Dedy sedang menarik uang parkir kepada pengendara

            Pasar Lebaran yang dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bima di kawasan Pasar Tradisional Amahami selama 15 hari dan berakhir (5/7/2016), bukan saja membawa berkah bagi ratusan pedagang yang ada di dalamnya. Tetapi, juga memberikan keuntungan tersendiri bagi puluhan kelompok tukang parkir.

            Liputan langsung Visioner di lokasi tersebut melaporkan, ratusan kendaraan baik roda empat maupun roda dua, terlihat berjejer di sekeliling Pasar Lebaran Amahami. Kendaraan tersebut bukan saja datangnya dari Kota Bima. tetapi, dominan datang dari berbagai pelosok pedesaan di Kabupaten Bima. Ratusan kendaraan tersebut diakui milik warga yang datang berbelanja di Pasal Lebaran itu.

            Salah seorang tukan parkir yang mengaku bernama Dedy menyatakan, pihaknya mendapatkan banyak keuntungan dari hasil penarikan uang parkir dari pengunjung Pasar lebaran. “Kami terbagi menjadi beberapa kelompok. Dalam satu kelompok parkir, terdapat empat hingga enam orang. Di sekeliling Pasar Lebaran ini terdapat puluhan kelompok tukang parkir. Dalam satu hari, per orang tukang parkir bisa meraup uang secara bervariatif. Yakni, mulai dari Rp50 ribu-Rp70 ribu. Itu artinya, pendapatan kami jauh lebih besar ketimbang hari-hari biasa,”jelas Dedy kepada Visioner, Selasa (4/7/2016).

            Hasil yang diperolehnya dari parkiran tersebut, diakuinya menjadi milik masing-masing tukang parkir. Maksudnya, tidak diserahkan kepada Pemkot Bima. Hal tersebut tentu saja berbeda dengan kegiatan parkir di seluruh lokasi di Kota Bima sebelum hari lebaran. “Alhamdulillah, dengan pasar lebaran ini kami bisa mendapatkan berkah. Uang yang kami peroleh dari hasil parkir, tentu saja untuk kebutuhan keluarga. Karenanya, kami ucapkan terimakasih kepada pihak Pemkot Bima. Karena, telah menyediakan ruang buat kami untuk mendapatkan bekah untuk kehidupan keluarga kami juga,” paparnya.

            Dedy berharap, dihari puncak Pasar Lebaran Amahami (5/7/2016) akan memperoleh pendapatan yang lebih besar ketimbang sebelumnya. “Biasanya hari terakhir, akan lebih banyak lagi pengunjung yang datang berbelanja di Pasar Lebaran ini. Dengan itu, pendatapan kami juga diharapkan dapat meningkat,” harapnya.

            Dedy menjelaskan, pihaknya menarik uang parkir kepada masing-masing pengendara sebesar Rp2 rbu. Tetapi, ada juga kelompok parkir lainnya yang menarik uang parkir kepada masing-masing pengendara sebesar Rp5 ribu. “Setap kelompok masing-masing memiliki kebijakan soal penarikan uang parkir. Kalau kelompok kami, penarikannya seperti hari-hari biasa. Yakni, Rp2 ribu per pengendara,” tuturnya.

 

            Selama mengatur perparkiran di lokasi Pasar Lebaran, pihaknya tak menemukan adanya kekacauan. Semua pengendara terlihat sangat tertib. “Alhamdulillah, antara kami dan pengendara bisa membangun kerjasama yang baik selama Pasar Lebaran berlangsung. Dan selama Pasar Lebaran ini, juga tak ditemukan adanya pekerlahian. Semua berjalan dengan aman, sukses dan lancar,” pungkasnya. (Rizal)