Bripka Zainal (atas)-Bripka Gafur (bawah)

Visioner Berita Kota Bima-Situasi di RSUD Bima pasca terjadi kasus tertembaknya dua orang anggota Polres Bima Kota yakni Bripka Abdul Gafur dan Bripka Zainal, hingga kini masih disesaki oleh para pengunjung. Pengunjung tersebut, datang dari keluarga, kerabat serta sahabat kedua korban. Baca juga berita awalnya di sini (http://visioner.co.id/berita-dua-polisi-terkapar-diujung-peluru-satu-terduga-teroris-dibekuk-brimob-1630.html)

            Kedua korban ini dirawat di ruang VIP B setempat, namun pada ruangan yang berbeda. Aparat keamanan yang melibatkan Polres Bima Kota dan Sagt Brimob Pelopor Den A Bima, juga masih terus melakukan siaga ketat di RSUD Bima. Kapolres Bima Kota AKBP Nurman Ahmad Ismail SH, SIK, Kaden Brimob pelopor Den A Bima Kompol Ikhsan Lazuardi SIK, SH, MH dan Dansat Brimob NTB AKBP Taufikurrahman SH, SIK juga terlihat di RSUD Bima bersama pasukan dengan senjata lengkap.

            Ketiga petinggi tersebut, juga terlihat menjenguk kedua korban secara bergantian. Wartawan yang hendak mengambil gambar terhadap kedua korban, juga diawasi secara ketat oleh penjaga kamar perawatan. Perlakuan ketat yang sama, juga terjadi pada keluarga, sahabat dan kerabat yang hendak menjenguk kedua korban.

            Pihak Dokter setempat dengan sejumlah petugasnya, pun terlihat melakukan penanganan intensif terhadap kedua korban. Data yang diperoleh visioner co.id kepada Dokter Nyoman Ssudarsaya SP.B (Dokter bedah) sekaligus yang menangani korban, pun sempat memberikan komentar. “Keduanya sudah siuman, dan kini pun telah bisa berdialog seadanya baik dengan kami, keluarga, sahabat dan rekannya,” jelas Nyoman, Senin siang (11/9/207).

            Nyoman kemudian menjelaskan, setelah dilakukan penanganan secata intensif, pihaknya memutuskan bahwa Gafur harus berobat lanjut ke Mataram-NTB. Sebab, dugaan peluru masih bersarang di pinggangnya. Pihaknya mengambil kesimpulan merujuk Gafur ke Mataram, karena lasan bahwa di RSUD Bima tidak memiliki alat untuk mendeteksi alur peluru yang bersarang pada pinggang korban.

“Memang ada organ-organ vital yang terkena tembakan terhjadap kedua korban. Namun kondisi keduanya, sudah stabil. Gafur di rujuk ke Mataram, bertujuan untuk mencari lokasi bersarangnya peluru. Sementara di sini, tidak memiliki alat untuk itu. Alat untuk mengetahui itu, bernama Siam. Alat itu ada di Mataram,” terang Nyoman.

            Rencana merujuk Gafur ke Mataram paparnya, akan dilaksanakan pada Senin sore. Namun sebelumnya, pihaknya akan menuntaskan dulu sejumlah administrasinya terlebih dahulu.

           “Doakan saja agzar yang bersangkutan segera diberangkatkan ke Mataram. Sementara Zainal, tetap dirawat di RSUD Bima. Peluru masih bersarang pada bagian bagian bahu depan Zainal. Dan ujung peluru masih terlihat pada bagian depan bahu kanan Zainah, hanya saja tidak tembus karena masih ditutupi oleh kulitnya. Dan peluru tersebut, sangat mudah dikeluarkan. Oleh karena itu, diharapkan semuanya bersabar. Sebab, kami terus bekerja,” harap Nyoman.

            Di ruang perawatan tersebut, visioner.co.id juga sempat melihat langsung baik Gafur maupun Zainal. Saat disapa oleh media ini,  keduanya terlihat sudah bisa bicara walau mulutnya masih terpasang oksigen. Saat itu, Gafur di dampingi oleh isteri dan anaknya. Pun demikian halnya dengan Zainal. Orang tua Gafur yakni HM. Natisr, menyatakan rasa syukurnya kepada Allah. Karena, Gafur diyakini akan selamat dari maut.

         “Alhamdulillah, bauik Gafur maupun Zainal sudah siuman. Keduanya sudah bisa berdialog dengan kami, kerabat dan sahabatnya. Hanya saja, Gafur harus berobat lanjut ke Mataram. Doakan saja agar peluru yang bersarang pada pinggangnya Gafur maupun pada bahunya Zainal segera dikeluarkan,” harap Natsir.

            Selain itu, Natsir juga menyatakan terimakasih dan apresiasi terhadap pihak RSUD Bima yang sangat tanggap dalam menangani kedua korban. Ucapan dan apresiasi yang sama, juga disampaikannya kepada semua pihak yang telah berdoa dan memberikan motivasi sehingga keduanya sudah bisa siuman serta berdialog dengan semua orang. “Kami berharap, Polisi juga segera mengungkap pelakunya,” desaknya. (TIM VISIONER)