. Kini,  Sarwon sudah kehilangan kuncir yang dianggapnya sebagai sebuah legenda. Semuanya dilakukan demo Muslim Rohongya.

            Organ bernama Aksi Cepat Tanggap (ACT), juga melakukan aksi penggalangan dana untuk Muslim Rohingya. Aksi tersebut sudah, sedang dan akan terus dilakukan demi kemanusiaan yang diperlakukan-dibantai secara sadis dimaksud. Bukan itu saja, anak-anak Pramuka di Bima juga terlihat keliling dari kampung ke kampung melakukan aksi penggalangan dana untuk Muslim Rohongya. Mereka, adalah anak-anak SMA di berbagai sekolah di Bima.

            Masih soal peduli Muslim Rohingya, kalangan FUI Bima yang dimpimpin langsung oleh Ustad Asikin Bin Manyur-juga tak pernah berhenti melakukan aksi turun ke jalan-menggalang dana untuk saudara semuslimnya di Rohingya. Kepada visioner.co.id pada Selasa (12/9/2017), Ustadz Asikin menjelaskan-sudah lebih dari Rp100 juta dana yang terkumpul dari berbagai bentuk asi penggalangan yang dilakukan oleh pihaknya.

            Aksi penggalangan dana untuk Muslim Rohingya, diakuinya tak kenal istilah berhenti. Hal tersebut, juga disampaikan oleh pihaknya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bima disaat bertemu langsung dengan Wakil Walikota Bima H. A.Rahman H. Abidin SE, Selasa (12/9/2017).

         “Soal aksi penggalangan dana untuk Muslim Rohingya, juga sudah kami sampaikan kepada Wakil Walikota Bima. Insya Allah, tanggal 5 Muharam ini GUI mengundang Gubernur NTB dalam acara Tabliq Akbar sekaligus aksi penggalangan dana untuk Muslim Rohingya,” terangnya.

       Dana yang sudah terkumpul tersebut, diakui masih ada ditangan FUI Bima. Anggaran tersebut, akan dikirimkan secara bersamaan dengan dana yang akan dikumpul melalui aksi penggalan berikutnya. Selain itu, pihaknya juga berharap agar Presiden RI Joko Widodo dapat menyediakan tempat untuk pengungsi Rohingya.

       “Jika semua anggaran sudah terkumpul, tentu saja akan kami salurkan melalui wadah resmi di NTB. Dan jika di NTB ada wadahnya untuk itu, kami sudah sangat siap menyalurkan melalui wadah tersebut. Target pengumpulan  dana untuk Muslim Rohingya adalah sebanyak-banyaknya. Tetapi yang paling penting bagi kami, adalah bagaimana menarik Muslim Rohingya ke Indonesia dan menjadi warga Indonesia pula,” harapnya. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)