Inilah kondisi lima rumah hangus di Wera itu

Visioner Berita Kota Bima-Kecamatan Wera-Kabupaten Bima, kini dirundung duka. Sijago merah (api) mengganas, dan berhasil melalap lima rumah warga di RT 26 Desa Sangiang (terbakar). Lima rumah warga yang terbakar pada Selasa (11/4/2017) sekitar pukul 11.55 Wita, praktis rata dengan tanah. Yang tebrakar dan rata dengan tanah, bukan saja rumah panggung. Tetapi, juga rumah permanen.

            Ganasnya sijago merah, juga berhasil menghabiskan harta benda miliki lima pemilik rumah. Kerugian yang diakibatkannya mencapai ratusan juta rupiah. “Dugaan sementara, kejadian tersebut karena arus pendek. Itu laporan sementara yang kami terima dari masyarakat. Total kerugian warga dari rumahnya saja (belum isinya), mencapai ratusan juta rupiah. Ratusan juta rupiah kerugian yang dialami oleh warga tersebut, hanya estimasi kasar dari kami jika dijumlahkan dengan kerugian dari harta bendanya yang juga ludes terbakar,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Bima Ir. H. Taufik Rusdy.

            Selain lima rumah rata dengan tanah, api juga membuat dua rumah lainnya juga mengalami kerusakan berat. Artinya, ganasnya api tersebut juga mengorbankan lima rumah milik warga di salahsatu RT di Desa Sangiang, Kecamatan Wera. “Untuk data resminya, kami belum terima dari petugas BPBD yang sejak tadi hingga sekarang masih berada di tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan laporan awal yang saya terima, masih bersifat umum dan itu melalui fiture WA.

            Masih berdasarkan data awal yang diterimanya, Taufik menjelaskan tentang langkah-langkah yang diambilnya atas kejadian tersebut. Kendala soal mobil pemadam kebakaran (Damkar). “Mobil Damkar yang kita miliki sudah sangat tua. Damkar yang tadinya star dari Bima, sampai di TKP setelah lima rumah itu hangus dan dua rumah rusak berat. Memang ada satu unit Mobil Damkar di Kecamatan Wera, namun kondisinya juga sudah tua. Kondisi tersebut, praktis membuat mobil Damkar di Kecamatan Wera itu tak mampu memadamkan api dimaksud,” terangnya.

            Taufik kemudian menjelaskan tentang alasan keterlambatan Damkar tiba di TKP. Yakni, adanya laporan warga di sana yang menyebutkan bahwa api sudah menghanguskan beberapa rumah. “Atas laporan tersebut, kita berpikir ketika Damkar yang ada di Penapali dikirim ke Wera dengan jarak tempuh puluhan KM, jelas tidak memungkinkan untuk memadamkan api. Soalnya, warga menyebutkan bahwa api sudah menghanguskan rumah warga. Dan satu unit mobil Damkar yanga da di Kecamatan Wera itu, tak mampu menangani kebakaran yaqng begitu hebat tersebut” katanya.

            Kebakaran tersebut ujarnya, berlangsung secara mendadak. Imbasnya, warga kemudian menjadi panik. “Yang namanya kejadian kebakaran di Kecamatan, tidak siap-siaga seperti di Kabupaten. Sementara Bupatin Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, juga sudah tahu tentang musibah yang menimpa warga tersebut. Pasalnya, kami juga sudah menyampaikan laporan lisan melalui telephone kepada Bupati. Yasng jelas, Bupati juga turut prihati dan mendesak kami agar menanganinya secara cepat, termasuk soal pendataannya. Yang jelas, sampai saat ini Bupati dan Wakil Bupati Bima amsih berada di luar daerah,” ujar Taufik.

            Untuk warga yang menjadi korban kebakaran tersebut, pihaknya memberikan bantuan tanggap darurat. Dan bantuan tersebut, sedang diberikan kepada korban kebakaran. “Sementara untuk pendataan secara tertulis tentang identitas pemilik rumah berikut total kerugian yang dialaminya akibat kebakaran tersebut, dalamw aktu dekat akan kami sampaikan secara tertulis,” janjinya.

            Artinya, proses pendataan yang dilakukan oleh petugas BPBD tersebut, masih dilakukan di TKP. Sementara laporan resminya, akan dsampaikan secara resmi oleh petugas tersebut di kantor BPBD Kabupaten Bima. “Dan laporan resmi tersebut akan kami susun secara sistimatis dan kemudian diserahkan langsung kepada Bupati Bima,’ paparnya.

            Keopada Sekda setempat, pihaknya juga sudah menyampaikan laporan secara lisan twerkait musibah kebakaran yang menimpa warga dimaksusd. Laporan tersebut, baru dsaimpaikan oleh pihaknya secara lisan. Pasalnya, Selasa siang (11/4/2017), pihaknya juga menangani aksi demosntrasi di Desa Talabiu. “Insya Allah, besok akan kami sampaikan laporan secara resmi kepada Pak Sekda,” jelas Taufik.

            Menyoal kondisi hampir seluruh mobil Damkar di Kabupaten bima yang kondisinya dinilai sudah tidak layak, maka dengan adanya Badan bencana dan Damkar sudah bergabung ke BPBD, maka selanjutnya pihaknya akan meminta bantuan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar bisa memberikan bantuan hibah mobil Damkar.

 

“Disamping itu juga, Pemerintah daerah (Pemda) akan berusaha di APBD Perubahan tahun ini. Kemarin ada kebakaran di Kecamatan Donggo, itu juga membutuhkan mobil Damkar. Yang jelas, masih banyak Kecamatan di Kabupaten Bima yang membutuhkan mobil Damkar.  Yakni, terutama di Kecamatan yang jauh dari pusat kendali. Yakni, Donggo, Wera, Tambora, Sanggar dan beberapa Kecamatan lainnya,” pintanya. (Rizal)