Syafrudin Ilyas (ditengah)

            Tragedi mengenaskan yang menimpa Kades Parado Rato, Kecamatan Parado-Kabupaten Bima Mansyur SH pada Selasa sore sekitar pukul 15.45 Wita di salah satu jembatan yang tidak jauh dari SMPN I Parado hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP), bukan saja membuat keluarganya mengalami duka yang berkepanjangan. Tetapi, rasa duka yang sama juga datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab Bima) dibawah kendali Bupati Hj. Indah Dhamayanti Putri.

            Sadisnya, pembantaian terhadap korban, dilakukan oleh pelaku di depan isteri yakni Dra. Nursani. Sebelum korban dibantai secara sadis hingga tewas setalah engalami seabrek luka di tubuhnya hingga bersimbah darah, terlebih dahulu segerombolan orang yang diduga sedang dalam keadaan mabuk, melempar kendaraan Toyota Avanza yang dikendarai korban. Saat itu, korban kembali ke rumahnya, dari Kota Bima.

Atas peristiwa itu, korban langsung keluar dari kendaraan yang disupirinya. Saat itu juga, pelaku langsung datang membacok korban hingga tewas di TKP dalam kondisi bersimbah darah.

            Akibat kejadian tersebut, isteri korban langsung berteriak meminta tolong agar suami diselamatkan. Tak lama kemudian, korban langsung dibawa ke Puskesmas Parado. Pihak medis setempat menyebutkan bahwa korban meninggal di TKP alias jauh sebelum dibawa ke Puskesmas. “Pemberitaan wartawan, sebelumnya adalah simpang siur. Karenanya, klarifikasi berita anda semua,” ujar sejumlah warga kepada Visioner, Rabu pagi (26/10/2016), sekitar jam 2.20 Wita.

            Usai kejadian berlangsung, isteri dan keluarga korbvan langsung melaporkannya ke Polsek Parado. Akibat kejadian tersebut, keluarga korban angsung emosi. Sejumlah massa asal Parado Rato langsung bergegas menuju Parado Wane, tepatnya di RT 03, Desa Parado Wane dengan tujuan ingin membakar rumah pelaku yang diketahui bernama Syafrudin Ilyas (23). Warga mengetahui nama pelaku, itu berdasarkan pengakuan dari isteri korban yang menyaksikan langsung peristiwa tragis yang menimpa suaminya.

            “Sayangnya, massa berhasil dihalau oleh dua mobil truk aparat keamanan Polres Bima Kabupaten yang ditambah lagi dengan satu truk Dalmas aparat Brimob Bima bersenjata lengkap. “Massa kembali ke rumah duka setelah mendengarkan saran dan nasihat dari Kabag Ops Polres Bima Kabupaten Kompol Musleh. Kalau tidak dicegat oleh aparat, besar kemunginan rumah pelaku rata dengan tanah,” jelasnya.

            Rabu pagi (26/10/2016) sekitar jam 1.15, pelaku yang sempat kabur akhirnya dibekuk oleh Buser Reskrim Polres Bima Kabupaten. Pelaku yang sempat melarikan diri setelah membantai korban hingga tewas itu, berhasil dibekuk di salah satu gunung di wilayah Parado. “Iya, pelakunya sudah berhasil dibekuk. Kini pelaku sedang dalam perjalanan menuju Polres Bima Kabupaten,” ujar Kompol Musleh sebagai pengendali operasi perburuan terhadap pelaku.

            Sebelum dibekuk, pelaku sempat membuat aparat kesulitan untuk menangkapnya. Pasalnya, pelaku melarikan diri dan bersembunyi di sebuah gunung di Parado. Perjuangan keras aparat Kepolisian didalam memburu dan menangap pelaku, tercatat memakan waktu beberapa jam. Dan, kondisi gunung tersebut dipenuhi oleh hutan rimba serta semak-semak. “Polisi harus jalan kaki dengan memakan waktu berjam-jam memburu pelaku. Alhamdulillah dari upaya terebut, pelaku akhirnya berhasil dibekuk,” tandasnya.

            Pelaku melarikan diri ke gunung tersebut, bersama ayah kandungnya. Ayahnya ikut kabur bersama pelaku, karena ingin menghindari dari massa yang hendak membakar rumahnya.Dan ayah kandung pelaku tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Kades tersebut. “Ayahnya kabur dari rumahnya, hanya ingin menyelamatkan diri. Yang bersangkutan, tidak terlibat dalam kasus pembunuhan korban,” katanya.

            Kini pelaku harus berhadapan dengan hukum. Polisi segera melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan pelapor dalam perkara ini. Hingga berita ini ditulis, polisi belum bisa memastian motiv dari kejadian tersebut. Dan, Polisi juga belum bisa menyimplkan berapa orang pelaku yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap korban. “Polisi masih bekerja. Untuk mengetahui apakah pelakunya tunggal atau lebih dari satu, kita lihat dalam pengembangan penyelidikan dan penyidikannya. Jadi, sabar saja dulu,” ujarnya.

            Tetapi, sejumlah awak media berhasil memperoleh data tentang motif dari kejadian pembantaian terhadap korban. Yakni, diduga karena dendam lama yang disinyalir berkorelasi dengan kasus pembunuhan terhadap staf BPD Parado tahun 2015 oleh Salahudin alias Peki. Zainul dan Hidayat membunuh korban. Dan, kasus pembantaian terhadap korban tersebut, diduga atas perintah Ajis alias Jon Rio.   

            Atas kasus tersebut, ketiga pelaku (Peki, Zainul dan Hidayat) telah divonis hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Negeri (PN) Raba-Bima. Sementara Ajis alias Jon Rio, hingga kini masih diburu oleh polisi dan dinyatakan sebagai daftar pencarian orang (DPO). “Mansyur SH dibunuh oleh pelaku karena dugaan menyembunyikan Ajis alias Jon Rio. Sementara pembunuh Kades tersebut adalam teman dekat Peki, Zainul dan Hidayat. Disinyalir, pelaku membantai Kades tersebut hingga tewas, dipicu oleh dugaannya bahwa korban yang sengaja memnyembunyikan Ajis alias Jon Rio,” ungkap sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

            Masih soal kematian Kades Parado Rato, korban dibacok oleh pelaku pada bagian dadanya hingga mengalami luka 40 CM. Korban dibacok dengan menggunakan parang oleh pelaku. Dada korban akibat bacokan tersebut, terlihat menganga, mengeluarkan darah segar hingga muncrat ke tubuh dan pakaian yang digunakan oleh korban pula. Darah juga berceceran di TKP.

            Hingga berita ini ditulis, kesedihan dan air mata masih menyelimuti rumah duka. Hingga kini, korban masih disemayamkan di rumah duka. Rencananya akan dikebumikan pada Rabu siang (26/10/2016). Sementara aparat Polri, masih terus berjaga-jaga di perbatasan antara Parado Rato dengan Parado Wane guna mengantisipasi agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. (TIM)