MM Dibalik Jeruji Tahanan

          Masih terngiang ditelinga publik, tentang kasus menghebohkan Bima. Yakni, peristiwa memalukan yang dilakukan oleh ayah tiri, MM (55) terhadap anak tirinya, R (15) di Desa Sumi Kecamatan Lambu-Kabupaten Bima. R diperlakukan secara biadab hingga hamil tiga bulan oleh MM.  

          Saat dievakuasi hingga ditahan di Mapolres Bima Kota, Minggu (4/10) dalam upaya menghindari amukan massa, MM sempat tidak mengakui perbuatanya. “Awalnya dia tidak mengakui perbuatanya. Namun, Senin malam (5/10), dia juga mengakuinya. Pengakuan itu terjadi setelah kami mencecernya dengan sejumlah pertanyaan,”ungkap Kapolres Bima Kota melalui Pelaksana Harian (Lakhar) Kasat Reskrim, Ipda Masdidin SH, Selasa (6/10).

          Pengakuan MM itu, kian mempermudah pihak penyidik untuk menangani kasusnya. Langkah selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap korban dan sejumlah saksi-saksi. “MM sudah diamankan di Mapolsek Rasanae Barat. Kita masih menunggu korban yang sampai sekarang masih berada di Lambu. Insya Allah hari ini akan dibawa oleh pihak Polsek Lambu ke Polres Bima Kota. Kita tunggu saja perkembangan penyidikan selanjutnya,”paparnya.

          Karena belum sempat melihat dan mewawancara langsung pelaku, Visioner pun akhirnya memasang strategi. Selasa sore sekitar pukul 14.30 Wita, pelaku yang sedang berada di balik jeruji Mapolsek Rasanae Barat, pun sukses ditemui.

“Iya, saya lah MM. Benar, saya melakukanya hingga R hamil tiga bulan. Pertama kali melakukanya, pada sebelum Bulan Puasa tahun 2015. Yang saya ingat, hanya empat kali melakukanya,”akunya.  

          Sejak pertama hingga kali keempat melakukan tindakan biadab tersebut, diawali dengan cara memaksa sambil membujuknya. Jurus itu pun akhirnya membuat R tidak berdaya.

“Saat dirayu dan dipaksa, R tidak teriak. Selama empat kali melakukan hal itu, isteri saya (Nahra) sedang mengurus bawang di sawah. Empat kali kejadian tersebut, dilakukan dirumah saya sendiri, tepatnya pada malam hari sekitar jam 1.15 malam. Saat itu, suasananya sepi dan tidak ada orang di rumah. Kebetulan, malamnya isteri saya yang mengurus bawang. Dan saya sibuk sebagai tukang kayu,”tandasnya.

          Pertama kali nafsu setanya muncul terhadap anak tirinya itu, karena R cantik dan memiliki bodi yang bagus. Bukan karena sering mengintip R yang sedang mandi atau mengganti pakaian. “Saat pertama kali melakukanya, R masih perawan tulen,”akunya.      

          Rasa penyesalanya sering muncul pada setiap kali melakukan perbuatan bejat terhadap anak tirinya itu. Namun karena sudah terlanjur, rasa penyesalan itu pun hilang.

“R adalah anak dari isteri kedua saya. Setiap kali mengakhiri perbuatan itu, ada penyesalan dalam diri saya. Tetapi, tetap saja saya melakukanya berulang-ulang,”jelasnya.

          Isteri pertamanya, sudah meninggal dunia. Dia memiliki enam anak. Diantaranya, empat orang laki-laki dan dua orang perempuan. Semuanya sudah berkeluarga dan MM memiliki lima orang cucu. “Maafkan saya karena sudah khilaf. Di tahanan ini saya baru merasakan penyesalan yang luar biasa,”ujarnya.  

          Kakek yang satu ini, kian tulus mengakui perbuatanya. Sejak lahir hingga sekarang, tidak pernah Sholat. Ngaji pun tidak bisa. Namun, setiap minggu dia rajin menjalankan ibadah Sholat Jum’at.

“Saya melakukan perbuatan biadab terhadap R karena tertipu setan. Karena tidak bisa ngaji, saat Jum’atan saya hanya mengikuti gerakan Imam dan Makmum,”tuturnya.

          Pertanyaan soal akan diperlakukan seperti apa seorang bayi yang ada dalam kandungan R, MM malah kebingungan. Tetapi, jika diberikan kesempatan, dia mengaku siap membesarkanya. Sebab, bayi dalam kandungan R itu merupakan anaknya sendiri.

“Jika bayi itu sudah dilahirkan, berikan kesempatan saya untuk membesarkan dan merawatnya. Kalau sudah selesai menjalani hukuman, saya akan bercerai dengan isteri saya dan tidak akan menikahi R. Kecuali, akan sanggup membesar bayi dalam kandungan R itu. Saya akan ceraikan isteri saya dan tidak akan menikah dengan R, karena saya malu,”katanya.

          Harapanya, ketika sudah bebas dari penjara, tak akan tinggal di Desa Sumi Kecamatan Lambu. Dia berencana akan pergi ke daerah yang jauh. Tujuanya, untuk menghilangkan rasa malu atas perbuatan yang dilakukanya itu. “Itu rencana saya. Karena, saya malu Pak,”ucapnya.

          Selama berada dalam tahanan Polres Bima Kota, satupun keluarganya tak ada yang datang menjenguknya. Namun, dijanjika akan ditemui dalam waktu dekat. “Keluarga akan datang menemui saya dalam waktu dekat. Itu kata mereka terhadap saya,”pungkasnya.

          Pengakuan MM, sontak saja membuat suasana tahanan Polsek Rasanae Barat agak tegang. Sejumlah tahanan yang mendengarkan pengakuan MM, langsung mengeluarkan kalimat caci-maki terhadap MM.

“Bapak ini biadab, Masa memperlakukan anak tirinya, sama dengan binatang. Mestinya anak tiri itu dirawat dan dipelihara seperti anak kandungnya sendiri. Tapi, kenyataanya kok diperkukan seperti binatang. Sebaiknya, dia ini dipindah ke tahanan yang jauh. Jangan gabung dengan kami. Karena ini, orang biadab,”tegas sejumlah tahanan di Mapolsek Rasanae Barat.

 

          Hanya saja, ketegangan tersebut tidak sampai terjadi benturan fisik. Kendati dicaci-maki, MM terlihat hanya bisa menunduk. Kesanya, dia mengakui dan menyesali perbuatan yang telah dilakukanya terhadap R. “Maafkan saya dan saya sangat menyesal. Saya terima dihukum seberat-beratnya atas perbuatan yang saya lakukan. Itu resiko yang harus saya hadapi,”pinta MM dipenghujung wawancara. (RZ/LN)