Kasir Bernama RNS

Visioner Berita Kota Bima-Jika kisah sejumlah wanita yang ditipu oleh oknum melalui Media Sosial (Medsos) dalam asmara dunia maya dengan berbagai modus, itu hal yang lazim terjadi di negeri ini. Pelaku penipuan ada yang menggunakan atribut aparat dan bahkan Pengusaha, hingga korban harus kehilangan uang Ratusan Juta Rupiah hingga Miliaran.

            Namun kisah RNS (28) warga asal Kelurahan Santi-Kota Bima, sedikit agak berbeda. Bermula dari dia menerima telephone nyasar dari seorang pria yang mengaku anggota TNI berpangkat Sertu, RNS yang berkapasitas sebagai Kasir pada CV. Sumo Sinar Sejati-Kota Bima, harus mengembat uang  Rp1,4 M lebih. Dan uang tersebut, ditransfernya melalui rekening pria yang mengaku prajurit TNI berpangkat Sertu itu.

            “Pada 2016 lalu, saya menerima telephone nyasar dari dia. Namun lama kelamaan, kami akhirnya akrab dan kemudian membangun hubungan pertemanan. Status kami sampai sekarang adalah teman, bukan berpacaran. Sejak itu sampai sekarang, kami belum pernah ketemu. Selama membangun hubungan pertemanan, dia meminta tolong agar saya meminjamkan uang. Uang tersebut, katanya digunakan untuk menyelesaikan masalah keluarganya termasuk untuk kenaikan pangkatnya,” ujar RNS di depan Unit PPA Polres Bima Kota kepada visioner.co.id, Selasa (22/8/2017).  

            Dari total uang Rp1,4 M lebih tersebut, diakuinya dikirim secara bertahap kepada yang bersangkutan. Minimal sekali kiriman Rp5 juta dan paling banyak Rp20 juta-Rp40 juta. Pria tersebut berinisial MPA. “Dia mengaku ke saya sebagai warga asal Jambi. Uang yang saya kirim sebesar itu kepada dia, sifatnya hanya pinjaman dan dijanjikan akan dikembalikan setelah semua masalahnya tuntas diselesaikan,” jelasnya.

            Anda kok begitu mudah terperangkap dan kemudian berkorban dengan cara mengambil uang perusahaan untuk dia padahal belum pernah bertemu?, RNS terkesan lesu menerima pertanyaan tersebut. Benarkah hanya berstatus teman atau lebih dari itu?-“Bisa dibilang teman, bisa dibilang...-ya teman ajalah Pak,” sahut wanita berbodi agak pendek berkulit putih dan berjilbab ini.

            Menjawab pertanyaan apakah dirinya tahu tentang alamat lengkap pria dimaksud, RNS mengaku sempat diberitahu. Namun, sekarang RNS mengaku sudah lupa. “Dulu dia pernah memberitahu saya alamat lengkapnya, namun tidak saya simpan. Dia ngakunya ke saya, berkapasitas sebagai prajurit TNI berpangkat Sertu,” terangnya.

            RNS mengaku, dirinya semakin yakin bahwa pria tersebut, mengaku berkapasitas sebagai prajurit TNI. Keyakinan itu muncul, karena pria tersebut mengirim fotonya melalui Fitur WA dan lainnya. Dan sampai sekarang, foto pria tersebut masih RNS simpan di handphonenya. “Saya berani mengambil uang Perusahaan untuk dikirim ke dia, karena janjinya hanya pinjam. Hanya itu yang saya tahu,” katanya.

            Dia kemudian bercerita, awalnya Perusahaan tempat dia bekerja tidak tahu tentang apa yang dilakukannya. Namun, Perusahaan mengetahuinya setelah Perusahaan itu melakukan pembukuan terhadap nota keuangan. Dan dari situlah, Perusahaan mengambil sikap untuk melaporkan itu kepada Sat Reskrim Polres Bima Kota. “Setelah Perusahaan tahu, akhirnya saya dilaporkan telah menggelapkan uang Miliaran Rupiah tersebut. Perusahaan memasukan laporan resminya ke Polres Bima Kota, Kamis (17/8/2017),” tandasnya.

            Kendati sudah dilaporkan secara resmi sebagai pelaku dalam kasus ini, status RNS sekarang adalah mengamankan diri. Penyidik masih melakukan terhadap dirinya dalam kasus ini, yakni sebagai saksi. “Saya bukan diamankan, tapi mengamankan diri. Untuk sementara, penyidik membolehkan saya pulang ke rumah. Tetapi, saya memilih menginap di sini. Saya tidak ingin pulang, karena malu sama orang tua dan keluarga,” papar RNS.

            RNS mengaku tahu tentang resiko dari perbuatannya, sebut saja melanggar pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4,5 tahun penjara. Diakui RNS, pihak Perusahaan memberikan toleransi kepadanya untuk mengembalikan uang tersebut, dan dengan itu dia akan bebas dari jeratan hukum. “Tetapi, saya tidak memiliki apapun. Oleh karenanya, saya sudah siap dengan segala konsekuensinya. Maksudnya, Insya Allah saya siap dipenjara karena masalah ini,” tegasnya.

            Kendati sedang dihadapkan dengan masalah yang tergolong luar biasa ini, mimik wanita ini terlihat masih seperti biasa-biasa saja. Diakuinya pula, pria yang mengaku prajurit TNI berpangkat Sertu itu, telah mengetahui masalah yag dihadapi oleh RNS. “Dia sudah tahu kalau saya sedang berurusan dengan hukum. Katanya melalui telephone, dia sedang berusaha untuk membantu saya. Tapi, saya tidak tahu apakah dia benar-benar akan membantu saya atau tidak. Itu hanya penyampaian dia ke saya saja,” beber RNS.

            Soal komunikasi dengan pria yang mengaku masih berstatus lajang tersebut, katanya masih berlangsung sampai dengan sekarang ini. Dan selama hubungan pertemanan terbangun sampai sekarang, tak ada janji apapaun termasuk menikahi dirinya oleh lelaki dimaksud. “Kalau janji menikahi saya, saya tidak tahu. Yang saya tahu, dia hanya minjam uang ke saya. Dan, itu merupakan kesalahan terbesar saya,” ucapnya.

            Setelah mengetahui bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Jurnalis, RNS kemudian meminta agar masalah ini tidak dipublikasi. Alasannya, dia tidak ingin masalah ini diketahui oleh publik secara luas, termasuk oleh keluarganya.

“Saya mohon agar masalah ini tidak diberitakan. Bicara tanggungjawab tentang uang Perusahaan tersebut, kalau bisa ya dia juga harus bertanggungjawab. Artinya, bukan hanya saya sendiri yang mempertanggungjawabkannya. Dia juga pernah berjanji sama saya, kalau memang masalah ini tidak selesai, dia juga siap menanggung resikonya,” kata RNS lagi.

            Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Bima Kota melalui Kanit Pidum Ipda Rejoice Manalu S.Tr.K yang dimintai komentarnya, membenarkan adanya laporan Perusahaan dimaksud terhadap RNS. Laporan itu, masuk pada Kamis (17/8/2017). Saat ini, RNS masih dilakukan pemeriksaan sebagai saksi walau dalam laporan tersebut dia berstatus sebagai tersangka. “Status RNS adalam mengamankan diri. Kami membolehkannya pulang, namun tida tidak mau. Alasanya, malu sama keluarganya termasuk orang tuanya. Dan kasus ini, belum masih ke wilayah penyidikan,” jelas Rejoice, Selasa (22/8/2017).

            Dalam kasus ini, RNS diancam dengan KUHP pasal 378 dengan ancaman 4,5 tahun penjara tentang penggelapan. Menjawab pertanyaan apakah pria yang menerima transferan uang dari RNS, Rejoice mengaku tak ada kaitannya dengan laporan Perusahaan itu.

       “Kasus ini murni tindak pidana penggelapan. Perkara ini adalah masalah RNS dengan Perusahaannya. Jadi, tidak ada kaitannya dengan orang lain termasuk pria yang menerima transferan uang tersebut dari RNS. Jadi, yang dihukum dalam kasus ini adalah tindakan yang dilakukan oleh RNS itu sendiri,” tegasnya.

            Kasus ini masih ditangani serius oleh pihak penyidik. Pihak Perusahaan sebagai pelapor, sudah dilakukan pemeriksaan, demikian pula sejumlah saksi yang diajukan termasuk RNS. “Tentang kapan kasus ini akan ditingkatkan ke penyidikan, ya tunggu saja waktunya. Kami sedang bekerja untuk menanganinya. Selanjutnya, akan kami informasikan kembali kepada wartawan,” tegas Rejoice. (Rizal/Must/Buyung/Wildan)