Kadis Dikbud Kota Bima, Drs. H. Alwi Yasin, M.AP

Visioner Berita Kota Bima-SDN 21 Kota Bima dibawah kendali Kasek, Drs H. Mustamin Ibrahim telah berhasil menorehhkan sejarah spektakuler sekaligus membanggakan daerah ini. Betapa tidak, Group Marchine Band Gita Nada 21 binaan Mustamin, sukses menggondol sejumlah piala dan piagam penghargaan pada event bertemakan “Genderang Merah Putih” se NTB yang diselenggarakan oleh pihak Universitas Mataram (Unram)-NT beberapa waktu lalu.

Prestasi gemuilang perdana dalam sejarah SDN di Kota Bima, juga berhasil melahirkan apresiasi sekaligus kebangaan terbesar bagi masyarakat Bima di berbagai penjuru tanah air. Betapa tidak, pemberitaan tentang kehebatan bocah-bocah kecil asal SDN 21 tersebut, praktis menjadi viral. Para nitizen pun menyatakan kebangaannya, terutama bagi mereka yang pernah menapaki pendidikan di SDN 21 Kota Bima.

Apresiasi, ucapan terimakasih dan rasa kebangaan yang luar biasa juga dituturkan oleh Kepala Dinas Pendidikkan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Kota Bima, Drs. H. Alwi Yasin M. AP. “Ya, ini yang pertamakali terjadi di Bima. Oleh karenanya, atas nama Pemkot Bima melalui Dikbud ini, saya bangga sekaligus berterimakasih kepada anak-anak yang telah meraih prestasi gemilang sekaligus menorehkan tintas emas ini,” sahut Alwi menjawab visioner.co.id di ruang kerjanya, Rabu (22/11/2017).

Kehebatan sang jawara tersebut, bukan saja pada masalah sukses meraih prestasi gemilang. Tetapi, juga terletak pada semangatnya sejak melakukan proses latihan, pada saat pertandingan hingga sukses meraih piala dan piagam penghargaan.

“Kita memang mengakui, tidak tidak mensuport dana untuk kegiatan mereka. Hal itu lebih disebabkan oleh tidak adanya proposal yang diajukan sebelum mereka berangkat ke Mataram. Jika proposal permohonan anggaran dilakukan jauh sebelumnya, tentu saja Pemerintah melalui Dikbud ini akan membantunya. Sekali lagi, patut diapresiasi secara luar biasa atas tinta emas yang ditorehkan ini. Tanpa didukung dengan biaya saja, semangat mereka luar biasa apalagi dudukung,” ujar Alwi.

Untuk program tahun 2018 jelasnya, pihaknya akan lebih fokus pada pengembangan sekaligus pemantapan pendidikan karakter terhadap seluruh dunia pendidikan di Kota Bima. Dan hal itu, diakuinya sebagai program Walikota Bima.

“Yang kita dorong saat ini adalah Perdanya. Namun seiring dengan pengajuan dan pembahasan Perda itu, Pemkot Bima sudah menyiapkan Gedung Seni dan Budaya (GSB). GSB adalahj tempat pelestarian dan persemaian budaya. Kedepannya, Dinas Dikbud ini akan memfasilitasi, sebab di GSB ini akan ada rutinitas penampilan anak-anak sekolah termasuk soal Marchine Band,” terangnya.

Pada pegelaran berbagai bentuk seni termasuk Marchine Band, tiap bulan akan dilalaksanakan secara rutin di GSB itu. Oleh karenanya, akan insentif Rp juta per lembaga. “Itu termasuk untuk kegiatan Marchine Band, kalau ada penampilan tiap bulan kita akan berikan insentif Rp juta per bulannya. Soal untuk sewa pelatih bagi marchine Band tersebut, nanti akan kita pikirkan juga. Sebab, banyak yang akan kita lakukan untuk itu, termasuk biola pelatihnya sudah ada. Nanti soal sekolah yang ingin berlatih biola, silalahkan datang ke GSB ini,” tuturnya.

Kompetisi Marchine Band di kota Bima, diakuinya sangat tinggi. Maksudnya tidak hanya di SDN 21 Kota Bima, tetapi hal yang sama juga ada pada SDN-SDN lainnua. “Mereka sama-sama memiliki bakat yang hebat, hanya saja belum sampai pada prestasi seperti yang diraih oleh Group Marchine Band Gita Nada 21 ini. Dan dulu yang sering melakukan hal itu, adalah di SDN 2 Kota Bima. “Sekali lagi, kita ucapkan selamat, terimakasih dan sangat bangga kepada Group Band Gita nada 21 ini walaupu belum ada intervensi dari Dinas ini, apalagi kalau sudah ada intervensi,” ulasnya.

Soal adanya opsi memberikan penghargaan khusus untuk Group Maechine Band Gita Nada 21 ini, Alwi menyatakan tergantung sungguh pada program yang akan dipikirkan untuk itu. “Sebab, pengelolaan anggaran itu harus berbasikan perencanaan dari bawah.

“Yang kita pikirkan adalah anggaran untuk 2018, dan hal itu sedang dibahas. Soal penghargaan khusus bagi penoreh tintas emas tersebut, Insya Allah akan kita pikirkan tahun 2018. Karena, tiap ada kegiatan itu harus ada outputnya. Output itu maksudnya, paliing tida ya ada reewod buat mereka,” pungkas Alwi. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)