Almarhum Wawan Darmawan Dimasa Hidupnya

“Tetapi Hasil Visum Luar Seolah Mengarah ke....”

Visioner Berita Kota Bima-Mayat seorang anak muda bernama Wawan Darmawan (24) warga asal Kelurahan Kendo Kecamatan Raba-Kota Bima yang terkapar di gunung dengan tanpa menggunakan celana (hanya menggunakan baju) tepatnya pertengahan Kendo-Kabanta, soal penyebabnya hingga kini belum diketahui secara pasti. Pasalnya, peristiwa yang ditemukan pada Jum’at sore (9/11/2018) sekitar pukul 16.00 Wita itu-hingga detik ini belum ada pihak yang memastikan latar belakangnya.

Namun Managemen media ini (Visioner), sejak kemarin hingga sekarang masih terus melakukan investigasi. Namun, hingga sekarang belum ada informasi tentang latar belakang peristiwa yang menimpa anak muda ini. Namun, pihak Poleres Bima Kota tampaknya tak tinggal diam dalam menyikapi peristiwa penting dan sempat menggegerkan Kota Bima ini.

Maksudnya, kasus tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Unit Pidum Sat Reskrim Polres Bima Kota. Kasat Reskerim setempat melalui KBO, Ipda Dediansyah pun mengakui hal itu. “Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi. Dan penolakan itu ditandai dengan berita acara yang disaksikan oleh Polisi dan pihak lain,” jelas Dedi kepada Visioner, Sabtu (10/11/2018).

Kendatti demikian, keluarga korban diakuinya sangat wellcome terhadap penegakan supermasi hukum dalam kasus kematian Wawan Darmawan. Untuk itu, Polisi sudah melakukan beberapa hal. Antara lain Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Kewenangan Otopsi terkait kematian Wawan Darmawan ini adalah pihak Forensik. Namun, keluarga korban menolak upaya otopsi dalam kasus ini. Sementara hasil visum luarnya, itu ada di tim Medis RSUD Bima. Insya Allah Senin besok (12/11/2018) sudah ada di Polres Bima Kota,” terangnya.

Intinya, Dedi menegaskan bahwa penanganan hukum terkait kasus ini sedang dan akan terus dijalankan. Namun, Dedi belum bisa menjelaskan tentang tentang dugaan pemicu dari kematian yang dinilai tragis dialami oleh Wawan Darmawan. “Berikan kesempatan kepada kami untuk bekerja,  tetapi siapapun tidak boleh terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab kematian Wawan Darmawan ini,” imbuhnya.

Pada pihak lain, Dirut RSUD Bima drg. H. Ikhsan yang dimintai koemntarnya oleh Visioner, hanya menjelaskan tentang hasil visum luar oleh medis setempat terhadap Wawan Darmawan. Namun, uraian hasil visum luar ini, “seolah mengarah ke.......”.

“Kepada anda, kami hanya bisa menjelaskan hasil visum luar terhadap korban. RSUD Bima tidak memiliki alat untuk melakukan otopsi. Dan juga tak punya kewenangan untuk melakukan otopsi, kecuali hal itu merupakan domaint dari pihak Forensik,” jelasnya, Jumat malam (9/10/2018).

Ikhsan kemudian menjelaskan tentang hasil visum luarnya terhadap Wawan Darmawan. Yakni luka disebabkan oleh benda tumpul, luka memar pada wajah dan mata sebelah kiri hingga hidung, luka lecet dan memar pada bagian dada hingga ke bagian perut sebelah kiri, goyang pada rahang atas serta gigi, darah dari hidung dan mulut-beberapa luka lecet pada tangan dan kaki. “Soal sebab kematiannya tidak bisa ditentukan karena harus dilakukan otopsi,” terangnya Ikhsan.

Ikhsan menerangkan, yang bisa melakukan otopsi terkait kasus ini adalah pihak Dokter ahli Forensik. Sementara pihak RSUD Bima katanya, tidak memiliki hak untuk melakukan otopsi. “Kecuali yang dapat kami lakukan adalah melaksanakan visum luar terhadap Wawan Darmawan ini. Dan, hal itu sudah kami lakukan,” tandasnya.

Untuk menghadirkan tim Forensik untuk melakukan otopsi terkait kasus ini, Ikhsan menyatakan tergantung kepada pihak Polisi dan keluarga korban. “Iya, untuk melakukan otopsi terhadap kasus ini harus menghadirkan Dokter Ahli Forensik,” pungkasnya. (TIM VISIONER)