AKBP M. Eka Fatur Rahman SH, SIK

Visioner Berita Kabupaten Bima-Tragedi kematian warga Desa O’o Kecamatan Donggo-Kabupaten Bima yakni Dewa bweberapa waktu lalu, memang sangat mengenaskan. Dewa tewas setelah ditikap pada punggung bagian belakang, diduga oleh Arkam yang diduga melibatkan 8 orang rekannya (warga Desa Doridungga Kecamatan Donggo pula). Motif kejadiannya, diduga karena dendam lama.

            Sementara Arkam yang diduga sebagai pelaku utamanya, berhasil dibekuk oleh aparat Polres Bima Kabupaten dibawah kendali Kapolres AKBP M. Eka Fatur Rahman SH, SIK. Arkam dibekuk sekitar 3 jam setelah kejadian pembunuhan Dewa berlangsung. Semenatara 8 orang terduga lainnya, hingga kini masih dalam pencarian aparat.

“Sampai sekarang, baru pelaku utamanya yang berhasil dibekuk. Kasusnya masih ditangani secara intensif oleh penyidik Reskrim. Pada proses penyidikan, pelaku utama menyebutkan, membunuh Dewa hanya karena dendam lama. Maksudnya, pelaku utama ini menuding Dewa yang menikamnya di acara orgen tunggal di salah satu Desa di Kecamatan Donggo. Padahal setelah kami dalami, keterlibatan almarhum Dewa dalam kasus itu masih sebatas dugaan,” terang Kapolres Bima Kabupaten AKBP M. Eka Fatur Rahman SH, SIK.

            Tentang berbagai tudingan bahwa kejadian pembunuhan terhadap Dewa akibat pihak Polsek Donggo tidak serius menangani laporan Arkam atas kasus yang menimpanya, dibantahkan keras oleh Kapolres Bima kabupaten ini. “Proses penyelidikan atas laporan Arkam itu, masih berjalan hingga saat ini kok. Dan, kami sudah melihat secara langsung BAP terkait penanganan kasus itu di Polsek Donggo,” bantahnya.

            Kembali ke proses penanganan kasus kematian Dewa, Eka menegaskan, ketika 8 terduga pelaku yang disebut oleh saksaksi terlibat di dalamnya tak menyerahkan diri-maka pihaknya akan menjadikannya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami masih terus memburunya. Jika mereka tidak kooperatif atau menyerahkan diri, maka mekanisme hukum lainnya akan berjalan. Yakni, akan menjadikan mereka sebagai DPO. Oleh karena itu, sebaiknya mereka segera menyerahkan diri,” imbuhnya.

            Eka mengaku, sudah berkali-kali tim Buser maupun Intelkam mencari 8 orang terduga tersebut di Kecamatan Donggo, termasuk di kampung halamannya di Desa Doridungga. Dan dengan kaburnya mereka tersebut, diakuinya justeru semakin memperkuat dugaan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan terhadap Dewa.

“Kalau mereka merasa tidak berbuat, kenapa mesti kabur. Hal itu, justeru patut untuk dipertanyakan. Semakin mereka kabur, justeru akan mempersulit diri mereka sendiri.  Untuk itu, sekali lagi, kami menghimbau agar mereka segera menyerahkan diri,” desaknya.

            Ketika mereka sudah resmi dinyatakan sebagai DPO, tentu saja akan semakin mempersempit ruang gerak mereka sendiri. Pasalnya, selain Polisi-masyarakat biasapun berhak mencari dan memberitahukan keberadaannya kepada pihak berwajib (Polisi). “Kalau sudah dinyatakan sebagai DPO, mau lari kemanapun tetap akan dicari. Dan sampai kapan dan dimanapun posisinya, mereka akan tetap ditangkap. Soalnya, di daerah manapun Polisi selalu ada,” tuturnya.

            Suasana keamanan di Desa O’o dan Desa Doridungga pasca kejadian pembunuhan Dewa ujarnya, berlangsung sangat tegang. Warga Desa O’o hendak menyerang Desa Doridungga. Namun atas kesigapan pihak pihaknya serta beberapa pihak penting termasuk anggota DPRD kabupaten Bima Drs. H. Mustahid H. Kako dan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti, diakuinya berhasil mengehtikan ketegangan dimaksud.

“Kami harus menghinap di Polsek Donggo untuk menjaga agar tak terjadi konflik horizontal. Bupati Bima, terlepas datang membesuk jenazah dan memberikan santunan kepada keluarga korban, juga ikut mendinginkan suasana. Demikian pula yang dilakukan oleh H. Mustahid. Tetapi, Alhamdulillah warga Donggo ada orang yang nunut, patih dan taat terhadap para Tokohnya. Sehingga, mereka lebih menyerahkan penanganan kasus ini kepada penegakan hukum,” tandasnya.

            Atas dasar itulah, sehingga suasana keamanan di Donggo khususnya di Doridungga dan O’o, sudah berlangsung sangat kondusif. Oleh karena itu, kami patut memberikan apfresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh warga Donggo di manapun. Karena, telah ikut berpartisipasi aktif menjaga kondusivitas wilayahnya pasca kejadian tersebut, dan bahkan sampai sekarang,” pungkas Eka. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)