Penyerahan bantuan KAT kepada Bupati Bima untuk warga Lare'u (15/1/2017)

Visioner Berita Bima-Lar’e Desa Doridungga Kecamatan Donggo-Kabupaten Bima, tercatat sebagai salah satunya yang “terisolir”. Untuk bisa berada di Dusun dengan jumlah penduduk 75, harus berjalan kaki melewati perbukitan dengan jarak sekitar 3,5 KM dari jalan raya di Desa Doridungga. Beragam kekurangan yang dirasakan oleh Dusun ini seperti Listerik, air bersih dan ala komunikasi-tercatat bukan hal baru. Tetapi, terjadi sejak lama.

Namun seiring dengan perjalanan waktu, Pemerintah tampaknya tak tutup mata dan telinga atas “keterisoliran” warga di dusun tersebut. Alat penarangan seperti listrik hingga pembangunan jalan ekonomi pun dilakukan. Hanya saja, jalan dari Desa menuju dusun tersebut hingga kini belum diaspal. Sementara bertani, merupakan status yang dimiliki oleh warga di dusun Lare’u.

Dalam catatan Visioner mengungkap sesuatu yang dinilai hebat di wilayah itu, yakni kendati dalam kondisi “terisolir”, tingkat pendidikannya rata-rata tamat SMA sederajat dan bahkan banyak pula yang Sarjana. Masih dalam catatan awak media massa, sentuhan di berbagai bidang pembangunan kendati belum sepenuhnya maksimal, tetapi warga setempat sudah mulai menikmati arti dari kemerdekaan.

Senin (15/1/2017), Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri beserta rombongannya hadir di di dusun Lare’u. Saat itu, pihak BPMDes Provinsi NTB, juga terlibat pada moment penting ini. Kehadiran Pemerintah pada moment tersebut, lebioh kepada kembali membawa kue pembangunan hingga wargapun menyambutnya dengan senyum bahagia. Aura kebahagiaan warga menyambut sentuhan tersebut, pun tampak jelas di mata sejumlah awak media yang terlibat pada moment yang dinilai mulia ini.

Pada hari itu, warga Dusun terpencil ini mendapat bantuan pemberdayaan masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) melalui program Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Kasubid Bantuan Sosial  dan Pemberdayaan KAT, Dra. Hj. Sulistianingsih, M.Si kepada Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri. Setelah itu, bantuan tersebut diserahkan langsung kepada perwakilan tiga orang warga penerima KAT.

Total jumlah bantuan kali ini, yakni sebesar Rp 1.340.000.000 untuk 75 kepala keluarga (KK). Dari total anggaran tersebut, setiap KK mendapat bantuan pembangunan hunian tetap dan MCK. Selain itu, mereka juga mendapat bantuan Jaminan Hidup (Jadup) selama enam bulan, peralatan rumah tangga dan bibit tanaman.

Kasubid Pemberdayaan Komunitas KAT, Dra.Hj.Sulistianingsih pada moment tersebut menjelaskan, Dusun La Re'u telah ditetapkan menjadi pemukiman KAT. Hal itu diawali dengan pemetaan sosial sejak tahun 2016 melalui penjajakan awal dan study kelayakan.

“Jadi, penetapan dusun untuk menerima bantuan KAT ini, dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan seluruh sektor agar dapat berjalan maksimal. Maksudnya, tidak hanya mengandalkan Kemensos RI," tegas Sulistianingsih.

Sementara Bupati Bima Hj.Indah Dhanayanti Putri, pada moment tersebut menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas penetapan dusun Lare' u sebagai bagian dari KAT. "Alhamdulillah, Kabupaten Bima tiap tahun mendapatkan bantuan dari Kemensos RI. Tidak hanya Dusun La Re’u, tetapi ada beberapa dusun juga mendapat bantuan KAT," jelas Bupati Bima.

Bupati Bima juga mengatakan, di Kabupaten Bima masih banyak Desa-Desa yang belum disentuh bantuan melalui Kemensos. Diantaranya, Sambori  (Kecamatan Lambitu), Parado, Wawo, Langgudu dan Lambu. “Oleh karenanya, kami berharap agar bantuan KAT dapat ditingkatkan. Pasalnya, masih banyak Desa-Desa di Kabupaten Bima yang belum disentuh,” harapnya. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)