Dae Badula

 

Visioner Berita Bima-Dae Badola (53) warga asal Desa Renda Kecamatan Belo-Kabupaten Bima ini, adalah seorang yang diduga sebagai pelaku perambah hutan (ilegal loging) di gunung Ncake Desa Renda. Selasa lalu (7/2/2016), pria berusia lebih dari setengah abad ini, disandera berjam-jam oleh warga Renda dengan satu truk kayu yang diduga hasil ilegal loging selama beberapa jam di wilayah setempat.

            Singkat cerita, pria ini langsung digelandang sebentar ke Mapolres Bima Kabupaten dan kemudian dibawa ke Markas Komando Kodim (Makodim) 1608 Bima untuk dilakukan introgasi lebih lanjut atas perbuatannya. Dae Badola bersama truk memuat jayu dan supirnya pun ikut diitrogasi selama satu malam di Makodim 1608 Bima.

            Proses introgasi yang diloaksanakan oleh personiul Intel Kodim terhadap Dae Badula dan supir truk tersebut, pun berlangsung berjam-jam lamanya. Pemeriksaan terhadap keduanya, karena berdasarkan bahwa barang bukti berupaka kayu dugaan ilegal loging tersebut adalah hasil temuan aparat TNI yang semula tak bertuan.

            Menariknya, Selasa malam saat diperiksa, Dae Badula membingungkan aparat. Misalnya, kayu tersebut diakuinya sebagai miliknya yang ditanah tahun 1983. “Itu kayu yang saya tanam tahun 1983. Sekarang kayu sudah sangat besar, terutama kayu jati dan sonokling. Saya tanami kayu tersebut diatas tanah pemerintah, setelah mendapatkan izin lisan dari Kadis Kehutanan saat itu. Saya membuka jalan baru untuk mengambil kayu tersebut di gunung Ncake, membuang uang Rp200 juta. Dan, pembukaan jalan baru tersebut atas sepengetahuan Kades Renda,” katanya saat ditanya Visioner, malam itu di Makodim 1808 Bima.

            Dae Badula kemudian mengaku, bahwa kayu yang diamankan oleh aparat tersebut memang tidak memiliki surat-surat. Oleh karenanya, ketika dianggap bodong dan melanggar hukum, Dae Badula ini mengaku pasrah. “Kalau saya dianggap melanggar, ya pasrah sajalah. Terserah aparat mau apakan saya ini. Intinya saya pasrah saja,” ujarnya didampingi oleh Putranya bernama Syamsudin.

            Dandim 1608 Bima melalui Komandan Unit (Dan Unit) Intel setempat Letda Ichsan Mashuri. Ikhsan menyatakan, ada yang aneh ditunjukan oleh Dae Badula selama proses introgasi berlangsung. Yakni, katanya bahwa tanah di gunung Ncake tempat kaytu tersebut ditebang dan kemudian diamankan adalah miliknya. “Tetapi, kok SPPT yangditunjukannya kepada kami adalah nama orang lain. Yang lebih aneh lagi, dia menyerahkan KTPnya, tetapi KTP tersebut juga nama orang lain. Ini aneh sekali rasanya. SPPT milik orang lain, demikian pula dengan KTP-tetapi kok dia ngaku bahwa itu kayu miliknya,” ungkap Letda Ichsan Mashuri dengan nada keheranan.

            Berdasarkan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasinya, kayu satu truk yang diamankan tersebut, sama sekali tidak bersurat. Untuk itu, dapat dipastikan bahwa hal tersebut adalah hasil ilegal loging. “Kalau sudah demikian adanya, jelas dia melanggar. Untuk menangani soal pelanggarannya adalah pihak Kepolisian. Kami membawa kesini, karena awalnya kayu tersebut adalah ditemukan oleh TNI,” tegas Ikhsan.

            Supir truk tersebut juga telah dimintai keterangan. Keterangan dae Badula maupun supir trukl tersebut, sudah di BAP. BAP-nya juga akan dilimpahkan ke Polres Bima Kabupaten berikurt barang bukti, Dae badula dan supir truk dimaksud.

            “Kami sudah melimpahkannya ke Polres Bima Kabupaten pada hari ini (8/2/2017), sekitar pukul 13.00 Wita. Selanjutnya, pihak Polres Bima Kabupatenlah yang berhak menangani soal pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan. Itu artinya, tugas kami sudah selesai. Selanjutnya silahkan wartawan hubungi pihak Polres Kabupaten,” papar Ikhsan sembari menduga bahwa Dae Badula sudah berkali-kali melakukan hal yang sama.

            Sementara itu, kapolres bima Kabupaten AKBP M. Eka fatur Rahman yang dimintai komentarnya, membenarkan bahwa terduga pelaku, supir dan barang barang bukti (BB) berupa kayu yang ditengarai hasil ilegal loging tersebut, telah diterimanya dari Kodim 1608 Bima. “Ya, sudah kami terima dari Kodim. Selanjutnya, kami akan melakukan langkah selanjutnya terhadap yang bersangkutan. Karenanya, tunggu saja bagaimana hasil penyelidikan maupun penyidikan terhadap yang bersangkutan,” jelasnya, Rabu (8/2/2017).

            Kini dae Badula dan Supir truk tersebut, masih bersatatus pengamanan. Keduanya akan segera dilakukan pemeriksaan secara intensif untuk memastikan adanya pelanggaran pidana terhadap keduanya.

            “Bila terrjadi pelanggaran pidana yang dilakukannya, tentu slaja akan kami sidik lebih lanjut. Dan bila terjadi pelanggaran administrasi kehutanan, akan kita limpahkan ke Dinas Kehutanan. Untuk itu, tunggu saja bagaimana hasil penanganan selanjutnya terhadap yang bersangkutan. Namun yang jelas, sampai saat ini, yang bersangkutan masih diamankan di Mapolres Bima,” janji Eka. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)