Abdul Latif (kiri) diperiksa penyidik Tipiter Polres Bima Kota (16/11/2017)

Visioner Berita Kota Bima-Upaya keras pihak Polres Bima Kota melalui Sat Reskrim dibawah kendali Kasat Reskrim AKP Afrizal, Sik dalam menyelamatkan bangsa melalui menghentikan sekligus membongkar gudang PT Bima Sakti Persada hingga berhasil menemukan berbagai jenis barang kadaluarsa (makanan dan minuman) beberapa bulan silam, praktis saja diapreasi oleh publik. Dalam penanganan kasus ini oleh Unit Tipiter Dat Reskrim Polres Bima Kota, pun tercatat mengalami kemajuan pesat.

Sejumlah saksi, terungkap telah dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Tipiter, termasuk saksi dari dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima. Manurut pengakuan penyidik, dalam penanganan kasus ini yang semula bersifat penyelidikan, kini telah beralih ke penyidikan. Hanya saja, penyidik belum bisa memastikan apakah pihak Perusahaan dimaksud telah ditetapkan sebagai tersangka atau sebaliknya. “Sudah banyak saksi yang telah dimintai keterangannya. Penanganan kasus ini sudah meningkat ke penyidikan,” ujar penyidik yang meminta identitasnya dirahasiakan itu, Kamis (16/11/2017).

Menjawab pertanyaan apakah setelah kasusnya ditingkatkan ke penyidikan akan diberlakukan penahanan terhadap pihak PT. Bima Sakti Perkasa, penyidik ini enggan memberikan keterangan terlalu jauh. “Kita belum bisa memberikan keterangan yang lebih detail terhadap penanganan perkara ini. Oleh karenanya, silahkan ikuti perkembangan penanganan selanjutnya,” tegasnya.

Menariknya, Kamis (16/11/2017), visioner.co.id menemukan Manager PT. Bima Sakti Perkasa Cabang Bima, Abdul Latif di ruang Tipier Sat Reskrim Polres Bima Kota. Tampil dengan celana levis dan kaos berbunga-bunga dan berkerah, Latif mengaku datang memenuhi panggilan penyidik. “Ya, saya datang karena ada panggilan dari penyidik. Dan hari ini, saya diperiksa oleh penyidi dalam perkara ini,” sahut Latif menjawab visioner.co.id.

Latif mengaku, Pimpinannya telah mengetahui tentang kasus yang tengah ditangani pihak Polres Bima Kota ini (barang kadaluarsa). Namun, Pimpinannya tidak berbicara apa-apa kepadanya. Kecuali, Pimpinannya hanya menanyakan tentang bagaimana perkembangan penanganan oleh Polisi terkait kasus yang sedang melilitnya.

“Pimpinan kami hanya menanyakan soal perkembangan penanganan kasus ini oleh Polisi. Dan, saya tidak punya perasaan apa-apa terkait kasus ini. Pasalnya, saya belum diperiksa oleh penyidik. Bagaimana saya bisa menyatakan adanya perasaan apa-apa, sementara belum diperiksa oleh penyidik,” tanya Latif.

Uniknya, terkait barang kadaluar yang hampir setengah gudang yang ditemukan oleh pihak Polres Bima Kota tersebut, Latif menegaskan bahwa pihaknya tidak bersalah. Sebab, barang kadaluarsa yang ditemukan hampir setengah gudang tersebut, tidak pernah dijualnya kemana-mana atau kepada siapapun. “Kami tidak bersalah, sebab barang kadaluarsa tersebut tidak pernah kami jual. Kecuali, tersimpang di gudang,” elaknya.

Terkait barang kadaluarsa tersebut, hingga sekarang belum tuntas diangkut oleh pihak Polres Bima Kota dari gudang PT. Bima Sakti Perksa ke untuk diamankan ke Markas Komando (Mako) Polres Bima Kota. Kecuali, yang baru diamankan baru sekitar seperempat porsen dari jumlah barang kadaluarsa yang ada di gudang itu. Sementara sisa barang barang kadaluarsa dengan jumlah besar tersebut, masih disimpan di gudang PT Bima Sakti Persada.

Selain itu, Dinas Koperindag Kota Bima dibawah kendali Kadis, Nurjanah S.Sos yang sebelumnyanya berjanji akan membantu Polisi mengangkut barang kadaluarsa tersebut untuk diamankan di mako Polres Bima Kota, hingga detik ini tak kunjung dipenuhi alias hanya janji belaka. Buktinnya, sampai sekarang tak ada respond apa dari Dinas Koperindag Kota terkait membantu polisi mengangkut barang kadaluarsa dimaksud. (TIM VISIONER)