Inilah 5000 lembar sarung yang dubagikan oleh Yayasan Sentral Muslim

            Hadi Santoso ST. MM adalah salah seorang Pengusaha muda sukses Bima. Lulusan Sarjana Teknik (ST) di salah satu Kampus ternama di Makassar-Sulsel yang ini (Hadi Santoso ST. MM), tergolong sangat ulet, mampu, cerdas dan memulai usahanya dari nol. Mas Hadi demikian sapaan akrabnya, lahir dari keluarga yang tergolong berekonomi lemah.

            Tetapi dengan kecerdasan dan kemampuan yang dimilikinya, mantan wartawan yang kini juga menjabat sebagai Pempimpin Umum Tabloid Visioner-Visioner Online ini (PT Sentra Karya Bima), Mas Hadi berhasil memajukan sejumlah usahanya terutama dibidan ITE dan obat-obat herbal dibawah payung Yayasan Sentral Muslim (SM Foundation). Dan iapun (Mas Hadi) berkapastas sebagai CEO (pemilik sekaligus Ketua SM Soundation).

            Kendati telah telah berada pada ranah kesuksesan, pria yang juga berkapasitas sebagai Ketua Umum (Ketum) Assosiasi Pengusaha Seluler (ApSel) Bima ini (Mas Hadi)-masih saja berpenampilan biasa- biasa saja dan diakui kaya akan kesolehan sosial (suka memberi) kepada sejumlah pihak yang dianggap membutuhkan termasuk memberikan beasiswa prestasi kepada lulusan terbaik di sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Bima.

            Visioner terus mengintip kegiatan berbagi yang dilakukan oleh pria asimilasi Jawa-Bima ini (Mas Hadi). Pada  bulan Ramadhan tiap tahunnya yakni sejak usahanya sukses dijalankan, Mas Hadi sering berbagi kepada kepada pihak-pihak yang dianggap membutuhkan baik kepada karyawannya maupun kepada fakir-mskin. Model yang dibagi adalah semacam takjil dan lainnya.

            Ramdhan 1437 H (2016), Yayasan Sentral Muslim kembali melakoni kebiasaan lamanya. Yakni, berbagi 5000 ribu lembar sarung kepada fakir-miskin/kaum dhuafa di sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bima. Diantaranya, di Kelurahan Rabadompu, Rabangodu, Penaraga, Matakando (Santi Timur), Paruga, Pada, Runggu, Doriduga (Kecamatan Donggo).

            “Sebelumnya, Yayasan Sentral Muslim (SM Foundation) juga berbagi kepada pihak yang dianggap membutuhkan. Modelnya, ya seperti takjil dan kue lebaran. Kali ini, kami juga berbagi 5000 lembar sarung kepada sejumlah warga di sejumlah Kelurahan di Kota Bima dan warga di sejumlah Desa di Kabupaten Bima. Sumber anggarannya adalah dari rezeki yang kami dapatkan atas usaha yang kami laksanakan selama ini. Ya, dari kita ada hak orang lain yang wajib hukumnya kita berikan (berbagi),” ujar dosen kewirausahaan pada STISIP Mbojo-Bima dan STKIP Taman Siswa ini (Mas Hadi).

            Menurutnya, berbagi kepada kaum fakir-miskin dan dhuafa merupakan kewajiban pihak-pihak yang dianggap memiliki kelebihan (para Dermawan, Pengusaha dan Agniya/orang kaya). “Yang mau nimbrung bersama-sama memberi sumbangan/paket lebaran, boleh bergabung dengan kami juga kok. Sekali lagi, mari kita berbagi. Sebab, masih banyak orang yang membutuhkannya,” harapnya. (Rizal)