Senam Sehat Ala Paslon Lut-Fer

Visioner Berita Kota Bima-Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Wakil Kepala Daerah Kota Bima periode 2018-2023, tinggal menghitung bulan. Tepatnya, moment pemilihan Walikota-Wakil Walikota Bima tersebut, akan dilaksanakan sekitar pertengahan Juni 2016. Sedangkan proses pendaftaran bagi Pasangan Calon (Paslon) Walikota-Wakil Walikota Bima, tinggal beberapa bulan saja. Sementara penetapan Paslon oleh pihak KPUD Kota Bima, akan berlangsung pada Pebruari 2018.

Pertanyaan tentang siapa saja peserta Pilkada (Paslon), hingga detik ini baru satu pasangan yang yang sudah final walau belum deklarasi. Yakni, Paslon HM. Lutfi Iskandar, SE-Feri Sofiyan, SH (Lut-Fer) yang didukung penuh oleh seabrek Partai Politik (Parpol). Sedangkan Incumbent (Petahana) yang kini masih menjabat sebagai Wakil Walikota Bima yakni H. A. Rahman H. Abidin, hingga kini belum memastikan figus pasangannya, dan belum pula memastikan Parpol pengusungnya.

PDIP dan Demokrat yang semula digaungkan akan mendukung Petahana ini, hingga detik ini belum juga menunjukan SK. Jelang Pilkada Terkait Petahana yang satu ini, akhir-akhir ini memunculkan sejumlah dinamika menarik untuk disimak. Diantaranya, deklarasi yang digaungkan pada 20 Oktober 2017 dengan bersama Kepala LPMP NTB (Balon Wakilnya), praktis tak jadi dilaksanakan. Untuk alasan dari hal tersebut, hingga sekarang belum berhasil diperoleh kalangan media massa di Bima.

Kabar lain yang diperoleh visioner.co id menyebutkan, nama Irfan mulai mengendor di kubu Petahana. Sementara wacana yang “lumayan kuat” untuk berpasangan Petahana ini adalah mantan Ketua DPRD Kota Bima sekaligus Ketua DPD II Golkar Kota Bima, yakni Hj. Ferra Amelia SE, MM. Konon menurut kabar, Ferra telah memegang PKS yang siap mendukungnya untuk berpasanga dengan Petahana ini. Dan inforasi pun menduga, Fera telah “menyerahkan sesuatu” kepada Petahana yang kemudian diteruskan kepada PKS.

Namun pada salah satu media massa di NTB, pihak PKS wilayah NTB dengan tegas menyatakan belum menentukan siapa yang diusungnya pada pentas Pilkada Kota Bima periode 2018-2023. Pertanyaan apakah Ferra dapat diterima oleh keluarga Petahana sebagai pasangannya, hingga detik ini pun belum terjawab. Namun, berbeda dengan Irfan yang sebelumnya terkuak telah disetujui oleh Ibu kandung Petahana itu sendiri.

Dinamika lain yang diduga sedang dihadapi oleh Petahana ini, juga menyangkut munculnya nama seorang Tokoh sekaligus keluarga dekat Petahana itu sendiri. Bahkan isu yang terhembus pada  Minggu malam (12/11/2017) yang diterima visioner.co.id melalui seorang sumber penting menduga, Sang Tokoh muda penting tersebut sangat disetujui oleh keluarga Petahana termasuk Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin. Pun Tokoh yang satu itu, terungkap akan didukung penuh oleh keluarga Petahana yang ada di Penatoi dan Penaraga.

 “Kalau Tokoh yang satu itu, sangat disetujui oleh keluarganya. Tetapi, Partai Demokrat kemungkinan besar tidak mendukungnya karena pertimbangan tertentu. Untuk memastikan apakah Fera disetujui oleh keluarga petahana itu sendiri atau sebaliknya, silahkan tanyakan ke sana. Sementara Irfan, sudah menancapkan kukunya sejak lama bahkan diduga keras sudah mengunci salah salah satu Parpol,” beber sumber yang menegaskan agar namanya tidak dipublikasikan ini, Minggu malam (11/11/2017).

Masih menurut sumber yang satu ini, konastalasi politik di kubu petahana saat ini, diduga sedang dalam kebingungan luar biasa. Sinyalemen tersebut, terkait sejumlah persoalan penting. Pertama, Petahana belum memastikan siapa pasangannya yang diminta oleh salah satu Parpol pengusungnya. Kedua, upaya Petahana menyatukan Parpol yang beroptensi mendukungnya perti PDIP, Demokrat dan PKS yang sampai hari ini belum menunjukkan tanda-tanda yang meyakinkan.

Dan ketiga, Petahana masih sulit memastikan Calon Wakilnya-Irfan, Ferra atau Tokoh yang satu itu. “Dugaannya, kini Petahana dalam kebingungan untuk mengurai sejumlah persoalan tersebut. Sementara proses pendaftaran hingga penetapan Paslon oleh KPUD Kota Bima, semakin mendekat,” duga sumber ini.

Papar sumber ini, jelang Pilkada Kota Bima juga menguak konstalasi yang tak kalah menariknya untuk Paslon Indepen yakni Subhan HM. Nur, SH-Wahyudin (SUHU). Riak-riak politik terkait pasangan ini, diakuinya sangat luar biasa ketika melihat fenomena terkait penjemputan Wahyudi di Badara Sultan Muhammad Salahudin Bima, Senin (13/11/2017).

“Ini yang sangat menarik untuk dibahas, sekaligus dipertanyakan. Dari informasi awal, semua Subhan mengumpulkan KTP pendukung diduga atas nama perseorang dan kemudian merubah format formulir berpasangan dengan Imam (pimpinan Ulet Jaya). Setelah “menceraikan” Imam, Subhan kemudian berpasangan dengan Hasan MD, MT. Hasan telah hengkang dari Subhan dan kini kemudian menentukan berpasangan dengan Wahyudin. Lantas, apakah format Formulir KTP yang telah dikumpulkan itu atas nama pasangan atau bukan,” tanyanya.

Jika dalam format formulir KTP tersebut, tidak memastikan Subhan berpasangan dengan Wahyudi, tentu saja keduanya harus bekerja keras dalam waktu yang sangat singkat. “Untuk mengummpulkan KTP sebagai syarat maju sebagai calon independen, bukan seusatu yang mudah. Tetapi butuh proses, tahapan dan mekanisme yang sangat panjang. Semoga saja pasangan Subhan-Wahyudin ini telah memenuhi persyaratan untuk maju sebagai Paslon independent,” harapnya.

Liputan langsung visioner.co.id pada Minggu (11/11/2017) mengungkap adanya fenomena menarik di wilayah Penatoi-Kota Bima. Ratusan manusia mulai dari remaja hingga orang tua, terlihat sedang melaksanakan senam bersama. Beberapa sumber menyebutkan, moment tersebut dinamai sebagai “senam sehat” ala Paslon Lut-Fer jelang Deklarasi yang direncanakan akan dalam waktu dekat.

Para peserta “senam sehat” ala Lut-Fer, terlihat berdendang dengan lagu-lagu rege, disco dengan syair bahasa Indonesia dan ada pula yang bersyairkan bahasa Bima. Masih dalam liputan visioner.co.id, seiring dengan “senam sehat” tersebut, ratusan manusia mengacungkan jempolnya sebagai bentuk dukungannya terhadap Paslon yang satu ini. Dan, hadir pada acara “senam sehat” tersebut sejumlah Tokoh Parpol pengusung Paslon ini.

Pun visioner.co.id menangkap cara lain tentang gerakan politik yang dimainkan oleh Paslon yang satu ini, yakni tak banyak yang orang mengetahuinya. Maksudnya, lebih dominan menggunakan strategi “senyap”. Tetapi, setiap fenomena muncul secara tiba-tiba. Misalnya, menarik dukungan terhadap sebrek Parpol tidak tidak banyak yang dibukanya melalui media massa. Dan selama ini, Paslon ini cenderung mengutamakan perluasan dukungan ke seluruh wilayah (ekspansi) ketimbang terpancing oleh strategi rivalnya.

Secara terpisah, Feri Sofiyan SH yang dimintai komentarnya, justeru terlihat sangat enjoy dengan keadaan. Kepakeman pasangannya dengan Lutfi, diakuinya semakin mantap. Sebab, dukungan Parpol kepada pihaknya, pun sudah fix.

“Semuanya sudah fix, maka konsentrasi kami selanjutnya adalah menggelar acara deklarasi yang rencananya akan berlangsung pada (15/12/2017). Itu membuktikan bahwa, pasangan Lut-Fer bukan sekedar wacana hampa. Dan kebenaran itu akan dipertontonkan pada acara deklarasi. Dan pada saat pulalah, kami akan membacakan nama-nama Parpol pengusung,” tegas Ketua DPD II PAN Kota Bima yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD setempat ini, Senin (13/11/2017).

Didesak dengan pertanyaan tentang apa saja nama Parpol pengusung yang disebutnya sudah fix itu, Tokoh tampan yang tetap tampil dengan senyum khasnya ini, pun enggan membeberkannya terlalu jauh. Tetapi, dia mengaku sangat yakin bahwa data akurat yang dimilikinya tak bergeser. “Tenang saja Mas, semuanya akan baik-baik saja. Yang jelas, semuanya akan terkuak pada moment deklarasi,” ulasnya.

Menyoal “senam sehat” ala Lut-Fer yang berlangsung di Penatoi-Kota Bima itu, pun dibenarkannya. Hal tersebut, diakuinya lebih mengajarkan masyarakat Kota Bima untuk hidup sehat melalui dunia olah raga. “Sehat itu adalah ekspektasi (harapan) kita semua, dan itulah makna penting dari senam sehat yang sudah kami laksanakan di Penatoi itu. Terimakasih kepada masyarakat yang sudah ikut di dalamnya. Dan, semoga lagu-lagu di senam sehat tersebut dapat diterima oleh seluruh masyarakat Kota Bima,” harapnya.

Lantas apa komentar Drs. H. Muhammad Irfan, Msi (Kepala LPMP NTB) terkait fenomena yang sedang terjadi?. Tokoh penting berkumis tebal dan dikenal humoris ini, hanya menjawab dengan nada santai. Dan, bahkan sesekali dia tegas. “Tidak mungkin saya ke Jakarta jika diambil oleh Petahana sebagai Calon Wakilnya. Sementara ke Jakarta dalam tugas kedinasan, itu hal biasa,” paparnya melalui fitur Wanya, Senin (13/11/2017).

Dalam hati kecilnya, untuk kembali ke Kota Bima sudah tidak ada tawar-menawar lagi jika diambil oleh Petahana sebagai Calon Wakilnya. “Ketika sudah dilantik sebagai Menteri pun, saya siap mengundurkan diri demi mendampingi Petahana ke Pilkada Kota Bima periode 2018-2023. Tolong dicatat, berbuat yang terbaik untuk tanah kelahiran adalah wujud dari rasa syukur dan terimakasih atas apa yang sudah dinikmati selama ini,” pungkas pejabat yang diikenal bersih dari hal-hal bersifat kasuistic ini.  (TIM VISIONER/Rangkuman Infiormasi dari Berbagai Sumber Terpercaya)