(Gbr. 1) : KTP Dr. Zulkieflimansyah. (Gbr.2) : Ketua Umum DPD PKS Kabupaten Bima, Ustadz Abdur Rahman

Ketua Umum DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Bima, Ustadz Abdur Rahman, memberikan klarifikasi atas pemberitaan beberapa media massa, yang menyatakan bahwa Calon Gubernur NTB Nomor Urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah tidak memiliki hak Pilih di NTB. Sehingga Dr. H Zulkieflimansyah diklaim tidak bisa mencoblos. Karena diduga ber-KTP di luar wilayah Provinsi NTB.

“Kami pastikan bahwa Dr. Zul (sapaan akrab Dr. H. Zulkieflimansyah, red) memiliki KTP di NTB. Dan otomatis bisa memilih di wilayah NTB,” ujar Ustadz Abdur Rahman, Senin (25/06).

Untuk membuktikan hal tersebut, Ustadz Abdur Rahman, memperlihatkan photo KTP Dr. Zul. Dalam KTP tersebut alamat Dr. Zul tertulis di Perum Lingkar Harmony Residence Blok B/01, RT 002, Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, NTB.

“Hal ini perlu kami klarifikasi dan pertegas. Karena banyak pemberitaan yang menduga Dr. Zul tidak dapat mencoblos pada Pilgub 2018 NTB. Sayangnya, berita tersebut belum terkonfirmasi pada kami (PKS, red), Tim Pemenangan, maupun Dr. Zul secara langsung,”imbuh pria murah senyum ini.

Menurut Abdur Rahman, akibat pemberitaan tersebut, Dr. Zul dibuli di Media Sosial secara massif oleh rival politiknya. Termasuk tuduhan bahwa Dr. Zul bukan orang NTB semakin menjadi-jadi. Karena seolah mendapat angin segar dari pemberiaan tersebut.

“Padahal di KTP Dr. Zul jelas tertulis lahir di Sumbawa, pada tanggal 18 Mei 1972. Bahkan, riwayat pendidikan Dr. Zul sudh sering kami release secara resmi, yang menegaskan sejak SD sampai SMA Dr. Zul sekolah di NTB. Jadi isu yang terus dihembuskan lawan-lawan politik terkait hal tersebut, sangat tidak mendasar dan bahkan menjurus pada fitnah,” sesal Abdur Rahman.

Terkait tempat Dr. Zul bakal memberikan hak pilihnya. Abdur Rahman memastikan, pada hari Rabu, 27 Juni 2018, Dr. H. Zulkieflimansyah akan mencoblos di TPS 6 Dusun giri jati Desa Bujur, Kecamatan Labuapi, Lobar.

“Sesuai dengan yang tertera diundangan Form C.6 dari KPPS yang diterima oleh Dr. Zul. Maka Dr. Zul akan mencoblos di TPS 6 Desa Bujur, Labuapi, Lobar. Jadi, tidak mungkinlah Calon Gubernur tidak punya hak memilih di tempat dia mencalonkan diri,” ujar Ustadz Abdur Rahman.

Pihaknya, mengharapkan segala bentuk negative dan black campaign terhadap Paslon Gubernur-Wakil Gubernur, Dr. H. Zulkieflimansyah- Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, bisa segera dihentikan. Sehingga Pilgub NTB bisa berkualitas dan mendewasakan.

“Sudah saatnya kita memberikan pendidikan politik yang santun dan mencerahkan. Jauh dari segala bentuk fitnah. Karena hanya dengan begitu, akan lahir pemimpin yang berkualitas dan berkapasitas mumpuni. Demi keberlanjutan pembangunan Provinsi NTB,” tandas Abdur Rahman.